Wednesday, September 20, 2017

Kisi - kisi Penilaian tengah semester sejarah peminatan Kelas X Tahun ajaran 2017/2018

Bab 1 Kehidupan Manusia dalam Ruang dan Waktu - Baca disini
Bab 2 Kehidupan Manusia dalam Perubahan dan Kelanjutan - Baca Disini
Bab 3 Kausalitas Peristiwa sejarah bagi kehidupan manusia - Baca Disini
Bab 5 Cara berfikir sejarah (Kronologis, Diakronis, Sinkronis dan Periodesasi) - Baca Disini
Bab 6 Sumber - Sumber sejarah - Baca Disini

Kisi -Kisi
BAB  1   - PENGERTIAN
             - ISTILAH dan ARTINYA
             - KONSEP DAN CIRI SEJARAH
BAB 2  - KESINAMBUNGAN /KEBERLANJUTAN DALAM SEJARAH
             - PERUBAHAN DALAM SEJARAH
             - PENGULANGAN DALAM SEJARAH
             - PERKEMBANGAN DALAM SEJARAH
BAB 3 - KAUSALITAS
BAB 5 - CIRI CARA BERFIKIR DIAKRONIS
            - CIRI CARA BERFIKIR SINKRONIS

            - PENGERTIAN DIAKRONIS,SINKRONIS, KRONOLOGIS, PERIODESASI
            - MANFAAT PERIODESASI, KRONOLOGIS
            - KRITERIA PEMBABAKAN WAKTU 
BAB 6 - SUMBER SEJARAH MENURUT SIFAT
            - SUMBER SEJARAH MENURUTBENTUK/WUJUD
            - CONTOH SUMBER SEJARAH

Kisi -Kisi Penilaian Tengah Semester Sejarah Peminatan Kelas XI tahun 2017/2018



- Menganalisis bidang politik kerajaan makassar
- Menganalisis Fakto rkemaritiman Sriwijaya
- Menjelaskan Perekonomian Kesultanan Samudra Pasai
- Menganalisis masa kejayaan Tarumanegara
- Menganalisis berdirinya Kerajaan Kutai
- Menyebutkan dan menjelaskan teori masuknya hindu-budha ke indonesia
- Menganalisis bidang social kerajaan aceh
- Menjelaskan isi perjanjian Bongaya
- Menjelaskan runtuhnya kerajaan majapahit
- Menganalisis bidang politik kerajaan demak

Sunday, September 17, 2017

manusia hidup dalam perubahan dan keberlanjutan

Manusia Hidup dalam Perubahan dan Keberlanjutan Selain membahas manusia atau masyarakat. Sejarah juga melihat hal lain yaitu waktu. Waktu menjadi konsep penting dalam ilmu sejarah. Sehubungan dengan konsep waktu, dalam ilmu sejarah menurut Kuntowljoyo, terdapat empat konsep manusia hidup dalam perjalanan, yaitu perkembangan, keberlanjutan/kesinambungan, pengulangan dan perubahan.

1. Konsep Perkembangan dalam Ilmu Sejarah

Secara teoritis perkembangan dapat diartikan sebagai suatu kejadian yang berturut-turut dalam masyarakat yang bergerak dari satu bentuk yang sederhana ke bentuk yang lebih kompleks. Dalam perkembangan ini, tidak ada pengaruh luar yang menyebabkan pergeseran. Misalnya perkembangan suatu kota yang berasal dari suatu desa. Desa yang semula dihuni oleh penduduk yang sangat terbatas jumlahnya. Perkembangan desa tersebut disebabkan oleh adanya pembentukan lembaga-lembaga bem yang berpengaruh terhadap dinamika desa itu. Misalnya di desa tersebut dibuka sebuah lembaga pendidikan. Lembaga pendidikan tersebut merangsang kedatangan orang. Dalam beberapa waktu kemudian, banyak orang yang datang untuk mengikuti pendidikan di lembaga pendidikan tersebut. Akibatnya, jumlah penduduk di desa tersebut semakin bertambah. Pertambahan penduduk berdampak kepada kehidupan ekonomi. Kebutuhan ekonomi penduduk tersebut harus dipenuhi, akibatnya lahir pasar. Dalam beberapa waktu kemudian desa tersebut menjadi berkembang pesat, baik secara ekonomi maupun sosial budaya. Perkembangan itu menyebabkan desa tersebut tidak lagi masuk ke dalam kategori bentuk desa, akan tetapi menjadi kategori kota. '

2. Konsep Keberlanjutaanesinambungan dalam Ilmu Sejarah

Kesinambungan terjadi apabila suatu masyarakat baru hanya melakukan adopsi lembaga-lembaga lama. Misalnya kolonialisme merupakan salah satu periode dalam sejarah lndonesia. Keberlangsungan kolonialisme salah satu sebabnya, yaitu adanya praktik-praktik yang pernah dilakukan pada masa prakolonial. Sebelum periode kolonial, kehidupan patrimonial sudah berlangsung. Raja selalu mendapatkan upeti terutama dari daerah-daerah taklukan. Selain itu, rakyat memiliki kewajiban untuk melaksanakan segala peri ntah raja. Rakyat wajib bekerja kepada raja dan para bangsawan tanpa memperoleh upah.

3. Konsep pengulangan dalam sejarah
Pengulangan dalam ilmu sejarah merupakan peristiwa yang pernah terjadi di masa lampau dan terjadi kembali pada masa berikutnya, misalnya berakhirnya kekuasaan pada masa orde lama dan orde baru.
Orde lama berakhir kekuasaannya dengan adanya krisis politik, krisis ekonomi dan demonstrasi dari berbagai lapisan masyarakat khususnyabmahasiswa. Fenomena ini pun terjadi pula pada masa berakhirnya orde baru

4 Konsep Perubahan dalam ilmu Sejarah

Sedangkan dikatakan perubahan apabila dalam masyarakat terjadi perkembangan secara besarbesaran dalam waktu yang relatif singkat. Perubahan terjadi karena adanya pengaruh dari luar. Dinamika yang terjadi di masyarakat dapat pula dikategorikan sebagai perubahan apabila mengalami pergeseran. Perubahan di sini sama artinya dengan perkembangan. Dinamika yang terjadi dalam perubahan adalah adanya perkembangan besar-besaran dan dalam waktu yang relatif singkat. Perubahan biasanya terjadi karena pengaruh dari luar. Misalnya, dalam sejarah lndonesia lahirnya kaum terpelajar yang menjadi penggerak gagasan nasionalisme di Indonesia pada awal abad ke-20. Kelahiran kelompok terpelajar tersebut merupakan dampak dari penyelenggaraan pendidikan yang dllakukan oleh pemerintah kolonial Belanda terhadap kaum pribumi. Pendidikan rni ternyata melahirkan suatu kelompok baru dalam masyarakat lndonesia. yaitu kaum intelektual atau kaum terpelajar. Pada kaum Ini tumbuh kesadaran bahwa bangsanya dijajah. dan munculnya cita-cita untuk melepaskan diri dari penjajah serta berkeinginan untuk membangun sebuah negara nasional. Pembahan terjadi dalam hal menghadapi penjajah. Pada masa sebelum abad ke-20, lebih banyak menggunakan perang fisik seperti permg Diponegoro. perang Paderi, perang Aceh, dan perang-perang lainnya. Ketika munculnya pergerakan kebangsaan yang dimotori oleh kaum intelektual perlawanan terhadap penjajah dengan menggunakan organisasi yang modern.

Berhubungan dengan konsep waktu inilah dikisahkan kehidupan manusia pada masa lalu. Masa lalu merupakan sebuah masa yang sudah terlewati. Namun, masa lalu bukanlah suatu masa yang terhenti dan tertutup. Masa lalu bersifat terbuka dan berkesinambungan sehingga dalam sejarah, masalalu manusia bukan demi masa lalu itu sendiri. Segala hal yang terjadi di masa lalu dapat dijadikan aman untuk bertindak di masa kini dan untuk meraih kehidupan yang lebih baik di masa datang.


Kausalitas dalam sejarah

Kausalitas merupakan suatu rangkaian peristiwa yang mendahului dan peristiwa yang menyusul kemudian. Kausalitas adalah prinsip sebab-akibat. 

Konsep kausalitas sangat berpengaruh dalam sejarah karena tanpa kausalitas sejarah akan menjadi ilmu yang memuat hal kronologis saja. Namun. penggunaan kausalitas harus dibatasi oleh dua hal. yaitu;

a. Batas jangkauan masa lampau dan akan dicari hubungannya dengan peristiwa lain.

b. Batasjumlah faktor yang berpengaruh dianggap tetap karena tidak diperiksa.

Dalam ilmu sosial, hukum sebab-akibat tidak dapat ditegakkan secara penuh, terlebih lagi dalam ilmu sejarah yang ilmuwannya tidak dapat mengamati secara langsung peristiwa yang sudah lampau. Betapapun seringnya sejarawan mengamati, meneliti. dan merekonstruksi fakta-fakta. kiranya akan sulit untuk dapat merumuskan sebab-sebab umum. Hal itu dikarenakan sejarawan  terkendala dengan subjektiVitasnya, yaitu harus menurunkan fakta-fakta dari dokumen yang dinilai nyata. Kemudian dengan imajinasinya sejauh mungkin dalam sejarah sejarawan merekontruksi fakta menjadi sejarah.

Oleh karena subjektivitas yang melekat pada sejarawan, mengakibatkan sebab-sebab itu menjadi beraneka ragam dan subjektif pula sifatnya sehingga sulit untuk menggeneralisasikannya. Dalam mengatasi permasalahan itu sejarawan harus dapat memilih dengan tepat dan mampu memberikan argumentasi yang meyakinkan. Dalam hal ini sejarawan harus memilih sebab mana yang akan dijadikan titik berat dalam penelitiannya. Oleh karena itu, hal itu harus sudah ditentukan pada waktu memilih dan menilai fakta sejarah sehingga dalam eksplanasinya semuanya sudah tersedia. Dengan demikian akan dihasilkan laporan penelitian/penulisan sejarah yang ilmiah.

Cara berfikir sejarah (Kronologis, Diakronis, Sinkronis dan periodesasi)

Kronologis
Kronologis adalah urutan peristiwa yang disusun berdasarkan waktu terjadinya.
Kronologis merupakan kata yang berasal dari Bahasa yunani, yaitu chronos berarti waktu dan logos berarti ilmu.
Kegunaan kronologi adalah membuantu membantu merekonstruksi peristiwa berdasarkan urutan waktu secara tepat dan membantu untuk membandingkan kejadian sejarah dalam waktu yang sama ditempat yang berbeda
Diakronik/diakronis
kata diakronik berasal dari bahasa Yunani, yaitu dia dan chronoss. Dia mempunyai arti melintas, melampaui, atau melalui, sedangkan chronoss berarti waktu. Jadi, diakronik berarti sesuatu yang melintas, melalui, dan melampaui dalam dalam batasan waktu. Jika dikaitkan dengan sejarah, sesuatu yang melintas, melalui, atau melampaui tersebut adalah peristiwa atau kejadian.
Ciri Berfikir diakronik
1. digunakan dalam ilmu sejarah
2. menekankan pada proses dan durasi waktu
3. Bersifat historis atau komparatif
4. Bersifat vertical (memanjang) berdasarakn dimensi waktu
5. terdapat konsep perbandingan
6. cakupan kajian lebih luas
7. terus bergerak dan memiliki hubungan kausalitas
8. dinamis
Sinkronik/Sinkronis
Kata sinkronik, berasal dari bahasa Yunani yaitu syn yang berarti dengan, dan chronoss yang berarti waktu. Adapun dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, sinkronik diartikan sebagai segala sesuatu yang bersangkutan dengan peristiwa yang terjadi pada suatu masa. Kajian sejarah secara sinkronik artinya mempelajari peristiwa sejarah dengan segala aspeknya pada masa atau waktu tertentu dengan lebih mendalam. Lebih lengkapnya dapat dijelaskan bahwa konsep sinkronik dalam sejarah adalah bagaimana mempelajari atau mengkaji, pola-pola, gejala, dan karakter dari sebuah peristiwa sejarah pada masa tertentu.
Ciri –ciri Sinkronis
1. mengkaji pada masa tertentu
2. menitik beratkan pengkajian pada strukturnya
3. Bersifat horizontal
4. tidak ada konsep perbandingan
5. cakupan kajian lebih sempit
6. memiliki sistematis yang tinggi
7. bersifat lebih serius dan sulit
Periodesasi
Pembabakan waktu atau periodisasi adalah salah satu proses strukturisasi waktu dalam sejarah dengan  pembagian atas beberapa babk, zaman atau periode. Peristiwa-peristiwa nasa lampau yang begitu banyak dibagi-bagi dan dikelompokkan menurut sifat, unit, atau bentuk sehingga membentuk satu kesatuan waktu tertentu. Pembagian babakan waktu merupakan inti cerita sejarah. Pembabakan atau periodisasi waktu adalah pembagian ats dasar pengelompokkan, babakan zaman dan waktu tertentu didalam cerita sejarah. Jadi babakan waktu dibagi atas beberapa babak, zaman atau beberapa periode.
Tujuan Babakan waktu
a. Memudahkan pemahaman terhadap peristiwa-peristiwa masa lampau
b. Melakukan penyerdehanaan (Peristiwa yang beraneka ragam dan bersimpang siur disusun menjadi sederhana sehingga mendapatkan ikhtiar yang mudah di artikan).
c. Peristiwa masa lampau dikelompokan kemudian hubungan antara motivasi dan pengaruh peristiwa itu dikait-kaitkan (interrelasi) lalu disusunsecarasistematis
d. Klasifikasi dasar keseragaman peristiw, misalnya kebudayaan, ekonomi, politik, pandangan hidup, agama dan lainya
Beberapa faktor yang dijadikan dasar kriteria antara lain sebagai berikut:
a. Faktor geografis menunjukan lokasinya
Babakan waktu itu berbentuk demikian:
Bab 1 Kerajaan kutai-Taumanegara (abad 4-6)
Bab 2 Kerajaan Sriwijaya – Majapahit (abad 8-15)
Bab 3 Kerajaan Demak – Mataram (baru) (abad 15-18)
Bab 4 Kerajaan diluar Jawa. Aceh, Palembang, Banjarmasin dab sebagainya.
b. Faktor Kronologi, menunjukan waktu.
Bab 1 Jaman Kuno
Bab 2 Jaman Pertengahan
Bab 3 Jaman Baru
Bab 4 Jaman Modern
c.  Atas dasar Dinasti
1. Dinasti Shang 1450-1050 sebelum masehi
2. Dinasti Chao 1050-247
3. Dinasti Chin 256-207
4. Dinasti Han206 sebelum masehi sampai 220 masehi
5. Dinasti Sui 580-618 dan seterusnya.
Contoh lainnya:
1. Sanjaya – wamsa
2. Syailendra-wamsa
3. Isyana-wamsa
4. Rajasa –wamsa
d. Atas dasar agama
1.  Jaman sebelum masehi
2.  Jaman sesudah masehi
3.  Jaman animisme/dinamisme
4.  Jaman hindu
5.  Jaman islam dan seterusnya
e. Atas dasar melukiskan perjuangan manusia
1. Pra sejarah
2. Kebudayaan kuno (india, tiongkok dan sebagainya)
3. Bangsa – bangsa steppe (nomade)
4. Eropa kuno (mengenai bahasa-bahasa)
5. Jaman romawi kuno
6. Ruangan hidup agama budha
7.  Zaman almasih
8.  Agama nasrani ditimur tengah
9.  Agama islam
10. Kerajaan allah (= midele ages)
11. Kerajaan manusia
12. Jaman mesin berkuasa
13. Jaman massa berkuasa
f. Geologi
g. Alat
h. Ekonomi
i. Evolusionisme
j. Produksi

Unsur Dalam Sejarah

Sejarah terbentuk dari tiga unsur, yang ketiganya tidak dapat terpisahkan antara satu dengan yang lain. Ketiga unsur tersebut, yaitu manusia, ruang dan waktu

Manusia. Unsur manusia memiliki peran penting dalam peristiwa sejarah. Manusia adalah pelaku/aktor utama yang sangat mementukan suatu peristiwa sejarah. Sehingga mempelajari sejarah dapat diartikan juga kita mempelajari sejarah manusia. Sebagai aktor sejarah, manusia memiliki kemampuan berpikir yang merupakan cikal bakal munculnya ide kreatif. Ide kreatif inilah yang merupakan embrio terbentuknya kebudayaan.

Ruang. Dalam sejarah, ruang merupakan unsur penting yang harus ada. Ruang atau tempat terjadinya peristiwa sejarah berkaitan dengan aspek geografis. Setiap komunitas yang tinggal di suatu tempat, akan memiliki pola pikir dan sistem budaya yang diperoleh dari leluhurnya. Sehingga kisah sejarah manusia merupakan proses interaksi dengan kehidupan sosial, budaya, politik, ekonomi pada ruang atau tempat tertentu.

Waktu. Setiap manusia dan makhluk hidup lainnya hidup dalam waktu dan tidak dapat dilepaskan dari waktu. Mereka berkaitan erat dengan kehidupan masa lalu, masa kini, dan masa depan. Mempelajari sejarah bukan hanya mempelajari sesuatu yang berhenti, melainkan sesuatu yang terus bergerak sejalan dengan perjalanan waktu. Setiap peristiwa sejarah berada dalam kurun waktu tertentu yang memiliki latar belakang waktu sebelumnya


Keterkaitan konsep ruang dan waktu dalam sejarah

Konsep ruang dan waktu merupakan unsur penting yang tidak dapat dipisahkan dalam suatu peristiwa dan perubahannya dalam kehidupan manusia sebagai subyek atau pelaku sejarah. Segala aktivitas manusia pasti berlangsung bersamaan dengan tempat dan waktu kejadian. Manusia selama hidupnya tidak bisa dilepaskan dari unsur tempat dan waktu karena perjalanan manusia sama dengan perjalanan waktu itu sendiri pada suatu tempat dimana manusia hidup (beraktivitas)



Saturday, September 16, 2017

Naskah Drama Kerajaan Tarumanegara

Pada abad ke 4 hingga abad ke 7 M, berdirilah sebuah kerajaan yang berkuasa di wilayah pulau Jawa bagian barat yang merupakan salah satu kerajaan tertua di nusantara, kerajaan itu bernama kerajaan Tarumanegara yang didirikan oleh  Rajadirajaguru Jayasingawarman yang sering disebut dengan raja jayasingawarman.



Diceritakan Raja Jayasingawarman memberikan mandat kepada putranya untuk menggantikannya sebagai seorang raja

Jayasingawarman: Wahai putraku, ada hal ingin ayah sampai kan padamu, ini menyangkut

masa depan kerajaan kita.

Dharmayawarman: Apakah gerangan itu ayahanda? Apakah yang ingin engkau sampaikan padaku tentang kerajaan?

Jayasingawarman: Seperti yang engkau ketahui, umur ayah tak semuda dulu, kini umur ayah semakin senja dan sudah sepantasnya ayah mempercayai engkau sebagai penggantiku untuk memimpin kerajaan, bersediakah engkau putraku?

Dharmayawarman: Baik ayah jika itu yang engkau mau, selagi aku mampu, aku bersedia menuruti perintahmu, apapun itu.

Jayasingawarman: Apakah kamu bersungguh-sungguh dengan perkataanmu wahai putraku?

Dharmayawarman: Aku bersungguh-sungguh ayah, aku akan menjadi Raja seperti ayah, bahkan lebih baik dari ayah.

Jayasingawarman: Baiklah putraku, aku pegang janji mu.
Beberapan tahun berselang Raja Jayasingawarman meninggal dunia dan dipusarakan di tepi kali dumati, kesedihan dengan penuh tanggung jawab pun terlihat di wajah Dharmayawarman, Putra raja Jayasingawarman.

Dharmayawarman; Ayahanda ku tercinta, meskipun kau telah tiada tapi tanggung jawab yang kau berikan padaku masih terngiang jelas di telingaku, aku akan membuktikannnya ayahku (berbicara di pusara ayahnya, sebelum meninggalkan Pusara)
8 tahun memimpin kerajaan, Raja Dharmayawarman pun meninggal dunia, ia telah membuktikan janji nya untuk menjadi raja seperti ayanya bahkan lebih dari ayahnya, sepeninggalnya raja Dharmayawarman, kerajaan diambil alihkan pimpinannya oleh Raja maharaja Punawarman yang merupakan raja ketiga Tarumanegara, dimasa pimpinannya, ia membuat ibukota kerajaan baru yang terletak lebih dekat ke pantai, yang diberi nama sundapura

Purnawarman: Wahai Rakyatku, aku tau kita semua masih berkabung, kita telah kehilangan raja, tapi bukan berarti kita terus bersedih, masih banyak harapan baru, jadi aku memohon kerja sama kalian wahai rakyatku

Rakyat: hidup raja purnawarman, hidup!

Purnawarman: aku ingin melakukan yang terbaik untuk kerajaanku serta untuk rakyatku, langkah awal yang aku ingin lakukan yaitu Bagaimana kalau kita membangun ibukota kerajaan? Tapi sebelum itu, apa kalian punya usul dimana letak strategis untuk ibukota kerajaan tercinta ini?

Rakyat: Ya baginda, aku setuju! Bagaimana jika kerajaan kita letaknya dengan pantai agar bisa  meluas ke wilayah-wilayah seberang dengan berlayar, serta agar kita tidak kekeringan lagi.

Purnawarman: sepertinya itu ide yang bagus! Prajurit siapkan apa yang seharusnya kalian siapkan!

Prajurit: baik baginda, izinkan kami mencari lokasi tersebut

Purnawarman: baik, kalian diizinkan.

Prajurit: terima kasih baginda



Setelah diperlukan beberapa waktu untuk mencari, akhirnya ditemukan tempat yang cocok seperti yang rakyat inginkan

Prajurit: ini sepertinya cocok untuk ibukota kerajaan kita baginda, selain tempatnya yang strategis, cuaca disini juga tampaknya bersahabat.

Purnawarman: hmm sepertinya ini memang tempatnya, bagaimana jika ibukota kita ini diberi

nama “sundapura”?

Rakyat dan Prajurit: kami setuju baginda, apapun yang baginda usulkan kami percaya itu yang terbaik untuk kerajaan ini.



Setelah ditetapkan ibukota kerajaan  beserta namanya, Baginda Raja mempunyai program baru, yaitu melakukan penggalian Sungai Gomati dan Candrabaga tombak (sekitar 11 km). setelah sungai tersebut digali, raja menyedekahkan 1000 ekor sapi kepada kaum Brahmana



Purnawarman: wahai semua Rakyat dan Prajurit kerajaan, atas dasar rasa terimakasih kita kepada dewa, aku ingi  menyedekahkan 1000 ekosr sapi kepada kaum Brahmana

Rakyat dan prajurit: ide bagus Baginda, kami sangat setuju

Purnawarman: Prajurit dan rakyatku, kalian kumpulkan kaum brahmana!

Rakyat dan prajurit: siap baginda Kehidupan politik Raja Purnawarman adalah raja besar yang telah berhasil meningkatkan kehidupan rakyatnya, hal ini dibuktikan dari prasasti tugu yang menyatakan Raja Purnawarman telah memerintah untuk menggali sebuah kali

Purnawarman: Wahai prajuritku, aku minta kesediaan kalian untuk menggali sebuah kali

Prajurit: baik baginda, laksanakan!



Setelah melawati masa kejayaan, Tarumanegara akhirnya dihadapkan dengan masa keruntuhan dimana Dewi Manasih, Putri pertama raja ke 12 Tarumanegara, yang bernama Linggawarman menikah dengan pendiri kerajaan sriwijaya



Dewi: Ayahanda, bolehkah aku menikah dengan pria yang aku cintai?

Linggawarman: Siapakah pria yang kamu cintai itu putriku?

Dewi: pria itu bernamaTarusbawa, ayahanda.

Linggawarman: Apa? Tarusbawa? (terkejut)

Dewi: benar ayahanda, aku sangat mencintai dia, restui aku dengannya ayah, aku mohon.

Linggawarman: Bukankah dia pendiri kerajaan Sunda anakku?

Dewi: benar sekali ayah, aku mohon ayah..

Linggawarman: baiklah, tapi aku punya satu syarat untukmu, jika kelak kalian menikah, aku mohon untuk tidak berkhianat dengan kerajaan tercinta kita ini

Dewi: baik ayah, aku akan menyanggupinya. Besok akan aku bawa kehadapan ayah pria yang aku cintai itu.



Keesokan hari nya…

Dewi: Ayah, ini janji ku kemarin, membawa pria yang aku cintai kehadapan ayah.

Tarusbawa: apa kabar ayah? Salam dariku calon menantumu

Linggawarman: Belum jadi mantu aja udah manggil ayah, apalagi udah jadi mantu

Tarusbawa: ini melatih agar nanti tidak canggung ayah

Linggawarman: Alasan aja kamu, jadi kapan kamu melamar anak saya?

Tarusbawa: yang pasti secepatnya Ayah, kalo bisa besok ngapain lama-lama? Ntar anak ayah diambil orang lagi

Linggawarman: baik, besok kalian akan menikah sesuai dengan janji kamu

Dewi danTarusbawa: baik ayah



Setelah keesokan harinya, mereka pun menikah di kediaman raja Linggawarman, dan pada suatu ketika..

Tarusbawa: Hahaha akhirnya kekuasaan pun jatuh ketangan ku, sudah lama aku mengincar kekuasaan ini, dengan mudahnya aku mendapatkan apa yang aku incarkan hahaha (tertawa puas)
Dewi: aku ga nyangka mas, ternyata kamu menikahi ku bukan karena cinta, tapi karena ingin mendapatkan kekuasaan ayahanda, kamu tega banget!

Tarusbawa: cinta? Haha kamu pikir semua ini karena cinta? Gampang banget ya kamu dimanfaatin

Dewi: akan aku laporkan kelakuanmu sama ayahanda mas!

Tarusbawa: terserah apa yang akan kamu lakukan, hahaha yang penting aku mendapatkan apa yang aku mau



Setelah diadukan ke raja Linggawarman…

Linggawarman: sudah aku duga, awalnya kamu memang ingin memanfaatkan putriku demi merebut kekuasaan dari tanganku, kalau bukan karena putriku, aku tidak merestui hubungan kalian

Tarusbawa: percuma saja ayah berkomentar panjang lebar, toh kekuasaan sudah jatuh ketanganku, sekarang ayah ga bisa berkuasa lagi

Linggawarman: Aku mohon jangan kau hancurkan kerajaan ini, biarkan kerajaan ini damai, tentram bersahaja

Tarusbawa: kamu terlambat ayah, aku akan mengganti kerajaan Tarumanegara ini menjadi kerajaan sunda, hahaha

Linggawarman: dasar pengkhianat kamu tarusbawa!

Tarusbawa: haha terserah ayah, bersiaplah untuk mengalami keruntuhan ayah hahaha
Sejak saat itu kerajaan Tarumanegara mengalami keruntuhan dan berubah menjadi kerajaan sunda (kerajaan bawahan sunda) –



-Selesai-

Pada abad ke 4 hingga abad ke 7 M, berdirilah sebuah kerajaan yang berkuasa di wilayah pulau Jawa bagian barat yang merupakan salah satu kerajaan tertua di nusantara, kerajaan itu bernama kerajaan Tarumanegara yang didirikan oleh  Rajadirajaguru Jayasingawarman yang sering disebut dengan raja jayasingawarman.



Diceritakan Raja Jayasingawarman memberikan mandat kepada putranya untuk menggantikannya sebagai seorang raja

Jayasingawarman: Wahai putraku, ada hal ingin ayah sampai kan padamu, ini menyangkut

masa depan kerajaan kita.

Dharmayawarman: Apakah gerangan itu ayahanda? Apakah yang ingin engkau sampaikan padaku tentang kerajaan?

Jayasingawarman: Seperti yang engkau ketahui, umur ayah tak semuda dulu, kini umur ayah semakin senja dan sudah sepantasnya ayah mempercayai engkau sebagai penggantiku untuk memimpin kerajaan, bersediakah engkau putraku?

Dharmayawarman: Baik ayah jika itu yang engkau mau, selagi aku mampu, aku bersedia menuruti perintahmu, apapun itu.

Jayasingawarman: Apakah kamu bersungguh-sungguh dengan perkataanmu wahai putraku?

Dharmayawarman: Aku bersungguh-sungguh ayah, aku akan menjadi Raja seperti ayah, bahkan lebih baik dari ayah.

Jayasingawarman: Baiklah putraku, aku pegang janji mu.
Beberapan tahun berselang Raja Jayasingawarman meninggal dunia dan dipusarakan di tepi kali dumati, kesedihan dengan penuh tanggung jawab pun terlihat di wajah Dharmayawarman, Putra raja Jayasingawarman.

Dharmayawarman; Ayahanda ku tercinta, meskipun kau telah tiada tapi tanggung jawab yang kau berikan padaku masih terngiang jelas di telingaku, aku akan membuktikannnya ayahku (berbicara di pusara ayahnya, sebelum meninggalkan Pusara)
8 tahun memimpin kerajaan, Raja Dharmayawarman pun meninggal dunia, ia telah membuktikan janji nya untuk menjadi raja seperti ayanya bahkan lebih dari ayahnya, sepeninggalnya raja Dharmayawarman, kerajaan diambil alihkan pimpinannya oleh Raja maharaja Punawarman yang merupakan raja ketiga Tarumanegara, dimasa pimpinannya, ia membuat ibukota kerajaan baru yang terletak lebih dekat ke pantai, yang diberi nama sundapura

Purnawarman: Wahai Rakyatku, aku tau kita semua masih berkabung, kita telah kehilangan raja, tapi bukan berarti kita terus bersedih, masih banyak harapan baru, jadi aku memohon kerja sama kalian wahai rakyatku

Rakyat: hidup raja purnawarman, hidup!

Purnawarman: aku ingin melakukan yang terbaik untuk kerajaanku serta untuk rakyatku, langkah awal yang aku ingin lakukan yaitu Bagaimana kalau kita membangun ibukota kerajaan? Tapi sebelum itu, apa kalian punya usul dimana letak strategis untuk ibukota kerajaan tercinta ini?

Rakyat: Ya baginda, aku setuju! Bagaimana jika kerajaan kita letaknya dengan pantai agar bisa  meluas ke wilayah-wilayah seberang dengan berlayar, serta agar kita tidak kekeringan lagi.

Purnawarman: sepertinya itu ide yang bagus! Prajurit siapkan apa yang seharusnya kalian siapkan!

Prajurit: baik baginda, izinkan kami mencari lokasi tersebut

Purnawarman: baik, kalian diizinkan.

Prajurit: terima kasih baginda



Setelah diperlukan beberapa waktu untuk mencari, akhirnya ditemukan tempat yang cocok seperti yang rakyat inginkan

Prajurit: ini sepertinya cocok untuk ibukota kerajaan kita baginda, selain tempatnya yang strategis, cuaca disini juga tampaknya bersahabat.

Purnawarman: hmm sepertinya ini memang tempatnya, bagaimana jika ibukota kita ini diberi

nama “sundapura”?

Rakyat dan Prajurit: kami setuju baginda, apapun yang baginda usulkan kami percaya itu yang terbaik untuk kerajaan ini.



Setelah ditetapkan ibukota kerajaan  beserta namanya, Baginda Raja mempunyai program baru, yaitu melakukan penggalian Sungai Gomati dan Candrabaga tombak (sekitar 11 km). setelah sungai tersebut digali, raja menyedekahkan 1000 ekor sapi kepada kaum Brahmana



Purnawarman: wahai semua Rakyat dan Prajurit kerajaan, atas dasar rasa terimakasih kita kepada dewa, aku ingi  menyedekahkan 1000 ekosr sapi kepada kaum Brahmana

Rakyat dan prajurit: ide bagus Baginda, kami sangat setuju

Purnawarman: Prajurit dan rakyatku, kalian kumpulkan kaum brahmana!

Rakyat dan prajurit: siap baginda Kehidupan politik Raja Purnawarman adalah raja besar yang telah berhasil meningkatkan kehidupan rakyatnya, hal ini dibuktikan dari prasasti tugu yang menyatakan Raja Purnawarman telah memerintah untuk menggali sebuah kali

Purnawarman: Wahai prajuritku, aku minta kesediaan kalian untuk menggali sebuah kali

Prajurit: baik baginda, laksanakan!



Setelah melawati masa kejayaan, Tarumanegara akhirnya dihadapkan dengan masa keruntuhan dimana Dewi Manasih, Putri pertama raja ke 12 Tarumanegara, yang bernama Linggawarman menikah dengan pendiri kerajaan sriwijaya



Dewi: Ayahanda, bolehkah aku menikah dengan pria yang aku cintai?

Linggawarman: Siapakah pria yang kamu cintai itu putriku?

Dewi: pria itu bernamaTarusbawa, ayahanda.

Linggawarman: Apa? Tarusbawa? (terkejut)

Dewi: benar ayahanda, aku sangat mencintai dia, restui aku dengannya ayah, aku mohon.

Linggawarman: Bukankah dia pendiri kerajaan Sunda anakku?

Dewi: benar sekali ayah, aku mohon ayah..

Linggawarman: baiklah, tapi aku punya satu syarat untukmu, jika kelak kalian menikah, aku mohon untuk tidak berkhianat dengan kerajaan tercinta kita ini

Dewi: baik ayah, aku akan menyanggupinya. Besok akan aku bawa kehadapan ayah pria yang aku cintai itu.



Keesokan hari nya…

Dewi: Ayah, ini janji ku kemarin, membawa pria yang aku cintai kehadapan ayah.

Tarusbawa: apa kabar ayah? Salam dariku calon menantumu

Linggawarman: Belum jadi mantu aja udah manggil ayah, apalagi udah jadi mantu

Tarusbawa: ini melatih agar nanti tidak canggung ayah

Linggawarman: Alasan aja kamu, jadi kapan kamu melamar anak saya?

Tarusbawa: yang pasti secepatnya Ayah, kalo bisa besok ngapain lama-lama? Ntar anak ayah diambil orang lagi

Linggawarman: baik, besok kalian akan menikah sesuai dengan janji kamu

Dewi danTarusbawa: baik ayah



Setelah keesokan harinya, mereka pun menikah di kediaman raja Linggawarman, dan pada suatu ketika..

Tarusbawa: Hahaha akhirnya kekuasaan pun jatuh ketangan ku, sudah lama aku mengincar kekuasaan ini, dengan mudahnya aku mendapatkan apa yang aku incarkan hahaha (tertawa puas)
Dewi: aku ga nyangka mas, ternyata kamu menikahi ku bukan karena cinta, tapi karena ingin mendapatkan kekuasaan ayahanda, kamu tega banget!

Tarusbawa: cinta? Haha kamu pikir semua ini karena cinta? Gampang banget ya kamu dimanfaatin

Dewi: akan aku laporkan kelakuanmu sama ayahanda mas!

Tarusbawa: terserah apa yang akan kamu lakukan, hahaha yang penting aku mendapatkan apa yang aku mau



Setelah diadukan ke raja Linggawarman…

Linggawarman: sudah aku duga, awalnya kamu memang ingin memanfaatkan putriku demi merebut kekuasaan dari tanganku, kalau bukan karena putriku, aku tidak merestui hubungan kalian

Tarusbawa: percuma saja ayah berkomentar panjang lebar, toh kekuasaan sudah jatuh ketanganku, sekarang ayah ga bisa berkuasa lagi

Linggawarman: Aku mohon jangan kau hancurkan kerajaan ini, biarkan kerajaan ini damai, tentram bersahaja

Tarusbawa: kamu terlambat ayah, aku akan mengganti kerajaan Tarumanegara ini menjadi kerajaan sunda, hahaha

Linggawarman: dasar pengkhianat kamu tarusbawa!

Tarusbawa: haha terserah ayah, bersiaplah untuk mengalami keruntuhan ayah hahaha
Sejak saat itu kerajaan Tarumanegara mengalami keruntuhan dan berubah menjadi kerajaan sunda (kerajaan bawahan sunda) –



-Selesai-
Night Mode