Wednesday, September 11, 2019

Habibie "Si Jenius Pesawat dari Indonesia, Penemu Teori Anti Crack"

Habibie "Si Jenius Pesawat dari Indonesia, Penemu Teori Anti Crack"
Picture By Akutahu.com

Siapa yang menemukan pesawat hingga kita bisa terbang ke ujung dunia?
Nah, mungkin rata-rata akan menjawab Wright Bersaudara. Tidak salah, namun tahukah kamu bahwa sebelum wright bersaudara terdapat seorang yang bernama Abbas Bin Fimas yang lahir pada 815 M yg menemukan terlebih dahulu Prototipe design pesawat terbang. Abbas Bin Fimas melakukan uji coba dengan membuat sayap seperti burung, lalu, ia membuat design sayap lengkap dengan bulu-bulunya yang terbuat dari sutera. Ia juga telah menghitung sayap yang dibuatnya untuk mampu menahan berat tubuhnya. Ia pakaikan sayapnya ke kedua tangannya. Ia kibas-kibaskan sayapnya ke langit kordoba dan ia pun berhasil mendarat dengan selamat walau ada cidera sedikit.

Pada zaman wright bersaudara dibuatlah design pesawat terbang yang terinspirasi dari risalah islam. Namun, ternyata pesawat terbang masih terdapat masalah. Pesawat terbang ketika terbang ke udara masih tidak mampu menahan tekanan sehingga terjadilah Crack. Hingga akhirnya formula system anti crack untuk mengatasi tekanan pada saat pernebangan ini ditemukan oleh orang Indonesia yang bernama B.J. Habibie, ilmuwan asal Indonesia penemu Progression Theory.

Teori Habibie atau juga dikenal dengan factor habibie ini telah digunakan di industry penerbangan di seluruh dunia. Teori ini jugalah yang telah berhasil meningkatkan standar keamanan pada pesawat sehingga mengurangi resiko kecelakaan.hingga Habibie dijuluki dengan sebutan Mr. Crack.

Antusiame Habibie dalam dunia  kedirgantaraan bukan hanya menemukan teori saja. di jerman, Habibie pernah menjadi kepala riset dan pengembangan analisis struktur pada perusahaan hamburger Flugzeugbau Gmbh. Walaupun sangat dihormati dan diakui di dunia internasional. Habibie tetap lebih cinta tanah airnya terbukti dengan datangnya Habibie ke Indonesia dalam rangka memenuhi panggilan presiden Soeharto waktu itu untuk mengabdikan ilmunya membuat pesawat terbang untuk indonesia dan buatan Indonesia pertama yang bernama N250, dan rencananya Habibie akan kembali membuat Pesawat terbang buatan Indonesia lagi bernama R80 yang targetnya harus selesai pada tahun 2024. Sepatutnya kita sebagai generasi penerus bangsa Indonesia bangga akan perjuangan dari B.J.Habibie, dedikasinya pada Indonesia, teknologi, dan rasa cintanya untuk negeri harus tetap kita jaga dan teruskan. Seperti kata Eyang Habibie Kerberhasilan bukan milik orang pintar. Namun keberhasilan itu adalah milik mereka yang senantiasa berusaha. Dan hanya anak bangsa sendirilah yang dapat diandalkan untuk membangun Indonesia, tidak mungkin kita berharap pada bangsa lain.

Selamat terbang tinggi Mr.Crack

Monday, May 20, 2019

Pembahasan Soal PAT Semester 2 2017/2018

Peringatan Ini hanyalah Pembahasan soal PAT tahun 2017/2018 ditujukan untuk membantu pembelajaaran siswa dan siswi dalam menghadapi PAT tahun 2018/2019 bukan kisi-kisi apa lagi kunci jawaban. Semoga bermanfaat


Jangan Lupa belajar dan perbanyak referensi bacaan.

Wednesday, February 27, 2019

Belajar sambil bermain menggunakan game Save Us (game adaptasi dari werewolf)

Save Us adalah sebuah permainan yang saya adaptasi dari permainan yang sedang trending di hago yaitu permainan werewolf. game save us ini juga saya dapatkan dari story di instagram milik bu guru @Giaghaliyah. langsung saja ke cara permainan dari game save us ini

Belajar sambil bermain menggunakan game Save Us (game adaptasi dari werewolf)

saya buat narasi yang ceritanya seoerti dibawah ini
Di Benua Paralel terdapat suatu kerajaan yang sangat maju, Bernama Clevernesia. Negara ini merupakan inspirasi bagi negara-negara lain bumi, khususnya negara Indonesia. negara clevernesia dipimpin oleh seorang raja yang adil dan bijaksana. Selalu mendengarkan pendapat rakyatnya dengan saksama. Negara Clevernesia merupakan negara dimana rakyatnya terkenal dengan kepandaiannya dan selalu rajin akan belajar.  Namun suatu ketika datanglah pasukan evil  (setan) yang menyamar menjadi rakyat dari negara clevernesia dengan tujuan membuat bodoh dan malas rakyat clevernesia.sehingga kerajaan clevernesia menjadi negara yang tidak maju lagi. Tujuan evil diketahui oleh seorang penjaga dan kemudian melaporkan niatan dari evil kepada raja. Namun, karena evil telah menyamar sebagai rakyat maka raja tidak bisa menemukan evil tersebut. Untuk mencari evil raja meminta bantuan kepada penyidik dan peramal untuk memberikan masukan siapa saja yang merupakan evil dan akan dikeluarkan dari clevernesia.

Tantangan
Raja Harus Melindungi kerajaannya dengan cara mengeluarkan evil dari kerajaannya

Permainan Berakhir
Permainan berakhir apabila Raja telah memutuskan siapa saja evil yang menyamar sebagai rakyat.

Siapa pemenang?
Raja, penyidik dan peramal menang
Apabila jumlah evil yang dikeluarkan lebih banyak daripada jumlah rakyat yang dikeluarkan
Evil menang
Apabila jumlah rakyat lebih banyak yang dikeluarkan daripada evil

Deskripsi Raja
Raja adalah seorang oemimpin yang adil dan bijaksana. Raja mau mendengarkan pendapat dari penyidik dan peramal serta seluruh rakyatnya.
Tugas Raja
Raja adalah pengambil keputusan akhir untuk mengeluarkan evil
 Deskripsi Penyidik
Penyidik memiliki karakter yang selalu memberikan informasi dan bukti-bukti. Selalu berbicara dengan mengandalkan data dan fakta yang terjadi.
Tugas Penyidik
Merekomendasikan kepada raja tentang nama-nama rakyat yang dicurigai sebagai evil dengan cara mengamati fakta yang terjadi kepda rakyat. Seperti berinteraksi dengan rakyat.

Deskripsi Peramal
Peramal memiliki karakter mampu memahami perasaan, firasat dan naluri. Selalu berbicara dengan mengandalkan keadaan hatinya.
Tugas Peramal
Memprediksi diawal permainan siapa nama yang merupakan evil dengan melihat ekspresi wajah dan aura yang terdapat pada rakyat.

Deskripsi Evil
Evil memiliki karakter yang kritis dan pandai membuat analisa. Ia selalu menilai orang lain dengan kritis.
Tugas evil
Menyamar sebagai rakyatagar raja tidak mengeluarkannya dari desa. Evil harus mampu menuduh rakyat lain agar raja yang justru mengusir rakyatnya sendiri.

Deskripsi Rakyat
Rakyat adalah sekumpulan orang yang produktif. Rakyat selalu mampu mengeluarkan ide-ide kreatif. Selalu aktif belajar dan merupakan masyarakat yang pintar.
Tugas Rakyat
Wajib belajar tentang sejarah dan mengerjakan soal-soal sejarah. Rakyat harus berpartisipasi aktif agar raja tidak salah menuduh rakyat yang sebenarnya bukan evil. Rakyat juga boleh merekomendasikan kepada raja siapa yang merupakan evil.

Cara main
guru membagikan secara acak kartu untuk menentukan peran dari masing-masing siswa
kemudian setiap siswa memerankan tugasnya masing-masing.

Tujuan game
untuk melatih diskusi siswa
belajar sambil bermain

Wednesday, December 26, 2018

RESENSI Buku Presiden Prawiranegara (Kisah 207 Hari Syafruddin Prawiranegara Memimpin Indonesia)

Judul               :  Presiden Prawiranegara
                          Kisah 207 Hari Syafruddin
                          Prawiranegara
                          Memimpin Indonesia
Penulis             : Akmal Nasery Basral
No. ISBN          : 9789794336137
Penerbit           : Mizan
Tanggal terbit   : Maret – 2011
Tebal buku         : 400
Kategori          : Memoar

RESENSI Buku Presiden Prawiranegara (Kisah 207 Hari Syafruddin Prawiranegara Memimpin Indonesia)Walau hanya sesaat, seorang presiden tetaplah sosok yang pernah memimpin bangsa ini! Untuk itu , sosok Syafruddin Prawiranegara  seyogyanya dikenang dan dihormati. Banyak yang tidak mengenal sosoknya, apalagi kaum muda saat ini. Padahal  beliau sangat berjasa bagi bangsa kita, dari sisi pemerintahan dan ekonomi.

Buku ini berisi cerita yang dituturkan oleh seorang anak pribumi bernama Kamil Koto. Sungguh beruntung dia. Walau sebentar, ia sempat berada dekat bahkan memijat salah satu putra bangsa kita,  Presiden Syafruddin Prawiranegara.  Dengan  mengharukan,  Kamil Koto  berbagi kisah  seputar Presiden Syafruddin Prawiranegara, yang selama 207 hari  menjadi nahkota bagi republik ini.  Sebuah perjuangan yang mungkin terlupakan, namun sangat penting bagi kelangsungan bangsa ini.

Dalam buku  ini peristiwa berdirinya PDRI teruraikan  dengan detail. Sejak  kedatangan Bung Hatta pada November 1948 ke rumah Syafrudin Prawiranegara di Jogya yang menugaskan Syafruddin untuk berangkat ke Bukittinggi sesuai dengan kapasitasnya selaku Menteri Kemakmuran. Saat itu hanya Yogya, Bukittinggi, dan Aceh yang bukan merupakan bagian negara federal bentukan Van Mook. Jadi tiga tempat itulah yang merupakan benteng pertahanan Republik. Pada 19 Desember 1948  terjadi Agresi Militer II. Bung Karno dan Bung Hatta  mengantisipasi jika mereka tertangkap dengan membuat rencana untuk membentuk Pemerintahan Darurat di Sumatera yang akan dipimpin oleh Mr. Syafruddin Prawiranegara.

Dua buah kawat yang memberikan mandat kepada Syafruddin untuk membentuk pemerintahan darurat segera dibuat untuk dikirimkan, satu ditujukan kepada Mr. Syafrudin, dan satu lagi untuk Drs, Sudarsono selaku dubes RI di India dan Mr Alex Maramis selaku menteri Keuangan yang saat itu sedang bertugas di New Delhi.  Tapi apa mau  kantor Pos & Telegram serta RRI sudah dikuasai Belanda. Sehingga  kedua kawat tersebut tak sempat terkirimkan

PDRI ini sngkatan dari Pemerintah Darurat Republik Indonesia, dideklarasikan untuk melanjutkan pemerintahan Republik Indonesia setelah Bung Karno dan Bung Hatta ditangkap tentara Belanda beberapa hari lalu di Yogyakarta. Para pejuang terbaik bangsa kita memutuskan bahwa pemerintahan harus dilanjutkan meskipun dari tempat terasing seperti kebun teh ini.

Situasi di Bukittinggi  juga kian  membahayakan. Belanda nyaris berhasil menguasai kota.  PDRI sepakat untuk membumihanguskan kota itu sedangkan Syafruddin dan seluruh pimpinan PDRI mengungsi ke sebuah tempat terpencil di tengah rimba Sumatera. Guna  menjalankan pemerintahan. Selama dalam pengungsian pemerintahan tetap berjalan dengan melakukan banyak koordinasi melalui  Radio AURI

Sosok Kamil Koto, tidak  saja mengajak kita mengikuti tapak tilas perjuangan para putra terbaik bangsa kita, namun juga pergolakan bathin para anak manusia serta metamorfosis seorang preman pasar menjadi pejuang dan pengusaha sukses. Bagaimana  pengorbanan tanpa pamrih dilakukan dengan  nekat kuat demi sebuah  tujuan mulia, KEMERDEKAAN!

Kita memang mendapat banyak hal dari buku ini, selain peristiwa sejarah yang nyaris dilupakan. Saat sekolah, saya hanya tahu Peristiwa Bandung Lautan Api dan Agresi Militer Belanda. Melalui buku ini, saya jadi tahu ada pembumihangusan Bukittinggi. Juga bagaimana peristiwa Agresi Militer Belanda dengan lebih lengkap,serta tak ketinggalan kisah bagaimana perjuangan Jendral Besar Sudirman memimpin gerilya dari atas tandu yang legendaris.

Kisah mengenai Sri Sultan Hamengkubuwono IX yang mengendarai mobil menjemput Bung Hatta membuat saya terseyum. Wajar jika Bung Hatta terkejut! Status Sultan adalah sebagai raja sedangkan mereka adalah tamu. Dan biasanya seorang raja tidak mengendarai mobilnya sendiri apalagi saat itu situasi sedang genting.

Bonus kisah bagaimana  sempat terjadi keributan kecil antara pemimpin bangsa kita, menunjukkan betapa kuatnya tekanan yang harus mereka hadapi. Biar bagaimana mereka juga manusia biasa yang kadang kesal dan punya amarah. Hanya tekat kuat dan semangat lah yang bsai mempersatukan mereka

 Selama era kemerdekaan, Sjafruddin pernah menjabat sebagai Wakil Perdana Menteri, Menteri Keuangan, dan Menteri Kemakmuran. Saat menjabat sebagai  Menteri Keuangan dalam Kabinet Hatta pada 10 Maret  1950 , beliau mengeluarkan  kebijakan yang dikenal dengan nama Gunting Sjafruddin . Kebijakan itu berupa memotong uang bernilai Rp 5 lebih hingga separuh.

Menurut kebijakan itu, "uang merah" (uang NICA) dan uang De Javasche Bank dari pecahan Rp 5 ke atas digunting menjadi dua. Guntingan kiri tetap berlaku sebagai alat pembayaran yang sah dengan nilai setengah dari nilai semula sampai tanggal 9 Agustus pukul 18.00.

Mulai 22 Maret - 16 April, bagian kiri itu harus ditukarkan dengan uang kertas baru di bank dan tempat-tempat yang telah ditunjuk. Lewat tanggal tersebut, maka bagian kiri itu dianggap tidak berlaku lagi. Guntingan kanan dinyatakan tidak berlaku, tetapi dapat ditukar dengan obligasi negara sebesar setengah dari nilai semula, dan akan dibayar empat puluh tahun kemudian dengan bunga 3% setahun. Kebijakan ini juga berlaku bagi simpanan di bank. Pecahan Rp 2,50 ke bawah tidak mengalami pengguntingan, demikian pula uang ORI (Oeang Republik Indonesia).

Sjafruddin menjadi Gubernur Bank Sentral Indonesia yang pertama tahun 1951. setelah sebelumnya menjabat sebagai  Presiden Direktur Javasche Bank yang terakhir.  Bersama Oei Beng To, beliau  menulis buku Sejarah Moneter
Beliau meninggal dunia, 15 Februari 1989 di Jakarta

RESENSI NOVEL Hoegeng; Polisi dan Menteri Teladan

RESENSI NOVEL SEJARAH

Judul : Hoegeng; Polisi dan Menteri Teladan
Penulis : Suhartono
Penerbit : Kompas
Tahun: 2013
Genre : Sosial & Politik
Tebal : 142 Halaman 
ISBN: 978-979-7097-69-1

RESENSI NOVEL Hoegeng; Polisi dan Menteri TeladanInstitusi kepolisian tak henti-hentinya menjadi sorotan. Lihat saja adanya rekening "gendut" pimpinan Polri, tindakan pencucian uang, kepemilikan narkoba, isu suap kenaikan pangkat, dan persoalan-persoalan indisipliner anggota kepolisian. Ini semua semakin menjatuhkan citra Polri di mata masyarakat.

Polri seharusnya sebuah korps yang memiliki integritas, disiplin, dan profesional dalam menjalankan tugas dan kewajibannya. Polri seharusnya juga lembaga yang antikorupsi, antisuap, dan anti persekongkolan. Polri harus selalu menjadi garda depan dalam menindak setiap kejahatan.

Dalam perjalanan sejarahnya, Polri telah melahirkan tokoh polisi yang bersahaja, disiplin, jujur, tak mau kompromi, dan tak gampang tergiur harta. Dia tidak memanfaatkan jabatannya untuk kepentingan sendiri. Dialah Hoegeng.

Tentang Hoegeng ini, mendiang mantan Presiden KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) punya statement khas dan menarik. Menurut Gus Dur, di Indonesia ini, hanya ada tiga polisi yang jujur alias tak bisa disuap, yakni patung polisi, polisi tidur, dan Hoegeng.

Hoegeng yang dimaksud Gus Dur adalah almarhum Jenderal (Pol) Hoegeng Iman Santoso, Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) di masa transisi Orde Lama menuju Orde Baru. Ia adalah sosok teladan seorang polisi yang menjaga integritasnya sampai akhir hayat. Sebagai polisi, Hoegeng dikenal jujur, sederhana, dan tak kenal kompromi.

Hoegeng tidak aji mumpung meskipun menjadi pemimpin dan pejabat negara. Dia tidak memanfaatkan jabatannya untuk memberi surat izin bagi putranya menjadi taruna ABRI ketika itu, atau kemudahan bagi putrinya untuk sekadar lolos di perguruan tinggi negeri dengan fasilitas jabatannya. Hingga wafatnya pada 14 Juli 2004, Hoegeng tidak memiliki rekening gendut. Ia hanya memiliki uang pensiun.

Itulah sebagian kisah yang diceritakan dalam buku Hoegeng; Polisi dan Menteri Teladan yang ditulis dari penuturan bekas asisten dan sekretaris pribadi Hoegeng, Soedharto Martopoespito. Ketika itu, Hoegeng menjadi menteri/sekretaris presidium kabinet pada periode Maret 1966 hingga Juli 1966, hingga persinggungannya saat Hoegeng menjabat Wakapolri dan kemudian Kapolri (1968–1971).

Sang asisten baru berkisah setelah 48 tahun kemudian, setelah pensiun, dan Hoegeng sudah meninggal. Kekhasan pribadi Hoegeng sangat membekas. Tak heran kebiasaan Hoegeng terekam dengan baik. Misalnya, dia tak mau dikawal dan tidak mau mengambil jatah beras. Pribadi Hoegeng ini membuat rikuh para kolega, apalagi anak buahnya, karena perilakunya lurus dan antikorupsi.

Sang istri, Meriyati Roeslani (Meri), memiliki pengertian yang luar biasa akan prinsip hidup suaminya. Saat Hoegeng menjabat sebagai kapolri, ia tak mengizinkan istrinya menjadi Ketua Umum Bhayangkari, yang biasa dijabat istri kapolri. Hoegeng berkata kepada istrinya, "Hoegeng ini komandan polisi di Indonesia, tetapi Meri bukan komandan dari istri-istri para polisi," (halaman 91).

Kepada anak-anaknya, Hoegeng juga bersikap tegas dan tanpa kompromi. Dia tak ingin anak-anaknya hidup manja dan menggantungkan diri pada jabatan ayahnya. Untuk mengajarkan kemandirian dan kerja keras, Hoegeng mengizinkan anak-anaknya berjualan koran dan kue. Anak kedua Hoegeng, Aditya Soetanto Hoegeng, tak pernah merasakan fasilitas negara (halaman 72).

Sebagai pejabat negara dan mantan Kapolri, Hoegeng tak memiliki apa-apa sampai wafatnya, kecuali kejujuran itu sendiri. Kisah hidup dan teladan Hoegeng Iman Santoso tentu bisa menjadi cermin perlunya sosok polisi yang bersahaja, terbuka, jujur, profesional, tanpa kompromi, dan anti-KKN. Keteladanan seorang polisi seperti Hoegeng diperlukan untuk mendorong perubahan.  

Saturday, October 13, 2018

RESENSI BUKU Dari Puncak ANDALUSIA

RESENSI BUKU Dari Puncak ANDALUSIAJudul buku            : Dari Puncak ANDALUSIA
Penulis                  : DR. TARIQ SUWAIDAN
Penerbit                : Zaman
Penerjamah           : Zainal Arifin
Penyunting            : Chairul Ahmad
Pembaca proof     : Arif Sarwani
Pewajah isi           : Nur Aly
Desainer sampul   : Altha Rivan
Cetakan 1             : 2015
Jumlah halaman     : 720
Terbit                    : Februari 2015 

Sinopsis :
Sebelum bernama Spanyol,dulunya daerah ini bernama Andalusia.Tepatnya pada tahun 92 H/711 M,pasukan muslim mulai masuk ke Spanyol di bawah pimpinan Thariq bin Ziyad.Peperangan dan perjanjian dilalui.Perang  penaklukkan antara pasukan Muslim dengan kaum Vandal dan Visigoth.Kaum Vandal menguasai Spanyol sejak abad 5-10 M.Sedangkagn Kaum Visigoth yang berasal dari Jerman menguasai selama 3 abad hingga permulaan abad ke 16 M.Dari mana kaum Vandal kemudian daerah yang kini bernama Spanyol dinamakan Vandalusia,kemudian orang Arab menyebutnya Andalusia. Setelah berakhirnya Dinasti Umayyah di Timur,kaum Umayyah terus diburu oleh Bani Abbasiyah yang naik takhta.Pelarian Kaum Umayyah inilah yang kemudian Berjaya di Eropa. Mereka mendirikan kelanjutan Khilafah Umayyah di Andalusia dan menerangi Eropa yang sebelumnya gelap gulita. Orang yang berperan dalam hal ini adalah Abdurrahman ad-Dakhil . Kepemimpinan Khilafah Umayyah di Andalusia terus berlanjut hingga masa pimpinan Abdurrahman al-Nashir. Di bawah kepemimpinannya Andalusia mencapai zaman keemasannya. Abdurrahman al-Nashir mampu menstabilkan situasi dan kondisi Andalusia. Setelah itu dia mengokohkan pilar-pilar pemerintahan agar dinastinya berdiri kuat.

Ada enam raihan prestasi puncak peradaban Andalusia di bawah kepemimpinan Abdurrahman al-Nashir. Pertama prestasi dalam sisi politik. Banyak delegasi-delegasi negara lain yang berdatangan ke Kordoba untuk menjalin hubungan baik dan kerja sama politik dengan Andalusia. Seperti Bizantium Timur (Konstantinopel). Kedua, prestasi dari sisi sosial. Rakyat bisa menikmati beragam makanan, pakaian, nyanyian dan musik. Rakyat Andalusia menjadi senang berpesta pora. Orang yang membawa kebiasaan tersebut adalah Zaryab. Sayangnya, karena hal ini rakyat Andalusia menjadi lalai. Mereka banyak yang lupa bahkan jauh dari Islam. Banyak ulama yang mencoba memerangi hal ini agar Andalusia tidak menjadi lemah dan jatuh, seperti al-Mundzir bin Sa’id al-Baluthi . Ketiga, prestasi dalam pembangunan infrastruktur. Kordoba pada saat itu adalah kota yang besar dan penduduknya mencapai angka setengah juta jiwa. Selain Baghdad, tidak ada kota lain yang lebih besar dari itu. Untuk menampung masyarakat Kordoba, dibangunlah ada 13 ribu unit rumah dan didirikan juga 3.000 masjid. Keempat, prestasi dalam administrasi pemerintahan. Abdurrahman al-Nashir membagi Kordoba menjadi 28 distrik. Penugasan apparat kepolisian dibagi dua waktu, malam dan siang hari. Penugasannya juga berbeda, seperti mengawasi dan mengawal pedagang. Sistem peradilan juga mendapat perhatian dari Abdurrahman al-Nashir. Dibuatlah syarat bagi calon pejabat peradilan, semua etnis boleh menjadi menjadi pejabat peradilan, tidak hanya orang Arab. Abdurrahman al-Nashir tidak menyukai fanatisme dan nepotisme. Kelima, prestasi dari sisi ekonomi. Di bawah kepimpinan Abdurrahman al-Nashir bidang pertanian berkembang pesat. Berbagai tanaman buah-buahan tumbuh subur, seperti tebu, padi, zaitun, dan delima. Pada masa inilah juga dibuat kalender pertanian untuk setiap musim yang kemudian diadopsi oleh Eropa .

Terakhir prestasi dari sisi budaya. Al-Nashir dikenal mencintai ilmu dan ulama. Ada 70 perpustakaan di Andalusia, dan setiap perpustakaan ada 400 judul buku. Di Kordoba, al-Nashir mendirikan 27 sekolah gratis bagi kalangan miskin dan jelata. Ada banyak ulama yang masyhur kala itu salah satunya adalah al-Qadhi Abdullah Muhammad bin Muhammad, yang menimba ilmu dari 236 syaikh.

Dengan prestasi gemilang di atas, tak heran jika Andalusia disebut sebagai mutiara dunia (halaman 277). Andalusia telah menorehkan sejarah yang sangat berperan atas terbentuknya peradaban Eropa saat ini. Dalam buku  720 halaman ini DR. Tariq tidak hanya menulis masa kejayaan Umat Islam di Andalusia, tetapi juga menulis masa-masa akhir yang terpuruk. Sebuah buku yang menarik, karena menginspirasi dan sarat perenungan.

ALIYATUL FITRIPROFIL PERESENSI

Nama               : ALIYATUL FITRI
Kelas               : X IPS 3
No. absen        : 03
Sekolah           : SMA Negeri 1 Brebes

RESENSI Runtuhnya Hindia Belanda

RESENSI Runtuhnya Hindia Belanda
Judul buku     : Runtuhnya Hindia Belanda 
Penulis           : Onghokham
Penerbit         : PT Gramedi Jakarta 
Tebal Buku    : 291 Halaman 

Sinopsis : Saya memilih untuk menulis resensi “runtuhnya hindia belanda” karena buku tersebut adalah skripsinya saat dia menjadi mahasiswa jurusan sejarah Universitas Indonesia. Onghokham menggunakan paradigma historiografi kolonial—penulisan sejarah yang dilihat dari sudut “nederlandocentris”—bukan penulisan sejarah indonesia dari sudut indonesia centris yang lebih sering digunakan. Didalamnya banyak sekali info (fakta) sejarah yang (hampir) tidak pernah dibicarakan dalam pelajaran sejarah, seharusnya buku ini jadi bacaan wajib para pelajar Indonesia. Bagian terakhir dari buku ini sangat sangat sangat menarik karena Onghokham memberikan kronologi hari-hari terakhir pemerintah hindia belanda berkuasa dengan gaya bercerita yang dramatis.

Salah satu hal yang saya ketahui bahwa indonesia dijajah belanda bukan selama 3,5 abad tetapi sekitar seratus tahun lebih, indonesia secara resmi dijajah pemerintah hindia belanda tahun 1930 (pemberlakuan taman paksa oleh gubernur jenderal van de bosch) sampai tahun 1942—pemerintah hindia belanda menyerah kepada jepang. Namun menurut Onghokham, sejak 1942, indonesia dapat dikatakan selalu dalam keadaan “vivere pericoloso” atau transisi, revolusi, perang saudara, konfrontasi dengan belanda tentang irian, inflasi, konfiskasi milik belanda yang berarti pengambilalihan ekonomi kolonial ke tangan indonesia dengan segala akibatnya, seperti inflasi, pemotongan uang (sanering) dan lain sebagainya. Keadaan ini mungkin akan berlaku sampai 1972 (oil boom prices).

Buku ini secara jelas banyak membahas mengenai menyerahnya belanda kepada Jepang pada bulan Maret 1942 teah dianggap sebagai titik terakhir dari kekuasaan kolonialnya di Indonesia yang telah berlangsung selama tiga abad. Namun tanpa peristiwa itu pun, sesungguhnya awal dari proses runtuhnya kekuasaan colonial Belanda di Indonesia telah Nampak sejak permulaan abad ini ketika benih-benih nasionalisme Indonesia modern mulai menampakkan dirinya. Proses itu makin nyata pada pertengahan tahun 1920-an hingga awal tahun 1940-an dengan munculnya aspirasi dan gerakan-gerakan nasionalis yang dengan tegas menuntut kemerdekaan Indonesia. Situasi Internasional yang ditandai oleh Perang Dunia II, melalui dimana Jepang mengambil alih kekuasaan Belanda di Indonesia selama tiga setengah tahun, hanyalah merupakan factor yang mempercepat proses keruntuhan tersebut yang sudah berakar jauh sebelumnya.

Dalam buku ini, DR. Onghokham menguraikan proses tersebut dengan menganalisis berbagai factor yang mempengaruhinya, baik factor dalam negeri Indonesia maupun factor-faktor Internasional, termasuk juga perkmbangan politik di Negeri Belanda Sendiri.

Kekayaan informasi dan analisis kritis yang terkandung didalamnya, membuat buku ini perlu dibaca oleh mereka-mereka yang ingin mempelajari seuatu periode yang sangat menentukan dalam sejarah bangsa Indonesia.

Kekurangan : Yang menjadi kelemahan dalam buku ini adalah tidak ada pengantar dari orang ahli untuk menjelaskan secara singkat mengenai isi dari buku ini.     

Kelebihan : Yang menjadi kekuatan dari buku ini adalah buku ini memang memusatkan perhatian pada masa-masa akhir dari kekuasaan Belanda di Indonesia yaitu menjelang Perang Dunia Kedua hingga saat menyerahnya Belanda kepada Jepang di Indonesia pada bulan Maret 1942, namun sebagai latar belakang diuraikan juga situasi di Hindia Belanda sejak permulaan abad 1920 hingga akhir tahun 1930-an. Sehingga bisa memberikan pemahaman bagi pembaca mengenai munculnya aspirasi-aspirasi nasionalisme Indonesia dan gerakan-gerakan nasional tahun 1920-an dan 1930-an guna mewujudkan aspirasi tersebut serta baimana “reaksi” pemerintah Hindia Belanda menghadapinya.
Kekuatan lainya adalah buku ini dilengkapi oleh gambar-gambar.


PROFIL PERESENSI
Saskia Paramitha Nugrahaeni









Nama        : Saskia Paramitha Nugrahaeni
No.Absen : 31
Kelas        : X IPS 3
Sekolah    : Sma Negeri 1 Brebes
Night Mode