Thursday, September 14, 2017

Sejarah Desa Banjaratma

Dahulu di desa ini terdapat sebuah pabrik gula yang djalankan oleh belanda, pabrk ini dahulu menjadi lapangan pekerjaan bagi sebagian warga desa d dalam pabrik ada banyak pohon kesambi yang tumbuh disepanjang jalan depan rumah belanda. Sebelum itu nama desa ini adalah SAMBIGOAK, nama ini diambil dari pohon kesambi yang tumbuh dan pohon tersebut kebanyakan berusia tua sehingga banyak phon yang ditengahnya berlubang dalam Bahasa sekitar disebut Kroak atau Goak.

Seiring berjalannya waktu pabrik gula yang dikuasai belanda inimulai mengalami kemunduran hingga bangkrut dan dtinggalkan pemiliknya. Pohon kesambi yang dulu tumbuh lebat juga ikut di tebangi oleh warga, sehingga nama SAMBI GOAK mulai dianggap kurang pas dengan kondisi sekarang sehingga muncullah nama BANJARATMA dengan arti BANJAR adalah artinya berjajar atau berbaris dan ATMA berarti NAMA.

Sumber :

-          Explorebrebes.blogspot.com

-          Banjaratmaku.blogspot.com

Penyunting

-          Athallah Arieq Wibowo

-          Fadillah Subekti

-          Frauline Adhiema Rizqia

-          Helida Firzi Leniza

Sejarah Daerah Jatibarang

Jatibarang Adalah sebuah kecamatan di kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Inodnesia. Jatibarang terletak 12 km sebelah sealatan kota brebes. Sejarah nama wilayah jatibarang sampai sekarang belum diketahui secara pasti namun dibeberapa sumber atau sesepuh diceritakan secara sekilas bahwa wilayah jatibarang dahulu kala adalah hutan jati yang lebat dan dihuni oleh beberapa orang. Kemudian datanglah serombongan orang yang dipimpin oleh kesatria pendatang dengan ksatria wakil dari penghuni hutan jati, setelah pertarungan yang senggit kemudian di menangkan oleh ksatria pendatang. Sesuaii dengan kesepakatan yang telah ditentukan sebelumnya, akhirnya kedua kelompok tersebut hindup berdampingan untuk mendirikan pemukiman baru, mereka menebangi pohon jati yang berada dihutan dan melemparkan pohon-pohon tersebut. Jadi nama jatbarang itu berasal dari pohon jati yang dilempar atau dalam Bahasa brebesnya adalah balang. Dari waktu ke waktu nama jatibalang berubah menjadi jatibarang

Sumber :          -Wikipedia

                        -ExploreBrebes.blogspot.com

Penyunting :

-          Cahayatni

-          Silvya Maharani

-          Fabriana Laelatu nafisa

-          Anindia Dwi

-          Ahmad Minanul Fauzi

Sejarah desa Kaligangsa Gawe

Kaligangsa merupakan kelurahan yang terletak di pinggiran jalan pantura tepatnya di perbatasan tegal-brebes. Kaligangsa berasal dari kata KALI yang artinya adalah SUNGAI dan  GONG artinya GAMELAN.
Dahulu nama daerah ini sebenarnya adalah Krandon yang memiliki arti Ndon-ndonane barange sunan Kalijaga. Nah, pada zaman dahulu terdapat gong yang ditemukan oleh titisan sunan kalijaga. Pada tahun 1965 ditemukan barang pendermaan berupa gong bersusun seperti tumpukan piring dan ukuran senamapan sampai dengan seukuran dodol terbuat dari bahan perunggu (emas, perak, tembaga). Dirampas oleh partai (pada peristiwa G30S) pada masa itu keadaan politik zaman dulu masih belum stabil. Gong tersebut sebagian dilebur dan sebagian lagi disimpan di museum nasional (MUNAS).
Nah itu merupakan asal- usul dari nama kaligangsa sedangkan nama asal – usul dari gawenya ceriatanya seperti ini
Konon katanya dulu terdapat candi yang dinamakan candi gawe. Candi ini konon merupakan peninggalan dari kraton gaib yang terdapat pada desa ini dan setiap bulan suro diadakan juga sedekah bumi serta pementasan wayang golek untuk menghormati kraton gaib tersebut
Nah seperti itulah cerita tentang asal usul desa Kaligangsa Gawe mungkin sedikit tidak masuk akal namun dalam sejarah lokal sumber sejarahnya belum bisa ditemukan secara pasti maka dari itu lebih banyak menceritakan tentang mItos dan cerita yang berlaku di dalam desa atau tempat tersebut.
Sumber :          Lutfimahmud34.blogspot.com
                        Explorebrebes.blogspot.com
Penyunting :
-       Lusiana Dewi
-       halsa Monica
-       Syifana Cahya
-       M. Nur Rahmat
-       Bunga Cahyani

Sejarah Desa Banjaranyar Lor

Dahulu Sebelum di bangunnya desa yang terlihat adalah bentangan sawah yang tidak terlaluu lebar yang dia apit oleh dua desa. Di sebelah barat ada desa limbangan dan di sebelah timur ada desa kalgangsa. Sawah - sawah ynag tidak terlalu lebar itu ditanami berbagai macam tanaman dari padi hingga berbagai sayuran oleh pemiliknya.

Tahun berganti tahun, bulan berganti bulan hari pun berganti hari. Salah satu pemilik sawah memiilik keturunan dan ingin memberikan sebuah warisan kepada anak-anaknya. Namun oleh anak anak dari seorang pemilik sawah itu dijadikan rumah.

Suatu ketika petani yang memilik sawah disekitar itu mulai resah dan tdak mau melanjutkan pekerjaannya bertani karena tidak setiiap panen menghasilkan keuntungan melankan kerugan. Oleh sebab tu sebagan petani mula mengganti profesi sebaga pedagang karena tidak mempunyai modal, maka sawah tersebut dijual, maka jadilah sebuah desa dan warga mengusulkan menamakan desa tersebut dengan nama banjaranyar lor karena nama lor sendiri merupakan Bahasa brebes untuk wilayah utara. Dan ada yang berpendapat juga tentang nama banjar anyar dulu bernama banjar anyar sidakna karena warga ingin membangun desa yang baru jadi.

Sumber :

-          Brebesc.blogspot.co.id

-          Explorebrebes.blogspot.com

Penyunting :

-          Vania Shinta

-          M. Naufal A.

-          M. Ilham Maulana

-          Ade Nurrohman

-          Abiyyu Wicaksono

Monday, September 11, 2017

Periodesasi (pembabakan waktu) dalam sejarah

Pembabakan waktu atau periodisasi adalah salah satu proses strukturisasi waktu dalam sejarah dengan  pembagian atas beberapa babk, zaman atau periode. Peristiwa-peristiwa nasa lampau yang begitu banyak dibagi-bagi dan dikelompokkan menurut sifat, unit, atau bentuk sehingga membentuk satu kesatuan waktu tertentu. Pembagian babakan waktu merupakan inti cerita sejarah. Pembabakan atau periodisasi waktu adalah pembagian ats dasar pengelompokkan, babakan zaman dan waktu tertentu didalam cerita sejarah. Jadi babakan waktu dibagi atas beberapa babak, zaman atau beberapa periode.
Tujuan Babakan waktu
a.       Memudahkan pemahaman terhadap peristiwa-peristiwa masa lampau
b.      Melakukan penyerdehanaan
Peristiwa yang beraneka ragam dan bersimpang siur disusun menjadi sederhana sehingga mendapatkan ikhtiar yang mudah di artikan.
c.       Peristiwa masa lampau dikelompokan kemudian hubungan antara motivasi dan pengaruh peristiwa itu dikait-kaitkan (interrelasi) lalu disusunsecarasistematis
d.      Klasifikasi dasar keseragaman peristiw, misalnya kebudayaan, ekonomi, politik, pandangan hidup, agama dan lainya
Beberapa faktor yang dijadikan dasar kriteria antara lain sebagai berikut:
a.      Faktor geogrfis menunjukan lokasinya
Babakan waktu it berbentuk demikian:
Bab 1 Kerajaan kutai-Taumanegara (abad 4-6)
Bab 2 Kerajaan Sriwijaya – Majapahit (abad 8-15)
Bab 3 Kerajaan Demak – Mataram (baru) (abad 15-18)
Bab 4 Kerajaan diluar Jawa. Aceh, Palembang, Banjarmasin dab sebagainya.
b.     Faktor Kronologi, menunjukan waktu.
Bab 1 Jaman Kuno
Bab 2 Jaman Pertengahan
Bab 3 Jaman Baru
Bab 4 Jaman Modern
c.       Atas dasar Dinasti
1.      Dinasti Shang 1450-1050 sebelum masehi
2.      Inasti Chao 1050-247
3.      Dinasti Chin 256-207
4.      Dinasti Han206 sebelum masehi sampai 220 masehi
5.      Dinasti Sui 580-618 dan seterusnya.
Contoh lainnya:
1.      Sanjaya – wamsa
2.      Cailendra-wamsa
3.      Isyana-wamsa
4.      Rajasa –wamsa
d.      Atas dasar agama
1.      Jaman sebelum masehi
2.      Jaman sesudah masehi
3.      Jaman animisme/dinamisme
4.      Jamn hindu
5.      Jaman islam dan seterusnya
e.       Atas dasar melukiskan perjuangan manusia
1.      Pra sejarah
2.      Kebudayaan kuno (india, tiongkok dan sebagainya)
3.      Bangsa – bangsa steppe (nomade)
4.      Eropa kuno (mengenai bahasa-bahasa)
5.      Jaman romawi kuno
6.      Ruangan hidup agama budha
7.      Zaman almasih
8.      Agama nasrani ditimur tengah
9.      Agama islam
10.  Kerajaan allah (= midele ages)
11.  Kerajaan manusia
12.  Jaman mesin berkuasa
13.  Jaman massa berkuasa

Sunday, September 10, 2017

Candi - candi di Jawa Tengah

ada banyak candi yang terdapat di daerah jawa tengah, dari berbagai candi saya membaginya dengan penglompokan berdasarkan corak agama sebagai berikut :


Candi Budha di Jawa Tengah

# Candi Banyunibo

# Candi Borobudur

# Candi Bubrah

# Candi Kalasan

# Candi Lumbung

# Candi Mendut

# Candi Pawon / Brajanalan

# Candi Plaosan

# Candi Ratu Baka

# Candi Sari

# Candi Sewu

Candi Hindu jawa tengah

# Candi Arjuna (Dieng-Jateng)

# Candi Bima (Dieng-Jateng)

# Candi Gatotkaca (Dieng-Jateng)

# Candi Gunung Wukir (Jawa Tengah)

# Candi Asu (Magelang-Jateng)

# Candi Ceto (Karanganyar-Jateng)

# Candi Sukuh (Karanganyar-Jateng)

# Candi Gedong Songo (Ambarawa-Jateng)

# Candi Losari (Magelang-Jateng)

# Candi Gunungsari (Magelang-Jateng)

# Candi Pringapus (Temanggung-Jateng)

# Candi Liyangan (Temanggung-Jateng


Baca juga - perbedaan candi jawa tengah dan jawa timur

Saturday, September 02, 2017

Naskah Drama Kerajaan Kutai (Hindu)

Alkisah, pada waktu dunia masih berumur 4 abad. Terdapat kerajaan bercorak hindu yang terletak di muara Kaman, Kalimantan Timur, tepatnya di hulu Sungai Mahakam.
Kudungga raja pertama dari kerajaan kutai yang pada saat itu beru saja masuk agama hindu telah tengah melakukan ritual kelahiran anaknya dengan para brahamana
Kudungga : sebentar lagi aku memiliki seorang penerus tahta kerajaan ini. Segera siapkan upacara kelahiran anak ku
Brahmana :  siap paduka raja
Setelah Kelahiran putra mahkota
Brahmana : puja dewa siwa, anak anda akan menjadi penerus tahta kerajaan yang gagah dan berani seperti dewa matahari paduka
Kudungga : baiklah aku akan berikan nama yang mencerminkan nama dewa matahari.
Brahmana :  bagaimana kalua namanya AÅ›wawarman yang mulia
Kudungga : nama yang bagus pendeta Brahmana. Baklah pengawal segera sebarkan berita baik ini keseluruh penghuni istana
Pengawal : Baik yang mulia raja
Waktu terus berlalu aswawarman pun tumbuh menjadi laki-laki yang pantas untuk melanjutkan tahta raja kudungga. Hingga akhirnya raja kudungga wafat dan aswawarman pun dinobatkan sebagai raja kerajaan kutai.
Aswawarman : hai, para rakyatku sebelumnya ayahku raja kudungga telah memerintah kerajaan ini dengan sangat baik, adil dan bijaksana. Maka aku aswawarman akan meneruskan kejayaan kerajaan ini.
Rakyat : hidup raja aswawarman, hidup raja aswawarman
Aswawarman pun memimpin kerajaan kutai dengan sangat adil hingga aswawarman mendapat julukan sebagai raja yang sangat mulia.
Didalam istana kerajaan
Tabib : yang mulia raja hamba ingn melapor
Aswawarman : ada apa tabib ?
Tabib : hamba ingin melaporkan kabar gembira pada yang muliia raja. Bahwa permaisuri sedang mengandung anak paduka raja yang ketiga
Brahmana : puja dewa siwa sungguh beruntung paduka yang mulia. Hamba rasa anak paduka ini akan menjadi raja yang dapat membawa kejayaan bagi kerajaan ini.
Aswawarman : sungguh dewa berbaik hati kepadaku. Pengawala segera adakan upacara untuk menyambut kelahran anakku.
Pengawal : baik yang mulia
 Beberapa bulan kemudian.
Pengawal : yang mulia tabib istana menyuruh hamba untuk melaporkan bahawa anak paduka raja telah lahir.
Aswawarman : Brahmana siapkan upacara pemberian nama anakku
Brahmana : baik baginda, nama apa yang akan baginda berikan ?
Aswawarman : Mulawarman. Aku berharap dengan nama mulawarman ini akan menjadikan kerajaan kutai lebih besar dan dapat memakmurkan rakyat kutai.
Brahmana : nama yang indah paduka raja. Baklah  Hamba mohon undur diri untuk mempersiapkan upacara pemberian nama.
Setelah kelahiran anaknya raja aswawarman sedangkan berpikir seberapa besar batas wlayah kerajaan kutai yang dia pimpin.
Aswawarman : Brahmana. Bagaimana raja-raja di india menentukan kekuasaan wlayahnya?
Brahmana : di India pada masa pemerintahan Raja Samudragupta ketika ingin memperluas wilayahnya dilaksanakan pelepasan kuda dengan tujuan untuk menentukan batas kekuasaan Kerajaan ( ditentukan dengan tapak kaki kuda yang nampak pada tanah hingga tapak yang terakhir nampak disitulah batas kekuasaan Kerajaan ).lalu  Pelepasan kuda-kuda itu diikuti oleh prajurit yang mulia
Aswawwarman : baiklah segera laksanakan upacara tersebut dan akan ku namai upacara tersebut dengan nama asmawedha
Pengawal dan Brahmana : kami siap melaksanakannya paduka.

Hari demi hari, tahta kerajaan pun berganti dengan meninggalnya raja aswawarman .tahta pun diserahkan pada mulawarman. Mulawarman  tumbuh menjadi raja yang besar,  serta dermawan bagi kerajaan  kutai. Rakyat-rakyatnya hidup tentram dan sejahtera. Di bawah pemerintahannya, Kerajaan Kutai mengalami masa kejayaannya. dan Sebagai bentuk kebesaran raja mulawarman. Nama Mulawarman dicatat dalam yupa karena kedermawanannya menyedekahkan 20.000 ekor sapi pada Kaum Brahmana. Namun kejayaan mulawarman tak pernah bisa diulangi para penggantinya.
Kerajaan kutai terus berganti tahta dari Marawijaya Warman, Gajayana Warman, Tungga Warman, Jayanaga Warman, NalaSinga Warman, Nala Parana Tungga, Gadingga Warman Dewa, Indra Warman Dewa, Sangga Warman Dewa, CandraWarman, Srilangka Dewa, Guna Parana Dewa, Wijaya Warman, Sri Aji Dewa, Mulia Putera, Nala Pandita, Indra Paruta Dewa sampai pada Dharma Setia
Raja demi raja telah silih berganti memimpin kerajaan kutai, masalah demi masalah telah dilalui namun tak ada yang abadi di dalam dunia ini hingga akhirnya kerajaan kutai runtuh saat raja Maharaja Dharma Setia tewas di tangan Raja Kutai Kartanegara ke-13, Aji Pangeran Anum Panji Mendapa. Kerajaan Kutai selanjutnya menjadi Kerajaan Islam yang bernama Kesultanan Kutai Kartanegara.
Sekian
Night Mode