Saturday, September 16, 2017

Naskah Drama Kerajaan Tarumanegara

Pada abad ke 4 hingga abad ke 7 M, berdirilah sebuah kerajaan yang berkuasa di wilayah pulau Jawa bagian barat yang merupakan salah satu kerajaan tertua di nusantara, kerajaan itu bernama kerajaan Tarumanegara yang didirikan oleh  Rajadirajaguru Jayasingawarman yang sering disebut dengan raja jayasingawarman.



Diceritakan Raja Jayasingawarman memberikan mandat kepada putranya untuk menggantikannya sebagai seorang raja

Jayasingawarman: Wahai putraku, ada hal ingin ayah sampai kan padamu, ini menyangkut

masa depan kerajaan kita.

Dharmayawarman: Apakah gerangan itu ayahanda? Apakah yang ingin engkau sampaikan padaku tentang kerajaan?

Jayasingawarman: Seperti yang engkau ketahui, umur ayah tak semuda dulu, kini umur ayah semakin senja dan sudah sepantasnya ayah mempercayai engkau sebagai penggantiku untuk memimpin kerajaan, bersediakah engkau putraku?

Dharmayawarman: Baik ayah jika itu yang engkau mau, selagi aku mampu, aku bersedia menuruti perintahmu, apapun itu.

Jayasingawarman: Apakah kamu bersungguh-sungguh dengan perkataanmu wahai putraku?

Dharmayawarman: Aku bersungguh-sungguh ayah, aku akan menjadi Raja seperti ayah, bahkan lebih baik dari ayah.

Jayasingawarman: Baiklah putraku, aku pegang janji mu.
Beberapan tahun berselang Raja Jayasingawarman meninggal dunia dan dipusarakan di tepi kali dumati, kesedihan dengan penuh tanggung jawab pun terlihat di wajah Dharmayawarman, Putra raja Jayasingawarman.

Dharmayawarman; Ayahanda ku tercinta, meskipun kau telah tiada tapi tanggung jawab yang kau berikan padaku masih terngiang jelas di telingaku, aku akan membuktikannnya ayahku (berbicara di pusara ayahnya, sebelum meninggalkan Pusara)
8 tahun memimpin kerajaan, Raja Dharmayawarman pun meninggal dunia, ia telah membuktikan janji nya untuk menjadi raja seperti ayanya bahkan lebih dari ayahnya, sepeninggalnya raja Dharmayawarman, kerajaan diambil alihkan pimpinannya oleh Raja maharaja Punawarman yang merupakan raja ketiga Tarumanegara, dimasa pimpinannya, ia membuat ibukota kerajaan baru yang terletak lebih dekat ke pantai, yang diberi nama sundapura

Purnawarman: Wahai Rakyatku, aku tau kita semua masih berkabung, kita telah kehilangan raja, tapi bukan berarti kita terus bersedih, masih banyak harapan baru, jadi aku memohon kerja sama kalian wahai rakyatku

Rakyat: hidup raja purnawarman, hidup!

Purnawarman: aku ingin melakukan yang terbaik untuk kerajaanku serta untuk rakyatku, langkah awal yang aku ingin lakukan yaitu Bagaimana kalau kita membangun ibukota kerajaan? Tapi sebelum itu, apa kalian punya usul dimana letak strategis untuk ibukota kerajaan tercinta ini?

Rakyat: Ya baginda, aku setuju! Bagaimana jika kerajaan kita letaknya dengan pantai agar bisa  meluas ke wilayah-wilayah seberang dengan berlayar, serta agar kita tidak kekeringan lagi.

Purnawarman: sepertinya itu ide yang bagus! Prajurit siapkan apa yang seharusnya kalian siapkan!

Prajurit: baik baginda, izinkan kami mencari lokasi tersebut

Purnawarman: baik, kalian diizinkan.

Prajurit: terima kasih baginda



Setelah diperlukan beberapa waktu untuk mencari, akhirnya ditemukan tempat yang cocok seperti yang rakyat inginkan

Prajurit: ini sepertinya cocok untuk ibukota kerajaan kita baginda, selain tempatnya yang strategis, cuaca disini juga tampaknya bersahabat.

Purnawarman: hmm sepertinya ini memang tempatnya, bagaimana jika ibukota kita ini diberi

nama “sundapura”?

Rakyat dan Prajurit: kami setuju baginda, apapun yang baginda usulkan kami percaya itu yang terbaik untuk kerajaan ini.



Setelah ditetapkan ibukota kerajaan  beserta namanya, Baginda Raja mempunyai program baru, yaitu melakukan penggalian Sungai Gomati dan Candrabaga tombak (sekitar 11 km). setelah sungai tersebut digali, raja menyedekahkan 1000 ekor sapi kepada kaum Brahmana



Purnawarman: wahai semua Rakyat dan Prajurit kerajaan, atas dasar rasa terimakasih kita kepada dewa, aku ingi  menyedekahkan 1000 ekosr sapi kepada kaum Brahmana

Rakyat dan prajurit: ide bagus Baginda, kami sangat setuju

Purnawarman: Prajurit dan rakyatku, kalian kumpulkan kaum brahmana!

Rakyat dan prajurit: siap baginda Kehidupan politik Raja Purnawarman adalah raja besar yang telah berhasil meningkatkan kehidupan rakyatnya, hal ini dibuktikan dari prasasti tugu yang menyatakan Raja Purnawarman telah memerintah untuk menggali sebuah kali

Purnawarman: Wahai prajuritku, aku minta kesediaan kalian untuk menggali sebuah kali

Prajurit: baik baginda, laksanakan!



Setelah melawati masa kejayaan, Tarumanegara akhirnya dihadapkan dengan masa keruntuhan dimana Dewi Manasih, Putri pertama raja ke 12 Tarumanegara, yang bernama Linggawarman menikah dengan pendiri kerajaan sriwijaya



Dewi: Ayahanda, bolehkah aku menikah dengan pria yang aku cintai?

Linggawarman: Siapakah pria yang kamu cintai itu putriku?

Dewi: pria itu bernamaTarusbawa, ayahanda.

Linggawarman: Apa? Tarusbawa? (terkejut)

Dewi: benar ayahanda, aku sangat mencintai dia, restui aku dengannya ayah, aku mohon.

Linggawarman: Bukankah dia pendiri kerajaan Sunda anakku?

Dewi: benar sekali ayah, aku mohon ayah..

Linggawarman: baiklah, tapi aku punya satu syarat untukmu, jika kelak kalian menikah, aku mohon untuk tidak berkhianat dengan kerajaan tercinta kita ini

Dewi: baik ayah, aku akan menyanggupinya. Besok akan aku bawa kehadapan ayah pria yang aku cintai itu.



Keesokan hari nya…

Dewi: Ayah, ini janji ku kemarin, membawa pria yang aku cintai kehadapan ayah.

Tarusbawa: apa kabar ayah? Salam dariku calon menantumu

Linggawarman: Belum jadi mantu aja udah manggil ayah, apalagi udah jadi mantu

Tarusbawa: ini melatih agar nanti tidak canggung ayah

Linggawarman: Alasan aja kamu, jadi kapan kamu melamar anak saya?

Tarusbawa: yang pasti secepatnya Ayah, kalo bisa besok ngapain lama-lama? Ntar anak ayah diambil orang lagi

Linggawarman: baik, besok kalian akan menikah sesuai dengan janji kamu

Dewi danTarusbawa: baik ayah



Setelah keesokan harinya, mereka pun menikah di kediaman raja Linggawarman, dan pada suatu ketika..

Tarusbawa: Hahaha akhirnya kekuasaan pun jatuh ketangan ku, sudah lama aku mengincar kekuasaan ini, dengan mudahnya aku mendapatkan apa yang aku incarkan hahaha (tertawa puas)
Dewi: aku ga nyangka mas, ternyata kamu menikahi ku bukan karena cinta, tapi karena ingin mendapatkan kekuasaan ayahanda, kamu tega banget!

Tarusbawa: cinta? Haha kamu pikir semua ini karena cinta? Gampang banget ya kamu dimanfaatin

Dewi: akan aku laporkan kelakuanmu sama ayahanda mas!

Tarusbawa: terserah apa yang akan kamu lakukan, hahaha yang penting aku mendapatkan apa yang aku mau



Setelah diadukan ke raja Linggawarman…

Linggawarman: sudah aku duga, awalnya kamu memang ingin memanfaatkan putriku demi merebut kekuasaan dari tanganku, kalau bukan karena putriku, aku tidak merestui hubungan kalian

Tarusbawa: percuma saja ayah berkomentar panjang lebar, toh kekuasaan sudah jatuh ketanganku, sekarang ayah ga bisa berkuasa lagi

Linggawarman: Aku mohon jangan kau hancurkan kerajaan ini, biarkan kerajaan ini damai, tentram bersahaja

Tarusbawa: kamu terlambat ayah, aku akan mengganti kerajaan Tarumanegara ini menjadi kerajaan sunda, hahaha

Linggawarman: dasar pengkhianat kamu tarusbawa!

Tarusbawa: haha terserah ayah, bersiaplah untuk mengalami keruntuhan ayah hahaha
Sejak saat itu kerajaan Tarumanegara mengalami keruntuhan dan berubah menjadi kerajaan sunda (kerajaan bawahan sunda) –



-Selesai-

Pada abad ke 4 hingga abad ke 7 M, berdirilah sebuah kerajaan yang berkuasa di wilayah pulau Jawa bagian barat yang merupakan salah satu kerajaan tertua di nusantara, kerajaan itu bernama kerajaan Tarumanegara yang didirikan oleh  Rajadirajaguru Jayasingawarman yang sering disebut dengan raja jayasingawarman.



Diceritakan Raja Jayasingawarman memberikan mandat kepada putranya untuk menggantikannya sebagai seorang raja

Jayasingawarman: Wahai putraku, ada hal ingin ayah sampai kan padamu, ini menyangkut

masa depan kerajaan kita.

Dharmayawarman: Apakah gerangan itu ayahanda? Apakah yang ingin engkau sampaikan padaku tentang kerajaan?

Jayasingawarman: Seperti yang engkau ketahui, umur ayah tak semuda dulu, kini umur ayah semakin senja dan sudah sepantasnya ayah mempercayai engkau sebagai penggantiku untuk memimpin kerajaan, bersediakah engkau putraku?

Dharmayawarman: Baik ayah jika itu yang engkau mau, selagi aku mampu, aku bersedia menuruti perintahmu, apapun itu.

Jayasingawarman: Apakah kamu bersungguh-sungguh dengan perkataanmu wahai putraku?

Dharmayawarman: Aku bersungguh-sungguh ayah, aku akan menjadi Raja seperti ayah, bahkan lebih baik dari ayah.

Jayasingawarman: Baiklah putraku, aku pegang janji mu.
Beberapan tahun berselang Raja Jayasingawarman meninggal dunia dan dipusarakan di tepi kali dumati, kesedihan dengan penuh tanggung jawab pun terlihat di wajah Dharmayawarman, Putra raja Jayasingawarman.

Dharmayawarman; Ayahanda ku tercinta, meskipun kau telah tiada tapi tanggung jawab yang kau berikan padaku masih terngiang jelas di telingaku, aku akan membuktikannnya ayahku (berbicara di pusara ayahnya, sebelum meninggalkan Pusara)
8 tahun memimpin kerajaan, Raja Dharmayawarman pun meninggal dunia, ia telah membuktikan janji nya untuk menjadi raja seperti ayanya bahkan lebih dari ayahnya, sepeninggalnya raja Dharmayawarman, kerajaan diambil alihkan pimpinannya oleh Raja maharaja Punawarman yang merupakan raja ketiga Tarumanegara, dimasa pimpinannya, ia membuat ibukota kerajaan baru yang terletak lebih dekat ke pantai, yang diberi nama sundapura

Purnawarman: Wahai Rakyatku, aku tau kita semua masih berkabung, kita telah kehilangan raja, tapi bukan berarti kita terus bersedih, masih banyak harapan baru, jadi aku memohon kerja sama kalian wahai rakyatku

Rakyat: hidup raja purnawarman, hidup!

Purnawarman: aku ingin melakukan yang terbaik untuk kerajaanku serta untuk rakyatku, langkah awal yang aku ingin lakukan yaitu Bagaimana kalau kita membangun ibukota kerajaan? Tapi sebelum itu, apa kalian punya usul dimana letak strategis untuk ibukota kerajaan tercinta ini?

Rakyat: Ya baginda, aku setuju! Bagaimana jika kerajaan kita letaknya dengan pantai agar bisa  meluas ke wilayah-wilayah seberang dengan berlayar, serta agar kita tidak kekeringan lagi.

Purnawarman: sepertinya itu ide yang bagus! Prajurit siapkan apa yang seharusnya kalian siapkan!

Prajurit: baik baginda, izinkan kami mencari lokasi tersebut

Purnawarman: baik, kalian diizinkan.

Prajurit: terima kasih baginda



Setelah diperlukan beberapa waktu untuk mencari, akhirnya ditemukan tempat yang cocok seperti yang rakyat inginkan

Prajurit: ini sepertinya cocok untuk ibukota kerajaan kita baginda, selain tempatnya yang strategis, cuaca disini juga tampaknya bersahabat.

Purnawarman: hmm sepertinya ini memang tempatnya, bagaimana jika ibukota kita ini diberi

nama “sundapura”?

Rakyat dan Prajurit: kami setuju baginda, apapun yang baginda usulkan kami percaya itu yang terbaik untuk kerajaan ini.



Setelah ditetapkan ibukota kerajaan  beserta namanya, Baginda Raja mempunyai program baru, yaitu melakukan penggalian Sungai Gomati dan Candrabaga tombak (sekitar 11 km). setelah sungai tersebut digali, raja menyedekahkan 1000 ekor sapi kepada kaum Brahmana



Purnawarman: wahai semua Rakyat dan Prajurit kerajaan, atas dasar rasa terimakasih kita kepada dewa, aku ingi  menyedekahkan 1000 ekosr sapi kepada kaum Brahmana

Rakyat dan prajurit: ide bagus Baginda, kami sangat setuju

Purnawarman: Prajurit dan rakyatku, kalian kumpulkan kaum brahmana!

Rakyat dan prajurit: siap baginda Kehidupan politik Raja Purnawarman adalah raja besar yang telah berhasil meningkatkan kehidupan rakyatnya, hal ini dibuktikan dari prasasti tugu yang menyatakan Raja Purnawarman telah memerintah untuk menggali sebuah kali

Purnawarman: Wahai prajuritku, aku minta kesediaan kalian untuk menggali sebuah kali

Prajurit: baik baginda, laksanakan!



Setelah melawati masa kejayaan, Tarumanegara akhirnya dihadapkan dengan masa keruntuhan dimana Dewi Manasih, Putri pertama raja ke 12 Tarumanegara, yang bernama Linggawarman menikah dengan pendiri kerajaan sriwijaya



Dewi: Ayahanda, bolehkah aku menikah dengan pria yang aku cintai?

Linggawarman: Siapakah pria yang kamu cintai itu putriku?

Dewi: pria itu bernamaTarusbawa, ayahanda.

Linggawarman: Apa? Tarusbawa? (terkejut)

Dewi: benar ayahanda, aku sangat mencintai dia, restui aku dengannya ayah, aku mohon.

Linggawarman: Bukankah dia pendiri kerajaan Sunda anakku?

Dewi: benar sekali ayah, aku mohon ayah..

Linggawarman: baiklah, tapi aku punya satu syarat untukmu, jika kelak kalian menikah, aku mohon untuk tidak berkhianat dengan kerajaan tercinta kita ini

Dewi: baik ayah, aku akan menyanggupinya. Besok akan aku bawa kehadapan ayah pria yang aku cintai itu.



Keesokan hari nya…

Dewi: Ayah, ini janji ku kemarin, membawa pria yang aku cintai kehadapan ayah.

Tarusbawa: apa kabar ayah? Salam dariku calon menantumu

Linggawarman: Belum jadi mantu aja udah manggil ayah, apalagi udah jadi mantu

Tarusbawa: ini melatih agar nanti tidak canggung ayah

Linggawarman: Alasan aja kamu, jadi kapan kamu melamar anak saya?

Tarusbawa: yang pasti secepatnya Ayah, kalo bisa besok ngapain lama-lama? Ntar anak ayah diambil orang lagi

Linggawarman: baik, besok kalian akan menikah sesuai dengan janji kamu

Dewi danTarusbawa: baik ayah



Setelah keesokan harinya, mereka pun menikah di kediaman raja Linggawarman, dan pada suatu ketika..

Tarusbawa: Hahaha akhirnya kekuasaan pun jatuh ketangan ku, sudah lama aku mengincar kekuasaan ini, dengan mudahnya aku mendapatkan apa yang aku incarkan hahaha (tertawa puas)
Dewi: aku ga nyangka mas, ternyata kamu menikahi ku bukan karena cinta, tapi karena ingin mendapatkan kekuasaan ayahanda, kamu tega banget!

Tarusbawa: cinta? Haha kamu pikir semua ini karena cinta? Gampang banget ya kamu dimanfaatin

Dewi: akan aku laporkan kelakuanmu sama ayahanda mas!

Tarusbawa: terserah apa yang akan kamu lakukan, hahaha yang penting aku mendapatkan apa yang aku mau



Setelah diadukan ke raja Linggawarman…

Linggawarman: sudah aku duga, awalnya kamu memang ingin memanfaatkan putriku demi merebut kekuasaan dari tanganku, kalau bukan karena putriku, aku tidak merestui hubungan kalian

Tarusbawa: percuma saja ayah berkomentar panjang lebar, toh kekuasaan sudah jatuh ketanganku, sekarang ayah ga bisa berkuasa lagi

Linggawarman: Aku mohon jangan kau hancurkan kerajaan ini, biarkan kerajaan ini damai, tentram bersahaja

Tarusbawa: kamu terlambat ayah, aku akan mengganti kerajaan Tarumanegara ini menjadi kerajaan sunda, hahaha

Linggawarman: dasar pengkhianat kamu tarusbawa!

Tarusbawa: haha terserah ayah, bersiaplah untuk mengalami keruntuhan ayah hahaha
Sejak saat itu kerajaan Tarumanegara mengalami keruntuhan dan berubah menjadi kerajaan sunda (kerajaan bawahan sunda) –



-Selesai-

No comments:

Post a Comment

Night Mode