Sunday, August 20, 2017

Naskah Drama Kerajaan Majapahit

Di ceritakan di dalam hutan di Bumi Nusantara, seorang Bangsawan bernama Raden Wijaya beserta dengan para prajuritnya sedang mencari lahan untuk mendirikan sebuah kerajaan.
Namun di tengah perjalanannya, Raden Wijaya berkehendak untuk beristirahat.

Raden Wijaya             : Patihku, hari ini matahari bersinar cukup terik, mari kita beristirahat   sejenak di tempat ini!
Patih                            : Baik Baginda. . .
Prajurit sekalian, perjalanan kita hentikan sekejap, Baginda hendak beristirahat, mari kita beristirahat bersama.
Semua prajurit             : Baik Yang Mulia…

Semua prajurit pun beristirahat, sembari beristirahat beberapa prajurit membabat hutan untuk tempat Raden Wijaya beristirah dan ada juga yang mencarikan makanan berupa buah-buahan hutan untuk Raden Wijaya dan untuk yang lainnya.

Prajurit                                    : Maha Patih ini ada sedikit buah-buahan untuk Baginda Raja…
Patih                            : Buah apa yang kau berikan ini, tentu ini buah yang bisa dimakan bukan?
Dan tentu ini tidak buah yang beracun bukan?
Prajurit                        : Tentu saja buah ini tidak beracun maha patih. Ini adalah buah Maja dan   buah ini aman untuk di makan, maha patih
Patih                            : Baiklah kalau begitu
(sambil mengambil buah yang diberikan prajurit, lalu menghadap baginda raja dan mamberikan buah)
Baginda, ini ada sedikit buah Maja untuk baginda makan…
Raden Wijaya             : Oh…, terima kasih patihku, memang aku sedikit lapar!

Raden Wijaya hanya memperhatikan buah maja yang diberikan patihnya dan tak kunjung memakannya

Patih                            : Apakah Baginda tidak menyukai buah Maja yang hamba berikan?
Raden Wijaya             : Bukan begitu Patihku. . .
Buah ini nikmat untuk dimakan jika sudah sedikit tua, jika dimakan seperti ini buah ini terasa sangat pahit!
Namun tunggu dulu, tujuan kita melakukan perjalanan ini adalah untuk mencari lahan untuk kerajaan bukan??
Patih                            : Maaf Baginda, tapi apa hubungannya buah Maja yang pahit dengan tujuan perjalanan kita ini?
Raden Wijaya             : Tiba-tiba dipikiranku terlintas jika kerajaan yang akan kita dirikan ini sudah bisa berdiri dengan tegak dan kokoh, aku ingin menamai kerajaan ini kerajaan Majapahit
Patih                            : Apa yang membuat Baginda memilih nama Majapahit untuk nama kerajaan ini ?

Ternyata buah Maja tersebut terasa pahit dan itu menjadi inspirasi oleh Raden Wijaya untuk memberi nama kerajaannya Majapahit, namun Sang Maha Patih tetap bertanya-tanya akan keputusan Raden Wijaya itu

Raden Wijaya             : Majapahit      (sambil berpikir)
Nama itu ku berikan karena tempat ini yang akan ku jadikan lahan untuk kerajaan, disini terdapat pohon Maja yang terasa pahit. . .

Itulah alasan Raden Wijaya mengapa ia memilih nama Majapahit untuk menjadi nama kerajaannya. Akhirnya kerajaan berdiri dengan nama Majapahit

Raden Wijaya             : Inilah kerajaan yang kita inginkan selama ini, semoga kerajaan ini  menjadi kerajaan yang terbesar dan disegani di Nusantara ini
Semua prajurit             : (bertepuk tangan)

Setelah kerajaan Majapahit berjalan di bawah pemerintahan Raden Wijaya, Raden Wijaya pun memiliki patih yang bernama Ranggalawe dan Lembu Sora. Diceritakan raden Wijaya bersama Patihnya sedang berada di ruang kerajaan

Raden Wijaya             : Wahai patih-patihku… berjanjilah kalian akan setia kepadaku, berbuatlah yang terbaik bagi rakyat Majapahit. Apakah kalian mengerti para patihku??
Ranggalawe dan Sora :  (serentak) Baik, Baginda, kami mengerti…

Usai mengobrol di ruang kerajaan, ternyata Ranggalawe dan Lembu Sora merencanakan sebuah pemberontakan untuk merebut tahta kerajaan dari Raden Wijaya

Ranggalawe                : Temanku, aku tak puas dengan kedudukan yang diberikan Raden Wijaya  padaku, aku pun sudah tidak sabar untuk merebut tahta kerajaan dari Raden Wijaya.
Lembu Sora                 : Benar, aku pun telah siap merebut tahta kerajaan, telah ada banyak prajurit yang akan membantu kita dalam pemberontakan ini..
Ranggalawe dan Sora : Ha…ha…ha  (tertawa dengan keras)

Setelah mereka usai menyusun rencana pemberontakan, mereka pun pergi ke kerajaan untuk menemui Raden Wijaya

Ranggalawe                : Hai..  (dengan keras dan tegas)
Raden Wijaya mengapa kau hanya memberiku kedudukan seperti ini????
Tak ingatkah kau, dulu kita bersama-sama berjuang untuk mendirikan kerajaan ini!!!
Lembu Sora                 : Benar, mengapa kau tak adil seperti ini, kau memang manusia tidak tau  terimakasih!!!
Raden Wijaya             : Apa…!(dengan keras)
Kalian mengaku ikut berjuang untuk kerajaan ini??
Kalian jangan mengaku-ngaku seperti itu!!
Yang berjuang untuk kerajaan ini adalah para pekerja yang dengan  sukarela bersedia membangun kerajaan ini dan para prajuritku yang membantuku!!

Akhirnya pertarungan pun tak dapat dihindari. Akhir dari pertentangan itu adalah sebuah pertarungan yang mengakibatkan Raden Wijaya meninggal, dan untuk menghormati Raden Wijaya dibuatlah patung dalam bentuk Dewa Wisnu dan Siwa. Raden Wijaya pun digantikan oleh Jayanegara

Jayanegara                   : Wahai rakyatku, aku adalah Jayanegara!!
Raja Majapahit, pengganti Raden Wijaya ayahku!! Ha..ha..ha..

Saat masa awal pemerintahan Jayanegara, ia mulai dihasut oleh Mahapatihnya yang licik

Saat di ruang kerajaan
Mahapatih                   : Baginda… Baginda  (masuk tergesa-gesa)
Jayanegara                   : Ada apa Mahapatih, kenapa kau terlihat cemas??
Mahapatih                   : Sepertinya keadaan di kerajaan semakin gawat Baginda..
Jayanegara                   : Memangnya ada kejadian apa, keadaan ku lihat baik-baik saja…
Mahapatih                   : Kau tidak tahu Baginda, banyak pejabat yang ingin menghianatimu Baginda, mereka harus di hukum mati..           (marah)
Jayanegara                   : Apa??? Kalau begitu kau harus segera bertindak, cepat bereskan mereka semua, Mahapatih!!!
Mahapatih                   : Baik Baginda                  ( sambil tersenyum licik )

Seiring dengan berjalannya waktu, Mahapatih terus menghasut Jayanegara. Namun pada akhirnya, Jayanegara sadar akan kesalahannya mempercayai begitu saja sang Mahapatih. Akhirnya Jayanegara memutuskan untuk menghukum mati Mahapatih tersebut.

Jayanegara                   : Dasar kau licik Mahapatih, kau menghasutku demi mendapatkan tahta kerajaan    (marah)
Mahapatih                   : Maafkan hamba Baginda raja….   (memelas)

Setelah Mahapatih tersebut di hukum mati, kondisi kerajaan mulai normal. Namun tidak disangka, Jayanegara bermain intrik dengan istri seorang tabib yang bernama tabib Tanca. Tanpa sepengetahuan Jayanegara, tabib Tanca ternyata telah mengetahui hal tersebut. Hingga pada akhirnya, pada malam saat semua telah terlelap, tabib Tanca memasuki kamar Jayanegara.

Jayanegara                   : Hai Tanca, ada apa gerangan malam-malam kau ada di kamarku??
Tanca                           : Tak usah berpura-pura, aku telah mengetahui keburukanmu, kau telah berselingkuh dengan istriku, aku sudah tidak tahan dengan semua ini Jayanegara!!
Jayanegara                   : Hah.. kau sudah tahu akan hal itu, maafkan aku Tanca, aku telah membohongimu..
Tanca                           : Aku tak bisa memaafkanmu Jayanegara,. Kini telah saatnya aku membunuhmu bersiaplah untuk mati Jayanegara!!   (sambil menusuk Jayanegara)

Setelah peristiwa pembunuhan itu terjadi, Jayanegara digantikan oleh sepupunya Tribhuwanatunggadewi Jayawardhani. Di dalam masa pemerintahannya banyak terjadi pemberontakan, salah satunya adalah pemberontakan di Sadeng dan Kuti tahun 1331, pemberontakan ini berhasil ditumpas oleh Gajah Mada.


Tribhuwana                 : Gajah Mada, kau telah berhasil membantuku dalam   pemberontakan di Sadeng dan Kuti, aku sangat barterimakasih kepadamu, dan berkat pengabdianmu terhadap kerajaan, aku mengangkatmu menjadi Patih Mangkubumi
Gajah Mada                : Baginda, sungguhkah engkau menganugrahiku gelar Patih Mangkubumi?
Tribhuwana                 : Tentu saja, engkau pantas mendapatkannya sebagai buah dari pengabdianmu
Gajah Mada                : Terima kasih yang mulia, karena Yang Mulia telah menganugerahiku gelar terhormat tersebut, maka aku berjanji di hadapan para pembesar kerajaan, aku tidak akan Amukti Palapa sebelum dapat menundukan seluruh Nusantara

Setelah Gajah Mada mengucapkan janjinya, langkah pertama yang dilakukannya adalah dengan menundukan Bali pada tahun 1343 dan dilanjutkan dengan menaklukan seluruh wilayah Nusantara pada masa pemerintahan Hayam Wuruk

Hayam Wuruk           : hai.. Gajah Mada, kau memang seorang Patih yang sangat hebat,    kau dapat menalukan Nusantaradengan Sumpah Palapamu
Gajah Mada               : Terima kasih Baginda, karena engkau telah membantuku, tanpamu juga aku tak akan bisa memperoleh ini semua

Pada masa pemerintahan Hayam wuruk, terjadi peristiwa Bubat. Peristiwa ini terjadi di ibukota Majapahit, tepatnya di sebuah lapangan luas. Awalnya ini adalah sebuah tipu muslihat Gajah Mada untuk menundukkan kerajaan Sunda Padjajaran. Gajah Mada telah berhasil mendatangkan Raja Sunda, Sri Baduga Maharaja dan putrinya, Dyah Pitaloka

Hayam Wuruk           :  Mahapatihku, ku kira usiaku kini sudah cukup dewasa, melihat putri dari Sri Baduga Maharaja, aku ingin meminangnya, ini akan mempererat hubungan kerajaan kita dengan kerajaan Sunda Padjajaran.
Gajah Mada               : Tidak Baginda, hamba akan menjodohkan Baginda dengan Dyah Pitaloka, namun perjodohan ini kita gunakan sebagai tipu muslihatagar kerajaan Sunda Padjajaran mau mengakui kedaulatan kita. Bagaimana, apakah Baginda setuju??
Hayam Wuruk           : Baiklah Mahapatihku, ku rasa itu ide yang bagus, ku serahkan padamu urusan itu!

Di lapangan luas, saat Gajah Mada dan Sri Baduga Maharaja dipertemukan…

Gajah Mada               : Hai.. kau Sri Baduga, Rajaku Hayam Wuruk ingin meminang putrimu, namun kau harus mengakui kedaulatan Majapahit, apa kau setuju??
Sri Baduga                 : Aku tidak setuju, aku tidak mau putriku menjadi permainan politikmu!!
Gajah Mada               : Dasar kau!! Jika kau tidak ingn prajuritmu gugur dan terjadi peperangan, lebih baik kau terima penawaran ini, apa kau mengerti!!

Tiba-tiba dari kejauhan datang Dyah Pitaloka

Dyah Pitaloka            : (sambil berlari) tidak!!! Aku akan setia pada kerajaan, aku tidak akan mau menikah dengan rajamu!!
Gajah Mada               : Jika itu maumu, akan terjadi peperangan besar di tempat ini, kau salah bila tak mau menerima penawaranku. Menikahlah dengan rajaku!!
Dyah Pitaloka            : Aku tetap tidak mau, aku tak mau hidup bersama rajamu, lebih baik aku mati daripada harus mengakui kedaulatan kerajaanmu!!! Aku tidak sudi, aku akan membunuh diriku sebagai tanda aku akan tetap setia pada kerajaanku.
Sri Baduga                 : Jangan anakku!! Ayah tidak ingin kau mati, terimalah perjodohan itu, ayah rela anakku…
Dyah Pitaloka            : Tidak ayah… maafkan aku    (sambil menusuk tubuhnya sendiri dengan pedang)

Sri Baduga tidak dapat menghalangi keinginan putrinya, dan Dyah Pitaloka pun mati. Terjadilah sebuah peperangan besaryang melibatkan 2 kerajaan tersebut yang dikenal dengan peristiwa Bubat. Setelah peristiwa Bubat, Mahapatih Gajah Mada mengundurkan diri dari jabatannya karena usia lanjut.

Hayam Wuruk             : Patihku, terima kasih selama ini kau telah mengabdi pada kerajaan, jasamu akan dicatat oleh sejarah. Walaupun kini kau sudah tak menjadi patihku lagi..
Gajah Mada                : (sambil mengangguk) saya akan tetap dan selalu berjuang demi kerajaaan Majapahit, Baginda…

Setelah beberapa lama Majapahit berjaya, ternyata tibalah masa keruntuhannya

Hayam Wuruk             : Mengapa seluruh peganganku dalam menjalankan kerajaan ini hilang seiring dengan berjalannya waktu???

Karena kematian Gajah Mada dan ibunya Tribhuwanatunggadewi, hayam Wuruk kehilangan penasehatnya dan menyebabkan kerajaan menjadi gunjang ganjing. Persaingan dan intrik politik diantara keluarga kerajaan pun terjadi setelah Hayam Wuruk meninggal pada tahun 1389

Bhre Wirabhumi                      : Wardhani, kaulah yang pantas untuk menjadi raja, bukan suami mu itu!! Dia tak pantas menjadi raja!!
Wardhani                                : Kak, bukan maksudku untuk tidak menjadi raja, namun aku tidak siap menjadi raja dari kerajaan ini, kak
Bhre Wirabhumi                      : Apa..?? kau tidak siap??
Kau siap menjadi raja jika kau mau, karena ini memang hak mu, bukan suami mu!!
Wardhana                                : Istriku, jika memang kau tidak siap menjadi raja, aku siap menggantikanmu.
Bhre Wirabhumi                      : Apa?? Kau bangga sekali mengatakan itu.. bila kau menjadi raja, ku yakin kerajaan ini akan runtuh!!!

Kemarahan Bhre Wirabhui semakin tak terbendung lagi setelah Wikramawardhana menyerahkan kekuasaannya pada Suhita anaknya, dan akhirnya terjadilah peperangan diantara mereka yang disebut perang Paregreg yang mengakibatkan terbunuhnya Wirabhumi dan secara tidak langsung menyebabkan semakin melemahnya kerajaan Majapahit serta  timbullah benih balas dendam di kalangan keluarga kerajaan.
Dengan melemahnya kerajaanMajapahit, terjadilah penyerangan oleh pasukan Kerajaan Islam Demak pimpinan Raden Patah yang menyebabkan keruntuhan Majapahit.

Raden Patah                : Runtuhkanlah Majapahit!!!
Prajurit                                    : Hyaaaat……!!!!!

Saturday, August 19, 2017

Sejarah Desa Pasar Batang

Pada zaman dahulu kala di daerah Brebes termasuk jajahan Belanda. Suatu hari seorang pemimpin penduduk dari daerah Sawojajar berusaha untuk menyulut semangat rakyat untuk melawan penjajah tersebut,kemudian rakyat tersebut pun berbondog bondong menuju markas para penjajah tersebut,sesampainya di daerah pemali dekat Pendopo Brebes rombongan rakyat Sawojajar tersebut bertemu dengan rombongan rakyat lain dari daerah yang sekarang bernama Kauman yang di pimpin oleh seorang tokoh agama/kyai. Taklama kemudian mereka sampai tempat tujuan dan peperangan pun pecah,para rombongan berperang gagah tangguh,dengan alat seadanya meskipun dengan alat bambu runcing dan parang tajam yang sederhana mereka dapat melumpuhkan sebangai pasukan. Mereka   menebas kepala Belanda tanpa ampun dan menusuk seruncing bambu agar menancap di tubuh para penjajah hingga mati perlahan. Setelah hampir sebagian sebagian besar penjajah hampir kalah,Belanda pun meminta bantuan kepada para pasukan terdekat di beberapa daerah untuk bergabung dan membawa senapan mesin,disinilah para pahlawan kita kwalahan  mundur mencari perlindungan dan banyak para rakyat yang tewas karena senjata penjajah tersebut. Dan para pejuang yang masih hidup itu berlari kearah Utara yang kebetulan sebabian daerah tersebut bekas hutan yang dijadikan tanah lapak yang luas dan masih sedikit orang yang menetap disana,sebagian bersembunyi sebagian lagi menjaga daerah belakang,deapan,dan samping. Tetapi bagai manapun tenaga para pejuang tiada berdaya karena kekurangan stok makanan dan kurangnya istirahat. Akhirnya pun sebagian dari yang tersisa tertangkap dan dibunuh dengan sadisnya,kekalahan para pejuang pun tidak terrelakan lagi ,banyak mayat manusia yang bergeletakan di sana sini. Pada akhirnya daerah yang penuh mayat manusia tersebut banyak sekali tergeletak seperti pasar mayat,lambat laun daerah tersebut di penuhi penduduk dan mereka menyebut daerah tersebut dengan “PASARBATANG”, “PASAR” yang berarti tempat ramai,sedangkan “BATANG” berarti bangkai atau mayat.


Penyuntng :


1.     A.ARFI FERDITA 
2.     AULIA NUR CHASANAH 
3.     MARIA 
4.     RAFI ABDUL BASITH 
5.     VINA AULIA PRAMESTI
 

SEJARAH DESA TENGKI

Suatu ketika ada seorang warga yang berasal dari china sedang menelusuri hutan. Ia menelusuri hutan dengan tujuan mencari tempat untuk meneruskan kehidupanya, sehingga dia pun menelusuri berbagai hutan. Beliau mendirikan gubug kecil sebagai tempat istirahat dikala rasa penat dan lelah menjeratnya di pinggir hutan. Nama beliau yaitu “Tengsen”. Beliau selalu di terangi oleh lampu gantung yang di bawanya kala itu Ketika beliau datang ke hutan ini. Setiap hari beliau menjual hasil hutannya kepasar demi memenuhi kebutuhan sehar-hari. Karena pada saat itu di hutan beluma ada penghuninya maka tak heran jika disetiap beliau pergi tak pernah lupa membawa lampu gantung itu yang mana fungsinya sebagai penerang jalannya.

                  Pada suatu ketika saat beliau berjualan di pasar, barang dagangan yang dijual hari sebelumnya masih tersisa, pasti akan di jual kembali pada pagi hari selanjutnya. Begitupun juga untuk seterusnya. Dan saat itu juga beliau mengajak beberapa temannya untuk berkunjung kerumahnya itu. Disana, temannya pun bertanya kepada tuan Tengsen tentang barang dagangan yang kemarin tersisa dari jualannya itu, lalu tuan Tengsen pun menjawabnya “Barang ini akan di jual lagi ketika pagi nanti di saat ku berjualan dipasar”.

                  Seiring berjalannya waktu, usia tuan Tengsen pun terus bertambah, hingga beliau mulai beranjak ke usia yang tua dan sudah mulai tidak sanggup lagi untuk berjualan dikarenakan sering mengalami rasa sakit pada fisiknya. Lalu, dikala tuan Tengsen sakit dan sebelum meninggal, beliau sempat bepesan kepada beberapa  temannya tersebut untuk menamai Hutan tersebut menjadi suatu desa yang bernama “Desa Tengki” yang mana artinya dalam bahasa jawa yaitu “Ora Enteng Nganggo Sekiki” atau bias juga diartikan “jika tidak habis untuk besoknya lagi”. Setelah beliau meninggal, kemudian mulailah banyak orang yang berdatangan dan menetap di Desa Tengki itu. Sehingga yang dulunya hutan belantara menjadi sebuah pemukiman warga yang mayoritas penduduknya adalah Petani.

                  Namun ada cerita lain yang mengatakan bahwa Desa Tengki terbentuk karena pada saat itu ada orang keturunan Arab yang membawa lentera minyak. Lentera tersebut menjadi bahan rebutan antara orang Arab dengan orang Cina. Adapula orang yang mengatakan bahwa pada zaman dahulu tentara Belanda membawa Tank dan bertempur di hutan tersebut hingga Desa Tengki Banyak mengandung Istilah Yaitu yang Pertama TENGKI yang berarti “Ora teng go sekiki”. Yang kedua TENGKI yang berarti “Teng nggo saiki” dan yang ketiga TENGKI yang berarti tempat minyak yaitu (Tangki) dan mobil Tank yang lama kelamaan berubah menjadi Tengki. Tentunya cerita yang benar maupun salah itu tergantung dari kepercayaan diri kita masing-masing.

Penyunting : 


1.  A. R. SYAHRI RAMADHANY
2.  BHARA WIRAMDANI P.
3.  GIOVANNI ZIDAN
4.  NAHDIANA AULIAH
5.  ROSIANA SALSA ANISA
Sumber :
http://orangbrebes.blogspot.co.id 

SEJARAH KEDUMANIS,KECAMATAN SALEM,KABUPATEN BREBES

Kadumanis adalah desa di kecamatan Salem, Brebes, Jawa Tengah, Indonesia.Desa ini terletak di sebelah utara kecamatan Salem, berbatasan langsung dengan desa Gandong, desa Citimbang, dan desa Sindangwangi (Kecamatan Bantarkawung). Konon nama "Kadumanis" diambil dari kisah seorang kyai dari Kuningan yang memberikan satu buah durian yang sangat manis kepada tokoh desa Cidadut pada waktu itu yang bernama Ki Gede Pamahan, dan setelah merasakan rasa durian itu ternyata rasanya sangat manis maka nama desa itu diberi nama "Kadumanis" yang artinya buah durian yang sangat manis. Menurut salah satu saksi sejarah dan tokoh masyarakat kadumanis (Samedja Sarya), dulunya desa Kadumanis terletak di Pamahan (sekarang sudah menjadi pesawahan). Pada zaman penjajahan baik Belanda, Jepang, dan pemberontakan DI/TII desa Kadumanis adalah tempat yang sangat strategis untuk bersembunyi karena letak geografis desa tersebut yang dikelilingi oleh hutan belantara dan terpencil.Kadumanis pada zaman penjajahan DI/TII adalah tempat dimana Kartosuwiryo dan anak buahnya bersembunyi.Fakta sejarah ini diungkap oleh salah satu tokoh masyarakat dan saksi sejarah waktu itu (Sameja Sarya),bahkan peninggalan dari peristiwa tempat persembunyian tersebut sampai saat ini masih ada tetapi sudah rusak,karena tidak terpelihara..Desa kadumanis sekarang sudah mengalami kemajuan yang sangat pesat dibandingkan dengan beberapa waktu lalu. Memasuki tahun 2007, desa Kadumanis sudah mulai masuk alat penerangan (PLN). Sehingga menambah semarak desa tersebut,sehingga desa tersebut mulai menjadi tempat yang menyenangkan untuk dikunjungi.Jaringan PLN baru masuk ke wilayah tersebut sejak tahun 1997.Jaringan telepon satelit akhir-akhir ini semakin populer ,sebab jaringan telepon line belum tersedia.Untuk jaringan internet sendiri sudah bisa dinikmati oleh seluruh warga.Dan bisa di akses oleh siapa saja dengan banyaknya Cafe Internet yang tersebar serta Area HotSpot di beberapa gedung.Untuk sekolah dan intansi pemerintahan wajib terkoneksi dengan jaringan internet.Dibalik terpencilnya desa Kadumanis,sesungguhnya desa Kadumanis memiliki tempat yang sangat indah untuk dikunjungi bahkan tempat untuk rekreasi. Dengan memiliki dua buah air terjun yang sangat indah, yaitu air terjun Cileles dan air terjun Citimbang, maka tempat ini enak sekali untuk dipakai botram (istilah untuk makan-makan di pinggir sungai dengan cara membawa bahan masakan dari rumah).


Monday, August 14, 2017

isi kitab negara kertagama

Negarakertagama
TERJEMAHAN KITAB NEGARA KERTAGAMA

Negara Kertagama atau Kitab Negara Kertagama merupakan Puisi/Kakawin Masyur pada Jaman Kebesaran Majapahit yang dikarang oleh Mpu/Empu Prapanca (Nama Lain/Pujangga dari Raja Hayam Wuruk..pen). Kitab Negara Kertama dikarang dengan bahasa Jawa Kuno/Kawi dan menceritakan tentang silsilah Raja Hayam Wuruk dan Kebesaran Kerajaan Majapahit dengan wilayahnya yang mencakup seluruh Nusantara/Indonesia dengan sebagian wilayah Malaysia dan Philipina bahkan bagian utara Australia. Inilah Terjemahan dari Kitab Negara Kertagama dan semoga bermanfaat bagi kita semua………

NEGARAKERTAGAMA

Pupuh I 1. Om! Sembah pujiku orang hina ke bawah telapak kaki Pelindung jagat Siwa-Buda Janma-Batara sentiasa tenang tenggelam dalam Samadi Sang Sri Prawatanata, pelindung para miskin, raja adiraja dunia Dewa-Batara, lebih khayal dari yang khayal, tapi tampak di atas tanah.

2. Merata serta meresapi segala makhluk, nirguna bagi kaum Wisnawa Iswara bagi Yogi, Purusa bagi Kapila, hartawan bagai Jambala Wagindra dalam segala ilmu, dewa Asmara di dalam cinta berahi Dewa Yama di dalam menghilangkan penghalang dan menjamin damai dunia.

3. Begitulah pujian pujangga penggubah sejarah raja, kepada Sri Nata Rajasanagara, Sri Nata Wilwatikta yang sedang memegang tampuk negara Bagai titisan Dewa-Batara beliau menyapu duka rakyat semua Tunduk setia segenap bumi Jawa, bahkan malah seluruh nusantara.

4. Tahun Saka masa memanah surya (1256) beliau lahir untuk jadi narpati Selama dalam kandungan di Kahuripan, telah tampak tanda keluhuran Gempa bumi, kepul asap, hujan abu, guruh halilintar menyambar-nyambar Gunung Kampud gemuruh membunuh durjana, penjahat musnah dari Negara.

5. Itulah tanda bahwa Batara Girinata menjelma bagai raja besar Terbukti, selama bertakhta, seluruh tanah Jawa tunduk menadah p’rintah Wipra, satria, waisya, sudra, keempat kasta sempurna dalam pengabdian Durjana berhenti berbuat jahat, takut akan keberanian Sri Nata.

Pupuh II

1. Sang Sri Rajapatni yang ternama adalah nenekanda Sri Baginda Seperti titisan Parama Bagawati memayungi jagat raya Selaku wikuni tua tekun berlatih yoga menyembah Buda Tahun Saka dresti saptaruna (1272) kembali beliau ke Budaloka.

2. Ketika Sri Rajapatni pulang ke Jinapada, dunia berkabung Kembali gembira bersembah bakti semenjak Baginda mendaki takhta Girang ibunda Tribuwana Wijayatunggadewi mengemban takhta Bagai rani di Jiwana resmi mewakili Sri Narendra-putera.

Pupuh III

1. Beliau bersembah bakti kepada ibunda Sri Rajapatni Setia mengikuti ajaran Buda, menyekar yang telah mangkat Ayahanda Baginda raja yalah Sri Kertawardana raja Keduanya teguh beriman Buda demi perdamaian praja.

2. Ayahnya Sri Baginda raja bersemayam di Singasari Bagai Ratnasambawa menambah kesejahteraan bersama Teguh tawakal memajukan kemakmuran rakyat dan negara Mahir mengemudikan perdata, bijak dalam segala kerja.

Pupuh IV

1. Puteri Rajadewi Maharajasa, ternama rupawan Bertakhta di Daha, cantik tak bertara, bersandar nam guna Adalah bibi Baginda, adik maharani di Jiwana Rani Daha dan rani Jiwana bagai bidadari kembar.

2. Laki sang rani Sri Wijayarajasa dari negeri Wengker Rupawan bagai titisan Upendra, mashur bagai sarjana Setara raja Singasari, sama teguh di dalam agama Sangat mashurlah nama beliau di seluruh tanah Jawa.

Pupuh V

1. Adinda Baginda raja di Wilwatikta: Puteri jelita, bersemayam di Lasem Puteri jelita Daha, cantik ternama Indudewi puteri Wijayarajasa.

2. Dan lagi puteri bungsu Kertawardana Bertakhta di Pajang, cantik tidak bertara Puteri Sri Narapati Jiwana yang mashur Terkenal sebagai adinda Sri Baginda.

Pupuh VI

1. Telah dinobatkan sebagai raja tepat menurut rencana Laki tangkas rani Lasem bagai raja daerah Matahun Bergelar Rajasawardana sangat bagus lagi putus dalam naya Raja dan rani terpuji laksana Asmara dengan Pinggala.

2. Sri Singawardana, rupawan, bagus, muda, sopan dan perwira Bergelar raja Paguhan, beliaulah suami rani Pajang Mulia perkawinannya laksana

Sunday, August 13, 2017

Dwi Tunggal Indonesia (Soekrano-Hatta)

Soekarno dan Hatta adalah dua orang yang memiliki pertalian unik dalam persahabatan. Kedua orang yang menjadi tokoh sentral dalam proklamasi kemerdekaan indonesia ini sangat terkenal dengan sebutan dwi tunggal.
Mereka sudah bersahabat sejak masa perjuangan melawan belanda. Keduanya terus bersama bahu – membahu melewati segala hal dalam meraih kemerdekaan, hingga akhirnya terpilih sebagai presiden dan wakil presiden. Banyak kisah yang terjadi didalam persahabatan mereka. Soekarnolah yang menjodohkan Hatta dengan Rachmi Rachim. Dan hatta lah yang menggantikan Soekarno menjadi wali untuk anaknya Guntur Soekarnoputra. namun persahabatan mereka ada kalanya tak selalu sejalan. Dalam perjalanannya Dwi tunggal ini berpisah semata-mata karena pandangan politik yang sudah berbeda. Sebagai seorang democrat sejati dan seorang politikus kawakan, Hatta memilih mundur untuk memberi kesempaatan kepada Soekarno membuktikan pendirian dan konsepnya. Meskipun begitu, Hatta tetap mengkritik kebijakan-kebijakan politik Soekarno bila dirasa mulai menyimpang.
Perbedaan tak menghalangi persatuan batin antara Soekarno-Hatta. Perbedaan pandangan politik tak membuat mereka saling membenci namun justru malah saling menghargai dan menyatakan dengan jujur akan kebenaran pihak lain yang dianggapnya benar. Serang menyerang soal ide negera antar keduanya adalah hal yang biasa. Tapi soal hal pribadi mereka tetap menjaga silaturahmi dan tidak menyakiti hati masing-masing
Hebatnya lagi meski mereka terpisah dan sering silang pendapat, persahabatan mereka tetap terjaga. Mereka berdua tetap saling bertemu, suatu kisah tahun 1962 bung hatta sakit. Bung karno menyempatkan diri menengok sahabatnya, lalu memutuskan agar bung hatta memperoleh perawatan yang lebih baik ke luar negeri. Akhirnya bung hatta dapat berobat ke Swedia .
Begitupun sebaliknya, pasca 30 september 1965, bung karno adalah tahanan rumah orde baru. Pertemuan antara keduanya mulai terbatasi oleh adanya peraturan yang melarang siapapun untuk bertemu dengan bung karno, hingga akhirnya jatuh sakit yang demkian parah. Melhat sahabatnya sakit parah akhirnya bung hatta mengajukan permohonan terhadap presiden soeharto agar bung karno dirawat di rumah sakit. Bung karno akhirnya dirawat dI RS Gatot Subroto. Meskipun dengan pengawalan yang ketat.
Bung Karno telah beberapa hari tergolek sakit di wisma yaso. Sehingga Bung Hatta kembali mengajukan permohonan kepada presiden Soeharto agar diijinkan menengok sahabatnya yang telah dirundung malang tersebut. Seperti diberi kekuatan untuk menyaksikan kedatangan bung hatta.
            Berkata lirih Soekarno kepada Hatta “Hatta kau disini ?” dan bung hatta pun menjawab “ Ya, Bagaimana keadaan mu No?” sambal memegang lembut tangan sahabatnya yang terbaring tak berdaya. Kemudian bung karno melanjutkan sapaan lemahnya “ Hoe at het met jou” (Bagaimana keadaanmu?) Hatta tak kuasa lagi menahan derasnya arus kesedihan demi mendengar sahabatnya menyapanya dalam Bahasa belanda yang mengngatkannya dengan masa-masa penuh nostalgia. Setlah itu Soekarno menangis terisak-isak dihadapan teman seperjuangannya..
            Seketika Hatta pun tak kuasa membendung air mata. Kedua sahabat yang lama berpisah saling berpegang tangan seolah takut berpisah. “No” hanya kata itu yang sanggup hatta ucapkan. Bibirnya gemetar menahan kesedihan, bahunya terguncang karena ledangan emosi yang menyesakan dada, yang mengalirkan air mata. Keduanya tetap berpegangan tangan.
            Bahkan, kemudian bung karno mnta dipakaikan kacamata agar melihat sahabatnya lebih jelas. Selajutnya keduanya hanya bertatap mata dan berbicara melalui Bahasa mata.sungguh ada sejuta makna yang tertumpah pada sore hari yang bersejarah itu. Selanjutnya bung karno hanya diam, seolah pasarah menunggu datangnya malaikat penjemput. Pertemuan tersebut menjadi pertemuan terakhir mereka berdua, karena dua hari sesudahnya bung karno harus wafat, pergi meninggalkan sahabatnya 

Sumber : Intisari-online.com

                Buku : The Love Story of Bung Karno. 
               Majalah Historia

Thursday, August 10, 2017

naskah drama kerajaan kalingga


Alkisah, diceritakan pada tahun 674-732 m di sebuah kerajaan bernama Kalingga. Kerajaan Kalingga adalah kerajaan dipimpin oleh seorang ratu bernama ratu sima. Ia memimpin kerajaannya dengan bijaksana dan adil sehingga rakyatnya hidup damai dan makmur.
Di alun2 kerajaan
Pengawal : perhatian-perhatian yang mulia ingin berbicara
Ratu Sima : rakyat ku perlu kalian ketahui bahwa kita harus mempertahankan keadilan maka dari itu tidak boleh ada korupsi, kekerasan dan  pencurian di dalam kerajaan ini. Bagi siapa saja yang melanggar titahku akan ku beri hukuman mati.
Selain menjadi rakyat yang hidup makmur, rakyat juga mempelajari ajaran-ajaran Budha juga berkembang pesat di kerajaan kalingga. Ajaran Budha di kerajaan ini pun sangat disegani oleh pendeta pendeta dari luar kerajaan.
Pendeta dari India : permisi tuan? kami mendengar kerajaan ini katanya terkenal dengan ajaran budhanya, bisakah tuan memberi tahu kami dimana tempat pendeta Budha yg terkenal itu?
Pedagang : benar sekali tuan, teruslah berjalan ke arah Utara jalan pasar ini.
Pendeta dari India : terima kasih tuan.
Pendeta Kalingga sedang bersemedi dibawah pohon.
Pendeta dari India: permisi tuan?
Pendeta Kalingga : ada apa kisanak?
Pendeta dari India : kami datang dari luar kerajaan, ingin mempelajari ajaran agama Budha untuk kami terapkan di daerah asal usul kami tuan. Bolehkah kami mempelajarinya?
Pendeta Kalingga : tentu saja, mari silahkan.
Di lain tempat ratu Sima sedang berbincang dengan menterinya di dalam istana
Ratu Sima: menteriku?
Menteri : hamba yang mulia
Ratu Sima : apakah ada rakyatku yg melanggar titah?
Menteri : tidak ada yg mulia
Ratu Sima : baiklah akan aku uji, jatuhkan satu kantong koin emas di halaman taman depan istana. Bagi siapapun yg mengambil dan menyentuhnya maka penggalah kepalanya.
Menteri : baik yang mulia.
Menteri pun segera melaksanakan perintah sang ratu
Beberapa hari kemudian, di taman depan istana
Terlihat pangeran sedang berjalan keliling istana dengan para pengawal
Secara tidak sengaja pangeran terjatuh
Pengawal : pangeran? Apa pangeran tidak apa-apa?
Pangeran : tidak apa-apa pengawal
Pengawal : tapi pangeran anda telah menyentuh koin emas itu pangeran
Pangeran : tapi.... tapi aku tidak sengaja menyentuhnya pengawal
Seketika pengawal melaporkan kejadian ini kepada menteri
Menteri : cepat tangkap pangeran.
Pengawal : laksanakan yg mulia
Pangeran pun dibawa kehadapan ratu sima
Menteri : yang mulia ratu, hamba ingin melapor
Ratu Sima : ada apa menteriku?
Menteri : yang mulia pangeran telah menyentuh barang yg bukan miliknya sehingga seharusnya pangeran mendapatkan hukuman.
Ratu Sima: benar itu anakku?
Pangeran : benar ibu. Aku tidak sengaja menyentuhnya
Ratu Sima: baiklah, walau kau putraku. Kau akan tetap aku hukum demi keadilan kerajaan ini.
Menteri : ampuni hamba yg mulia ratu. Bolehkah hamba usul?
Ratu Sima : silahkan apa usulmu itu menteri?
Menteri : yang mulia, hukum memanglah hukum tapi hukum tidak harus disamakan ratakan. Pangeran hanya tidak sengaja tersandung kantung koin emas itu. Jadi hanya kaki pangeran lah yg bersalah
Ratu Sima : baiklah aku terima usulmu. Sekarang segera bawa pangeran ke alun-alun kerajaan
Di depan alun-alun kerajaan
Menteri : wahai rakyat Kalingga, lihatlah ratu kita telah melakukan tindak keadilan. Kami akan menghukum orang yang tidak mematuhi titah sang ratu. Pengawal segera laksanakan hukumannya
Pengawal : siap yang mulia
Pangeran pun dipotong kakinya



Night Mode