Menurut legenda, Aztec berasal dari suatu tempat yang disebut Aztlan, yang berarti “tempat yang putih” atau “tempat burung kuntul.” Namun, tidak ada yang tahu pasti dimana Aztlan berada. Tempat ini mungkin termasuk wilayah Meksiko utara pada saat ini atau mungkin jauh lebih ke utara. Dari sejarah lisan suku Aztec, para sejarawan tahu bahwa mereka mengembara selama bertahun-tahun untuk mencari tempat tinggal. Mereka mendatangi Lembah Meksiko pada tahun 1200-an.
Namun, orang Indian lainnya telah menetap disana dan sebagian besar tanah yang baik untuk pertanian sudah diambil. Suku Aztec mengalami kesulitan dalam mencari tempat tinggal baru. Mereka menetap di suatu wilayah yang didiami sedikit orang dan banyak ular. Setelah dihuni, suku Aztec murka pada raja lokal yang mengirim tentaranya untuk mengusir mereka. Suku Aztec lantas mencari tempat persembunyian di rawa-rawa dan perairan danau dangkal.
Suku Aztec pertama kali digunakan oleh seorang penjelajah abad ke-18 dan menjadi populer pada abad ke-19. Kata Aztec berarti orang-orang Aztlan yang mengacu pada tanah air milik bangsa Aztec. namun nyatanya imperium Aztec terdiri dari kelompok-kelompok yang berbeda. penduduk Tenochtitlan, misalnya menyebut diri mereka Tenocha, Mexica, atau Mexicacolhua. Imperium tersebut juga berisi bangsa Acolhua dari texcoco, bangsa tepanec dari Azcapotcalzoo, bangsa Chalca, xochimilca, Tlahuica, dan bangsa-bangsa lainnya. Jadi nama Aztec keliru dalam banyak hal. oleh karena itulah ketahui oleh sebagian besar orang, para ahli tetap menggunakannya.
SISTEM KEPERCAYAAN SUKU AZTEC
Suku Aztec menganggap Matahari sebagai hal penting dalam agama mereka. Suku Aztec merupakan penganut Politheis atau pemuja banyak dewa. Dewa-Dewa suku Aztec adalah Dewa Tlatecuhtli yang merupakan dewa utama suku Aztec. Dewa Huitzilopochtli (Dewa Perang), Dewa Hujan, Patung Coacticlue (Dewi Utama Suku Aztec), kemudian Elang dan Jaguar yang merupakan hewan penting bagi suku Aztec dan mereka menganggap elang sebagai pemburu terhebat di udara dan Jaguar pemburuh terhebat di darat.
Ritual Khusus Suku Aztec
> Saat melakukan ritual, pendeta suku Aztec mengecat hitam tubuh mereka sebagai pengenal bahwa mereka adalah seorang pendeta.
> Setiap kali orang Aztec menaklukkan sebuah kota, mereka menambahkan semua dewa dari kota tersebut ke agama mereka. Itu sebab, agama Aztec selalu mendapatkan tambahan dewa baru.
> Suku Aztec menguburkan anggota keluarga mereka di dalam rumah!
> Ritual aneh suku Aztec termasuk mendandani orang-orang khusus yang terpilih meniru dewa tertentu untuk kemudian dibunuh sebagai korban bagi dewa tersebut.
Orang Aztec percaya bahwa para dewa menginginkan pengorbanan sebagai imbalan atas bantuan yang akan diberikan. Jadi skala pengorbanan tergantung pada bantuan dewa yang diperlukan.Untuk bantuan yang penting tak jarang mereka memotong telinga, lidah, dan bahkan alat kelamin mereka sendiri untuk dikorbankan.
Saat anak perempuan lahir, ia akan diberikan bingkisan pot, alat tenun, dan batu pencuci, diiringi doa pendeta sebagai berikut, “Peranmu akan menjadi istri dan ibu dari prajurit masa depan”. Orang yang membantu kelahirannya lantas memanggil dewi Yoalticitl untuk memberkatinya.
Jika anak laki-laki lahir, ia akan diberikan busur, anak panah, dan perisai dada, diiringi doa pendeta sebagai berikut, “Kau telah datang ke dunia ini untuk memberikan matahari darah musuh-musuhnya untuk diminum, dan untuk memberi makan tanah dengan tubuh mereka “.
BIDANG KESENIAN SUKU AZTEC
Kesenian dan arsitektur telah maju pesat, terutama dalam seni lukis dan seni bangunan. Bangunan besar dan megah dibuat dengan menggunakan bahan batu, pasir dicampur semen sehingga kuat dan halus. Bangunan piramida dibangun untuk memuja dewa. Bangsa Aztec memiliki seni bangun atau arsitektur yang amat tinggi. Sudah mengenal dekorasi patung.
BIDANG ILMU PENGETAHUAN
Suku Aztec memiliki sistem pendidikan dan ilmu pengetahuan yang jauh lebih baik dari pada yang dimiliki oleh bangsa Spanyol. Hal tersebut dibuktikan dengan adanya Kodeks Badianus yang ditulis pada tahun 1552 oleh Martinus yang merupakan dokter bagi suku Aztec. Kodeks itu memuat resep tradisional untuk pengobatan herbal. Suku Aztec juga memiliki keterampilan dalam bidang merancang bangunan. Pengetahuan di bidang teknim bangunan mereka membuat bangunan dengan menggunakan batu yang bernama Tazontle, dengan berat yang sangat ringan, untuk mengurangi berat bangunan. Tazontle digunakan sebagai bahan utama bangunan yang kemudian dilapisi dengan batu yang keras seperti batu basal
BIDANG TEKNOLOGI
Para pekerja suku Aztec menggunakan peralatan yang telah digunakan selama berabad-abad oleh para pembangun kota lainnya di Mesoamerika, seperti kapak, palu, dan pahat yang terbuat dari obsidian, batu keras berwarna hitam. Mereka membuat lubang dengan bor bermata kuarsa, batu yang cukup keras untuk mengukis batu lainnya. Di utara kota, para pekerja memasukkan baja ke dalam celah di permukaan batu. Mereka kemungkinan memindahkan bongkahan itu ke kota dengan menggunakan penggelinding yang terbuat dari batang pohon atau dengan penggeret yang mereka tarik dengan menggunakan tali. mereka juga membawanya lewat sungai dengan menggunakan tongkong.
Mesir merupakan satu-satunya pusat kebudayaan tertua di benua Afrika yang berasal dari tahun 4000 SM. Hal ini diketahui melalui penemuan sebuah batu tulis di daerah Rosetta oleh pasukan Perancis yang dipimpin Napoleo Bonaparte. Batu tulis itu berhasil dibaca oleh seorang Perancis yang bernama Jean Francois Champollion (1800) Sehingga sejak tahun itu terbukalah tabir sejarah Mesir Kuno yang berasal dari tahun 4000 SM.
Peradaban Mesir Kuno merupakan sebuah perkembangan kehidupan bangsa mesir yang dahulu menempati sebuah daratan yang sekarang dikenal dengan Mesir sekarang ini namun masih melakukan tradisi kuno. Peradaban Mesir Kuno tumbuh dan berkembang di sepanjang aliran Lembah Sungai Nil, bangsa mesir kuno bertumpu pada pertanian basah yang bergantung pada air dari sungai Nil untuk kesuburan tanah pertanian mereka.
Sungai Nil merupakan urat nadi peradaban Mesir Kuno. Sungai terpanjang di dunia tersebut tidak hanya menyediakan air, melainkan juga menyebabkan lahan subur yang luas di sepanjang tepiannya. Setiap pertengahan Juli sampai pertengahan November, curah hujan dan saiju di dataran tinggi Etiopia mengakibatkan kandungan air Sungai Nil meningkat. Air sungai meluap dan membanjiri sepanjang tepiannya. Saat air telah surut kembali, Sungai Nil meninggalkan endapan lumpur yang sangat subur. Bangsa Mesir Kuno memanfaatkan lahan yang subur itu dengan membangun pertanian sekaligus sistem irigasi untuk menanggulangi banjir.
Sejak 5000 tahun SM desa-desa pertanian di sepanjang Lembah Sungai Nil membentuk kota-kota yang berkembang menjadi sebuah kerajaan. Sekitar tahun 3300 SM terdapat dua kerajaan di Mesir Kuno yang terletak di hulu dan hilir sungai Nil, keduanya adalah Mesir Hulu dan Mesir Hilir. Mesir Hulu terletak jauh di selatan Delta Sungai Nil, sedangkan Mesir Hilir terletak dekat Delta Sungai Nil sekitar 3100 SM, kedua kerajaan itu dipersatukan oleh Firaun Menes. Persatuan itu menandai mulainya perdaban Mesir Kuno yang menghasilkan sejumlah peninggalan yang menakjubkan dunia.
SISTEM KEKUASAAN RAJA
Sistem pemerintahan peradaban Mesir Kuno adalah Monarkisme Absolute (menganut sistem kerajaan). Berarti, kekuasaan tertinggi berada di tangan raja. Menurut kepercayaan Mesir Kuno, kedudukan raja yang mutlak (absolut) itu sesuai dengan kehendak para dewa. Mereka percaya bahwa raja adalah turunan dewa matahari bernama Re. Dewa tersebut dianggap sebagai raja pertama Mesir.
Raja dianggap amat suci sehingga rakyat biasa tidak boleh berhadapan langsung dengan raja (melihat muka raja), bahkan menyebut nama raja. Bila mau menyebut nama raja, rakyat Mesir kuno menyebut istilah Per-O (artinya “Istana Agung”) sebagai ganti nama raja. Dari istilah itulah, diperoleh sebutan Pharao atau Firaun untuk raja Mesir Kuno.
Tanggung jawab Firaun Mesir :
Memerintah dengan adil.
Memelihara keseimbangan alam semesta.
Mengatur kelancaran sistem panen dan irigasi.
Mengatur pemerintahan, hukum, dan kebijakan luar negeri.
Memimpin angkatan perang.
Memimpin upacara keagamaan.
Oganisasi Pemerintahan Mesir Kuno
Dalam menjalankan pemerintahannya, raja dibantu oleh sejumlah pejabat dan pegawai. Masing-masing dari mereka telah memiliki jabatan dan kedudukan sesuai dengan pembagian tugas yang jelas. Dalam strukrut pemerintahan terdapat Pejabat terrtinggi dibahwa raja yang disebut sebagai vassal (raja bawahan) yang ditempatkan di Mesir Hulu dan Mesir Hilir. Vassal Mesir Hulu berkedudukan di Memphis, vassal Mesir Hilir berkedudukan di Thebe. Tugas utama vassal adalah memantau pelaksanaan kebijakan pusat dan pengumpulan pajak.
Vassal membawahi sejumlah pegawai, juru tulis, dan duta. Pegawai bertugas menangani urusan keuangan, bangunan kerajaan, lumbung, dan peternakan. Juru tulis (sikretris) bertugas mencatat seluruh kegiatan pemerintahan sehingga pemerintah mengetahui sejauh mana kebijakan dan aturan dijalankan. Duta bertugas menangani hubungan luar negeri
Pemerintahan Mesir Kuno
1. Kerajaan Mesir Tua (3100-2134 SM)
Kerajaan Mesir Tua berlangsung sejak masa pemerintahan Firaun Menes sampai pemerintahan Firaun Pepi II. Mesir dipersatukan di bawah pemerintah pusat yang kuat. Sebagai Raja Mesir Tua yang pertama, Firaun Menes bergelar Nesut-biti, yang artinya raja bermahkota kembar. Mahkota kembar melambangkan keberhasilannya mempersatukan Mesir Hulu dan Mesir Hilir. Masa Kerajaan Mesir Tua dikenal sebagai Abad Piramida. Pada masa itulah dibangun sejumlah piramida raksasa. Firaun terkenal selain Menes dan masa itu antara lain Zoser, Cheops, Chefren, dan Mekaure.
Pada masa Kerajaan Mesir Tua, ibu kota terletak di Memphis. Ketika itu, Mesir dibagi atas 42 distrik aministratif yang disebut nomes. Masing-masing nomes dipimpin oleh seorang pejabat. Mula-mula, masa tugas pejabat di nomes berlangsung singkat. Setelah selesai, mereka kembali ke Memphis. Lama kelamaan, pejabat ini menetap secara permanen di nomes, dan disebut nomarch. Mereka menjadi penguasa di nomesnya masing-masing.
Bahkan, jabatan nomarch dipegang seumur hidup dan berlaku turun-temurun. Semasa Firaun Pepi II berkuasa, pemerintah pusat menjadi lemah karena persaingan di antara nomarch. Masing-masing mempunyai kepentingan politik dan ekonomi. Persengketaan dan persaingan kekuasaan yang berlarut larut membuat persatuan Mesir tidak bisa dipertahankan lagi. Setelah Pepi II meninggal, Mesir terpecah belah. Keadaan itu menandai berakhirnya masa Kerajaan Mesir Tua.
2. Kerajaan Mesir Pertengahan (2040-1640 SM)
Masa Kerajaan Mesir Pertengahan diawali oleh keberhasilan Firaun Mentuhotep II dari Thebe menaklukkan raja Herakleopolis. Mesir dipersatukan kembali dengan ibu kotanya Thebe. Untuk memperkuat pemerintahan pusat, Mentuhotep melakukan pembersihan terhadap berbagai pihak yang melawan kebijakannya. ia juga mengangkat sejumlah tokoh dan Thebe yang loyal (setia) menjadi pejabat penting dalam pemerintahan.
Masa Kerajaan Mesir Pertengahan sempat ditandai perebutan kekuasaan. Ketika itu, Amenemhet I berhasil menggulingkan Mentuhotep IV. Amenemhet I kemudian memindahkan ibu kota Mesir ke Itjawy dekat Memphis. Akan tetapi, kudeta itu tidak mengakhiri Kerajaan Mesir Pertengahan. Bahkan, kerajaan itu mengalami kejayaan semasa pemerintahan Amenemhet I dan para penggantinya. Firaun terkenal dari masa itu antaralain Senusret I, Senusret III, dan Amenemhet III.
Pada awal masa Kerajaan Mesir Pertengahan, pengaruh para nomarch masih kuat. Sepak terjang mereka dapat membahayakan persatuan Mesir. Untuk mengatasi masalah itu, Senusret III melakukan reorganisasi. Nomes dihapuskan. Sebagai gantinya, Mesir dibagi menjadi 3 daerah administratif yang disebut waret. Sejak pemerintahan Ratu Sobek-Neferu, pemerintahan pusat semakin lemah. Sementara itu, muncul persaingan di antara pejabat pemerintahan.
Mesir kembali terpecah belah. Kondisi Mesir yang Iemah mengundang invasi musuh dari luar. Akhir Kerajaan Mesir Pertengahan ditandai oleh serangan bangsa Hyksos dan Timur tengah Selanjutnya, Mesir diperintah oleh bangsa dan rumpun Semit itu. Ibu kota Mesir berpindah ke Awaris.
3. Kerajaan Mesir Baru (1552-1069 SM)
Kerajaan Mesir Baru diawali oleh keberhasilan pasukan Mesir dibawah pimpinan Ahmosis mengusir bangsa Hyksos. Masa ini merupakan masa paling gemilang dibandingkan dua masa sebelumnya. Mesir membangun armada militernya menjadi amat kuat sehingga mampu memperluas wilayah ke Asia Barat. Dengan kekuatan militernya, Mesir menjadi kerajaan yang amat disegani di wilayah sekitar Laut Tengah ketika itu.
Kejayaan Kerajaan Mesir Baru didukung oleh keunggulan raja-raja yang memerintah. Firaun ternama dari masa itu antara lain :
Beberapa Firaun Ternama :
- Ahmosis I. Ia berhasil mengusir bangsa Hyksos dari Mesir sehingga berkuasalah dinasti ke 18, ke 19 dan ke 20.
- Thutmosis I. Pada masa pemerintahannya Mesir berhasil menguasai Mesopotamia yang subur.
- Thutmosis III. Merupakan raja terbesar di Mesir. Ia memerintah bersama istrinya Hatshepsut. Batas wilayah kekuasaannya di timur sampai Syria, di selatan sampai Nubia, di barat sampai Lybia dan di utara sampai pulau Kreta dan Sicilia. Karena tindakannya tersebut ia digelari “Napoleon dari Mesir”. - Thutmosis III juga dikenal karena memerintahkan pembangunan Kuil Karnak dan Luxor.
Imhotep IV. Kaisar ini dikenal seorang raja yang pertama kali memperkenalkan kepercayaan yang bersifat monotheis kepada rakyat Mesir kuno yaitu hanya menyembah dewa Aton (dewa matahari) yang merupakan roh dan tidak berbentuk. Ia juga menyatakan sebagai manusia biasa dan bukan dewa.
- Ramses II. Ramses II dikenal membangun bangunan besar bernama Ramesseum dan Kuil serta makamnya di Abusimbel. Ia juga pernah memerintahkan penggalian sebuah terusan yang menghubungkan daerah sungai Nil dengan Laut Merah namun belum berhasil.
"Masa Ramses II diperkirakan se-zaman dengan kehidupan Nabi Musa."
Setelah pemerintahan Ramses II kekuasaan di Mesir mengalami kemunduran. Mesir ditaklukkan Assyria pada tahun 670 SM dan pada tahun 525 SM Mesir menjadi bagian imperium Persia. Setelah Persia, Mesir dikuasai oleh Iskandar Zulkarnaen dan para penggantinya dari Yunani dengan dinasti terakhir Ptolemeus. Salah satu keturunan dinasti Ptolemeus adalah Ratu Cleopatra dan sejak tahun 27 SM Mesir menjadi wilayah Romawi. Sejumlah wilayah taklukan melepaskan diri atau bahkan menyerbu masuk ke Mesir, seperti bangsa Libya dan Nubia. Sejak tahun 1069 SM, Mesir berada di bawah kendali kerajaan asing, seperti Nubia, Assyria, Persia, Macedonia, dan Romawi.
SISTEM KEPERCAYAAN
Sistem kepercayaan Mesir kuno adalah polytheisme. Artinya, menyembah banyak dewa-dewi. Bangsa Mesir mengenal sekitar 2000 dewa-dewi. Ada dewa-dewi yang bersifat nasional, artinya disembah seluruh rakyat Mesir Kuno. Ada pula dewa-dewi yang bersifat lokal, artinya disembah rakyat Mesir dan kalangan tertentu dan di wilayah tertentu saja.
Dewa-dewi yang disembah secara nasional ternyata berbeda dari masa kerajaan yang satu ke masa kerajaan yang lain. Pada masa Kerajaan Mesir Tua, pemujaan utama terarah kepada Re, dewa matahari. Untuk memuja Re, bangsa Mesir Kuno membangun kuil di Heliopolis. Pada masa Kerajaan Mesir Pertengahan, pemujaan utama terarah kepada Osiris, dewa hakim di alam baka. Kemudian, pada masa Kerajaan Mesir Baru, pemujaan utama terarah kepada Dewa Amun, raja para dewa. Dewa tersebut sering disembah bersama dewa matahari sehingga digabung menjadi Dewa Amun-Re.
Pembaharuan keagamaan pernah terjadi saat Amenhotep IV memerintah, semasa Kerajaan Mesir Baru. Raja itu mengubah agama Mesir yang polytheis menjadi monotheis. Meskipun ditentang kalangan pendeta Amun-Re, ia menciptakan ibadah kepada satu dewa, yakni Aten, yang dilambangkan dengan cakram matahari. Dewa-dewi lain dianggap tidak ada. Namun, setelah raja tersebut meninggal, ibadah kembali terarah kepada Amun-Re dan dewa-dewi lainnya.
Dewa-dewi Mesir :
• Amun: raja para dewa,
• Re: dewa matahari,
• Shu: dewa udara,
• Set: dewa gurun, badai, dan bencana,
• Osiris: dewa hakim di alam baka
• Min: dewa kesuburan,
• Khonsu: dewa bulan,
• Anubis: dewa kematian,
• Ma’at: dewi keadilan dan kebenaran.
Selanjutnya, kepercayaan Mesir Kuno tidak dapat dilepaskan dari tradisi pengawetan jenasah mummi. Tradisi itu memperlihatkan kepercayaan Mesir Kuno bahwa orang yang telah mati akan hidup abadi asalkan raganya tetap utuh. Mummi yang terkenal antara lain jenasah Tutankhamun, firaun dan masa Kerajaan Mesir Baru, yang ditemukan oleh arkeolog Inggris pada tahun 1922.
Tulisan
Pencapaian pertama dalam bidang IPTEK adalah tulisan. Masyarakat Mesir Kuno mengenal bentuk tulisan yang disebut Hieroglyph berbentuk gambar. Tulisan Hieroglyph ditemukan di dinding piramida, tugu obelisk, maupun daun papirus. Huruf Hieroglyph terdiri atas gambar dan lambang berbentuk manusia, hewan, dan benda-benda.
Sistem Kalender
Kemajuan IPTEK yang selanjutnya yaitu kalender. Masyarakat Mesir mula-mula membuat kalender bulan berdasarkan siklus bulan selama 291/2 hari. Karena dianggap kurang tetap, kemudian mereka menetapkan kalender berdasarkan kemunculan bintang anjing ( Sirius) yang muncul setiap tahun. Mereka juga mengenal tahun kabisat. Penghitungan ini sama dengan kalender yang kita gunakan sekarang, yang disebut Tahun Syamsiyah ( sistem Solar).
Seni Bangunan ( Arsitektur)
Seni bangunan yang dihasilkan oleh Mesir Kuno yang sangat terkenal di dunia yaitu Piramid, kuil, patung, relief, sphinx, obelisk, dan mumi.
Bidang Ekonomi
Di Mesir, administrasi dan perdagangan dikendalikan oleh para wazir serta yang memiliki kekuasaan tertinggi adalah raja. Dan sebagian besar perekonomian Mesir diatur secara ketat oleh pemerintah pusat.
Sistem hukum di Mesir resmi dikepalai oleh Fir’aun. Dewan sesepuh lokal yang dikenal dengan nama Kenbet dikerajaan hanya bertanggung jawab mengurusi kasuskasus ringan, sedangkan jika ada kasus besar maka yang bertanggung jawab adalah Fir’aun. Dan mereka juga diminta untuk bersumpah atas kebenaran yang mereka katakan.
Pertanian di Mesir sangat tergantung dengan Sungai Nil. Kondisi geografi yang mendukung dan tanah di tepi Sungai Nil yang subur menjadikan bangsa Mesir banyak memproduksi makanan dengan cara bertani.
Bidang Sosial
Di bidang sosial, bangsa atau peradaban Kesir Kuno juga mengenal strata sosial. Artinya, terdapat kelas sosial yang tinggi dan yang rendah. Strata tertinggi yaitu diawali dari Fir’aun dan bangsawan, para pedagang, petani, buruh perkotaan, dan budak-budak.
BANGUNAN
Sejak masa Kerajaan Mesir Tua, peradaban Mesir Kuno mampu menghasilkan bangunan yang menakjubkan. Adanya beragam bangunan yang megah itu menunjukkan bahwa bangsa Mesir Kuno telah mengenal seni arsitektur. Sebelum mulaimembangun, para arsitek membuat gambar rancangan dan model bangunan yang akan dibuat. Setelah disetujui raja, pengerjaan dapat dilakukan. Bangunan itu antara lain sebagai berikut.
1. Piramida
Piramida adalah membangun raksasa dari batu yang digunakan sebagai makam raja-raja beserta keluarga mereka. Piramida pertama dibangun oleh Imhotep untuk makam Firaun Sozer. Piramid itu terdapat di Sakkara. Sejumlah piramida termashur lainnya terdapat di Giza (Gizeh) untuk makam Firaun Cheops (Khufu), Chefren, dan Mekaure.
Pembangunan piramida didasari oleh penghargaan tinggi bangsa Mesir Kuno terhadap raja-raja mereka. Sebagai turunan dewa, pemimpin politik, sekaligus keagamaan raja harus diabadikan dalam suatu monumen yang pantas dikenang sepanjang masa. Maka, dibangunlah piramida yang membutuhkan banyak tenaga dan waktu.
2. Sphinx
Sphinx adalah bangunan raksasa dan batu berupa singa berkepala manusia (wajah raja Mesir). Sphinx merupakan perwujudan Dewa Re. Biasanya sphinx dibangun di depan piramida sebagai penjaga. Hal itu sebagai lambang lindungan dewa matahari terhadap raja. Sphinx terbesar terdapat di Giza.
3. Obelisk
Obelisk adalah bangunan batu berupa tugu. Pembangunan obelisk dimaksudkan untuk memuja Dewa Re. Bangunan yang dianggap suci itu itu juga berfungsi mencatat kejadian-kejadian penting. Itulah sebabnya, pada dinding obelisk dijumpai tulisan hieroglyph.
4. Kuil
Kepercayaan Mesir Kuno yang bercorak polytheis tidak dapat dilepaskan dan kuil. Oleh karena itu, peradaban Mesir Kuno meninggalkan sejumlah kuil yang megah. Kuil itu dibangun untuk memuja dewa tertentu. Kuil peninggalan Mesir Kuno antara lain sebagai berikut.
Kuil Dewa Re di Heliopolis, yang dibangun semasa Kerajaan Mesir Tua.
Kuil Hatshepsut di Deir-el Bahari, yang dibangun semasa pemerintahan Hatshepsut.
Kuil Aten di Tel el Amarna, yang dibangun semasa pemerintahan Amenhotep IV.
Kuil Dewa Amun di Karnak, yang dibangun semasa pemerintahan Ramses II.
Kuil di Medinet Habu, yang dibangun semasa pemerintahan Ramses III
Dinasti: keturunan raja-raja yang
memerintah dari satu keluarga.
Filsafat: pendidikan ilmu-ilmu kemanusiaan.
Hellenisme: perpaduan kebudayaan Yunani (Hellas)
dengan Persia dan Mesir
Istana: tempat kediaman ratu/raja.
Kasta: golongan (tingkat/derajat)
manusia dalam masyarakat Hindu
Kerajaan : bentuk pemerintahan yang dikepalai
oleh seorang raja.
Keraton : tempat kediaman ratu/raja
Kuil : Rumah (gedung) tempat memuja
dewa-dewa
Legenda : Cerita prosa rakyat yang dianggap
oleh yang empunya cerita sebagai suatu kejadian yang sungguh – sungguh pernah
terjadi.
Mitos : Cerita tentang suatu bangsa
tentang dewa dan pahlawan zaman dagulu, mengandung penafsiran tentang asal-usul
semesta alam, manusia, dan bangsa tersebut, serta mengandung arti mendalam yang
diungkapkan dengan cara gaib.
Mitologi: cerita suatu bangsa tentang dewa dan
pahlawan zaman
Piramida: bangunan dari batu yang berbentuk
limasan tempat menyimpan mumi raja-raja Mesir dahulu.
Obelisk : Tugu Batu yang memuja dewa atau
leluhur
Ostracisme
: hak Warga Yunani untuk mrngganti
dan mengasingkan penguasa yang dianggap berkuasa secara berlebihan.
Pangeran : gelar anak raja atau gelar orang besar
dalam kerajaan (keluarga raja)
Peradaban : Kemajuan yang menyangkut kecerdasan dan
kebudayaan lahir dan batin
Polis : Negara kota pada zaman yunani
dan romawi kuno
Prasasti : Piagam yang bertuliskan pada batu,
tembaga dan sebagainya.
Raja : Penguasa tertinggi pada suatu
kerajaan.
Relief : Pahatan yang menampilkan
perbedaan bentuk dan gambar dari permukaan rata disekitarnya
Sphink : Patung singa berkepala manusiayang
ada di mesir kuno
Taoisme : Aliran lao tse yang mengajarkan
manusai harus pasrah terhadap hal- hal yang dialaminya dan selalu menjalankan
kehidupannya dengan baik.
Tripitaka : Kitab yang menjadi pedoman hidup
agama budha
Yupa : Tugu batu tulis yang terdapat
pada kerajaan kutai.
Munculnya peradaban Yunani bermula dari kerajaan
Kreta yang menguasai hampir semua kota-kota perdagangan penting Yunani dan
wilayah-wilayah lain di sekitar Laut tengah pada sekitar 1250 sm. Salah satu
kota pusat perdagangan yang merupakan kloni kerajaan Kreta adalah Mycenae.
Setelah Kereta runtuh, kota pelabuhan Mycenae menggantikan peranan kerajaan
Kreta.
Bangsa asli yang mendiami wilayah Yunani adalah
bangsa Akaia, beberapa lama kemudian berdatangan secara bergelombang
bangsa-bangsa dari wilayah lain, seperti Achean (1500-1300 SM), Aeolia (2000
SM), Ionia (1400 SM) dan Doria (1150 SM). Sebelum kedatangan bangsa asing,
Akaia telah memiliki peradaban yang maju, di antaranya dikenal dengan nama
Peradaban Minos (Minoa) dan Mikena (Mycenae).
Percampuran bangsa Achean dengan bangsa Akaia
menghasilkan kebudayaan kuno yang berpengaruh terhadap kebudayaan pada generasi
berikutnya dan meluas ke berbagai wilayah di Eropa, salah satunya adalah
kepercayaan kepada banyak dewa
Keadaan Geografi Yunani
Letak geografis Yunani terletak di Ujung Selatan
Semenanjung Balkan. Selain di daratan tersebut wilayahnya juga meliputi pulau
di Laut Aegeia. Batas-batas Yunani sekarang ini di utara berbatasan dengan
Albania, Macedonia, Bulgaria dan Turki, di timur adalah Laut Aegeia, di selatan
adalah Laut Tengah dan di barat adalah Laut Ionia
Sebagian besar wilayah Yunani pegunungan sehingga
antar wilayah terpisah antara satu dengan yang lain. Pegunungan dan teluk-teluk
di Yunani yang tak terhitung banyaknya pada waktu itu menghalangi komunikasi
melalui darat. Lembah-lembah dan daratan rendah yang terpisah-pisah merupakan
unit geografis dan ekonomi yang bersifat alami, dan menjadi pemisah kesatuan
unit politik.
Sistem Kepercayaan peradaban Yunani Kuno
Sejak peradaban awal sampai kerajaan, masyarakat
Yunani mempercayai banyak dewa. Dewa ini digambarkan seperti manusia, tetapi
memiliki kekuatan dan keindahan yang lebih dibandingkan manusia dan hidup
abadi. Dewa-dewa ini tinggal di Gunung Olympus, dengan Dewa Zeus sebagai dewa
tertinggi. Sebagai penghormatan, dibuatlah Kuil Dewa Zeus yang ditempatkan di
perbukitan Gunung Olympus.
Sosok dewa digambarkan sama dengan kehidupan
manusia, bisa saling berpasangan baik sifat (baik dan buruk) maupun jenis
kelaminnya (dewa dan dewi) bahkan saling berperang satu dengan lainnya.
Dewa-dewa yang dipuja disesuaikan dengan pilihan masing-masing atau berdasarkan
jenis usaha yang dijalani, misalnya Apollo sebagai dewa kesenian dan matahari,
Artemis sebagai dewi bulan dan pemburu, Area sebagai dewa perang, Athena
sebagai dewi kearifan dan ilmu pengetahuan, Poseidon sebagai dewa laut, Demeter
sebagai dewi tanaman, Hefaistus sebagai dewa api, dan sebagainya.
Sebagai penghormatan orang Yunani tidak banyak
membangun kuil-kuil peribadatan, namun membuat altar peribadatan dengan pendeta
yang kebanyakan terdiri dari kaum perempuan. Olympiade yang dikenal sekarang
ini adalah sisa peninggalan kebudayaan Yunani kuno, pada saat itu orang Yunani
setiap 4 tahun sekali melakukan festival pertandingan olahraga antar
polis-polis.
Sistem Pemerintahan Yunani Kuno
Sistem pemerintahan Yunani Kuno sangat beragam. hal
ini disebabkan karena masing-masing wilayah (Negara Kota atau Polis) memiliki
sistem pemerintahan sendiri-sendiri.Diantara polis-polis tersebut, polis Sparta
dan Athena adalah yang paling terkenal, Peradaban Yunani Kuno. Tata
pemerintahan Sparta diperoleh dari Lycurgus (900 SM) yang memiliki sifat
aristokrasi militer, dimana kaum bangsawan memiliki peran sentral dalam
pemerintahan.
Pemimpin pemerintahan dipegang oleh dua orang raja
yang masing-masing sama-sama memiliki pasukan. Dalam menjalankan pemerintahan
mereka dibantu oleh dewan penasehat yang beranggotakan para orang tua (ephorus)
yang berpengaruh.
Sementara tata pemerintahan Athena digariskan oleh
Solon (600SM) yang memiliki sifat oligarkis-demokratis. Pemerintahan berada
ditangan orang-orang yang dianggap mulia. Tetapi kekuasaan tertinggi berada
ditangan rakyat melalui pemilu langsung. Selain Solon, negarawan terkenal
lainnya adalah Pericles (460-429) dalam masa pemerintahannya, untuk menjaga keamanan
dan stabilitas negara.
Ia mengadakan perjanjian-perjanjian dengan negara
atau kerajaan luar, seperti yang pernah dilakukan dengan Persia (448SM) Dan
Sparta (446SM) untuk mensejahterakan rakyat, diatur beberapa kebijakan khusus
yang berkaitan dengan sistem perdagangan. Dengan adanya pengaturan tersebut
telah menjadikan Athena sebagai pusat perdagangan terkenal di laut tengah.
Kedua corak pemerintahan beberapa negara modern sekarang dengan sebutan dictator
militer dan demokrasi parlementer.
a) Peradaban Pulau Kreta
Kebudayaan yang ditemukan di Pulau Kreta adalah
kebudayaan Minos (Minoa). Nama Minos diambil dari nama raja yang pernah
berkuasa, yakni Raja Minos. Kebudayaan ini terlahir dari penduduk asli orang
Yunani. Kebudayaan Pulau Kreta menyisakan bangunan-bangunan tua tersusun dengan
tata kota yang rapih.
Peninggalan kebudayaan Pulau Kreta ditemukan pada
tahun 1900 oleh Sir Arthur Evans saat dilakukan penggalian istana Knossos.
Istana Knossos dibuat dengan indah yang di dalamnya terdapat ruang pertemuan
antar menteri.
Selain itu, keberadaan peradaban ini didapat pada
cerita Yunani Kuno, Odysseus karangan Homerus. Di dalam ceritanya digambarkan
bahwa Kreta sebagai Kerajaan sembilan puluh kota yang makmur. Sebagai negara
maritim, masyarakat Pulau Kreta sudah melakukan perdagangan dengan
negara-negara tetangga, seperti Mesir, Pulau Sicilia, Syria dan AsiaKecil. Nama
pelabuhan yang terkenalnya adalah Phaestus.
Bangsa Pulau Kreta sudah mengenal tulisan, ini
dibuktikan dengan penemuan tiga manuskrip. Huruf yang terdapat pada
manuskrip-manuskrip tersebut adalah pictograf, namun huruf tersebut masih sukar
dibaca tetapi 88 simbol di antaranya sudah dapat diterjemahkan oleh Michael
Ventris pada 1953.
Kepercayaan yang dianut oleh masyarakat Pulau Kreta
adalah Polytheisme, sebagai dewa utama adalah Dewi Kesuburan atau Ibu Agung.
Ibu Agung memiliki bawahan yang bernama Velhanos, ia digambarkan sebagai sosok
seorang lelaki yang memiliki kekuatan luar biasa dan disamakan dengan kekuatan
banteng.
Sejarah peradaban Minos dibagi dalam tiga tahap,
yaitu Minos Kuno (3500-2300 SM), Minos Tengah (2300-1600 SM) dan Minos Akhir
(1600-1100 SM). Puncak kejayaannya terjadi pada 1700-1400 SM, secara perlahan
mengalami kemunduran akibat serbuan bangsa Achea ke Yunani dan sering
terjadinya bencana alam. Kebudayaan Minos melahirkan kebudayaan-kebudayaan yang
sangat berpengaruh terhadap Yunani, tidak hanya itu kebudayaannya pun
berkembang hingga ke Eropa dan menjadi cikal-bakal peradaban selanjutnya.
b) Peradaban Pulau Mycenae
Selain ditemukannya kebudayaan Minos, para ahli
menemukan pula kebudayaan Pulau Mycenae. Penemuan kebudayaan tersebut
menunjukkan bahwa kebudayaan Mycenae mengalami kemajuan bersamaan dengan
kebudayaan Minos yang sedang mengalami kemunduran. Awalnya Mycenae merupakan
bagian dari kerajaan yang berada di Pulau Kreta, namun Mycenae mulai memainkan
peranan dalam perdagangan dan kemudian bangkit menjadi besar.
Walaupun hidup dalam zaman yang sama dengan Pulau
Kreta, Mycenae memiliki kebudayaan yang berbeda, ini dapat dilihat pada bentuk
bangunannya yang lebih kokoh. Pada tahun 1981 dilakukan penggalian bekas
kebudayaan Mycenae dan ditemukan sisa-sisa kota berlapis sembilan. Lapisan yang
dimaksud adalah tingkatan-tingkatan tanah yang ditandai dengan bentuk sisa-sisa
kota berbeda di setiap tingkatnya. Pada salah satu lapisan tersebut
diperkirakan sebagai kota Troya seperti yang diceritakan Homerus dalam buku
Illyas.
Sparta
Secara geografis Yunani memiliki jajaran pegunungan
yang membentang ke segala penjuru. Dalam kondisi geografi seperti ini,
orang-orang Yunani hidup secara berkelompok, karena sukarnya transportasi dan
komunikasi maka setiap kelompok memperkuat daerahnya dan hidup secara mandiri
membangun sebuah negara kota yang mereka namakan polis. Polis Sparta terlahir
sejak kedatangan bangsa Doria yang jago berperang datang ke Yunani di Lacottia,
Peloponessos bagian Timur. Tahun 736-716 SM terjadi perang Messenia I, pada
saat itu Sparta menyerang orang Messania yang tinggal di sebelah Barat
Peloponessos dan berhasil dikuasai.
Orang Messania dijadikan helot (petani yang
mengerjakan tanah negera). Tahun 650-630 terjadi Perang Messenia II, kala itu
terjadi pemberontakan orang Messenia yang ingin melepaskan dari kekuasaan
Sparta namun perang ini dapat ditumpas. Kekuatan Sparta menyebabkan
kekuasaannya semakin meluas di wilayah Peloponessos kecuali Argois dan Achaea.
Dalam keadaan seperti ini Sparta harus memperkuat dirinya dengan sistem
pemerintahan dan pertahanan yang kokoh dari serbuan para pemberontak.
Dengan alasan tersebut maka seorang negarawan Sparta
yang bernama Lycurgus menggariskan pembaharuan terhadap peraturan dan
undang-undang yang mesti ditaati oleh setiap penduduk di wilayah Peloponessos.
Di antaranya adalah peraturan wajib militer bagi setiap anak laki-laki yang
sudah menginjak umur 7 hingga 60 tahun tahun, sedangkan anak perempuan tidak
diberlakukan demikian.
Sistem pemerintahan di Sparta memiliki corak seperti
berikut.
(a) Kepala pemerintahan sekaligus panglima militer
adalah dua orang raja dengan kekuasaan tak terbatas dan dilanjutkan secara
turun menurun kepada anaknya.
(b) Ephor adalah dewan yang terdiri dari 5 orang,
bertugas membantu kepala pemerintahan. Pada kenyataanya Ephor yang menjadi
kepala pemerintahan yang sebenarnya.
(c) Apella adalah dewan yang berganggotakan semua
warga negara Sparta.
(d) Dewan Penatua adalah 28 anggota dewan yang sudah
berusia 60 tahun ke atas.
Dalam sidang dewan, Dewan Penatua mengajukan usulan
undang-undang kepada Apella, lalu Apella mempertimbangkan usulan, masukan dan
memutuskan, namun Dewan Penatua dapat memveto keputusan Apella seandainya
terjadi kejanggalan. Apabila tidak ditemukan titik temu maka Ephor yang
memutuskan.
Athena
a. Pemerintahan
Orang Athena adalah orang pendatang dari bangsa
Ionia, mereka tinggal di Attica. Dibandingkan dengan Sparta, orang-orang Athena
hidup lebih bebas dan dapat mengembangkan kemampuan dalam bidangnya, seperti filsafat,
seni pahat dan teater.
Sistem pemerintahan di Athena diatur oleh seorang
negarawan yang bernama Solon (594 SM). Aturan yang dibuat oleh Solon merupakan
pengganti undang-undang buatan Draconia yang ditentang oleh orang-orang
golongan bawah dengan alasan merasa dirugikan. Untuk menghindari pertumpahan
darah, Solon mengatur perubahan undang-undang yang telah ada dengan cara
menghapus sistem perbudakan, memberi lahan garapan baru kepada budak yang telah
merdeka, petani gandum yang berutang banyak diberi lahan baru untuk
membudidayakan anggur dan membentuk lembaga pengadilan yang telah dipilih oleh
rakyat.
Untuk menjamin berjalannya pemerintahan dengan
benar, Athena memperkenalkan sistem pemerintahan demokrasi dengan kekuasaan
tertinggi berada di tangan para dewan eksekutif (archon) sebanyak 9 orang yang
dianggap mewakili rakyat. Dalam jalannya pemerintahan, archon mendapat
pengawasan ketat dari dewanpengawas
(aeropagos) yang merangkap sebagai ketua pengadilan.
Cleisthenes memperkenalkan sistem ostracisme, yaitu
hak warga Yunani untuk mengganti dan mengasingkan penguasa yang dianggap
berkuasa secara berlebihan. Dengan demikian, pemerintahan pun mendapatkan
pengawasan langsung dari rakyatnya. Keadaan negara yang aman seperti ini,
dimana hak setiap setiap warga negara sama dan bebas mengeluarkan pendapat,
Athena melahirkan para pemikir yang ahli dalam bidang filsafat, hukum, tata
negara bahkan matematika yang dipakai hingga sekarang, seperti Plato, Socrates,
Aristoteles, Phytagoras, Hippocrates, dan lain-lain.
b. Perang Persia dan Yunani
Persia berhasil masuk dan menguasai bagian Yunani
tahun 556 SM, pada kala itu Persia dipimpin oleh Raja Cyrus. Keberadaan orang
Persia, tidak disenangi oleh orang-orang di wilayah Yunani. Pada tahun 499 SM
Aristogoras dan Milletus mencoba melakukan pemberontakan dan dibantu oleh
orang-orang Athena dan Eretria dengan mengirim 25 buah kapal perang. Tetapi
bantuan tidak mampu menandingi kekuatan laut pasukan Persia, pemberontak-an
tersebut dikalahkan. Kala itu Persia di bawah pimpinan Raja Darius.
Keterlibatan Athena dan Eretna diketahui oleh Darius
maka tahun 492 SM dikirim pasukan laut Persia untuk melakukan penyerangan ke
Yunani. Penyerangan kali ini, Persia mengalami kegagalan karena terjadi badai
di Gunung Athos dan menghancurkan kapal perangnya.
Usaha Darius terus dilanjutkan dengan ekspedisi
kedua pada tahun 490 SM. Saat itu, Persia menyerang Yunani dari Laut Aegea
dengan mendarat di Marathon dan menghancurkan Eretria dan Athena. Di bawah
pimpinan Miltiades, Athena berhasil memukul mundur pasukan Persia dari Yunani.
Pada masa inilah muncul cerita Marathon, yaitu kisah seorang lelaki yang
berlari sejauh 40 km untuk mengabarkan berita kedatangan pasukan Persia di
Marathon.
Pada tahun 490 SM terjadi ekspedisi ketiga usaha
ekspansi Persia ke Yunani melalui darat dengan jumlah pasukan yang sangat
besar, bahkan lebih banyak dari gabungan seluruh pasukan Yunani. Akibatnya,
keperkasaan dan perjuangan pasukan Yunani yang dipimpin oleh Leonidas gagal
menahan serangan Persia dari darat, bahkan pasukan Persia berhasil menguasai
dan membakar kota Athena.
Pada tahun 480 SM, kekuatan armada laut Athena di
bawah pimpinan Themistocles berhasil menghancurkan kekuatan Persia di Salamis.
Kemenangan ini merupakan awal dari kemenangan Yunani atas Persia, dilanjutkan
setahun kemudian giliran pasukan Sparta mengalahkannya di Myclae.
c. Kejayaan Athena di Yunani
Kemenangan angkatan laut Athena saat menghadapi
pasukan Persia, menarik minat polis-polis di Yunani tertarik untuk berkoalisi
dengan Athena dan membentuk Liga Delia pada tahun 478 SM, Athena sebagai
ditunjuk pemimpin liga. Liga Delia mengubah kebijakan politik luar negeri
Athena terutama saat di bawah pimpinan Pericles, dengan menjadikan liga sebagai
kaki tangan Athena.
Pericles membuat peraturan perpajakan yang dipungut
dari polis-polis Liga Delia sehingga Athena mengalami kemajuan yang pesat dalam
bidang seni dan ilmu pengetahuan. Kota Athena dipercantik dengan berdirinya
bangunan yang tinggi dan membuat benteng yang panjang dari Athena ke Piraueus.
Pericles juga mengembangkan ilmu pemerintahan
demokrasi menjadi lebih baik dengan memberikan kebebasan setiap individu untuk
bekerja, mengeluarkan pendapat, dan menentukan pilihan hidiupnya sendiri.
d. Kemunduran Athena di Yunani
Awal kemunduran Athena ditandai dengan terjadinya
perselisihan antara polis Corinthus dan Corcyca. Athena bersama Liga Delia
membantu Corcyca, sedangkan Corinthus membantu Liga Peloponnessos. Kedua
kekuatan polis di Yunani saling bersaing dan terjadilah perang Peloponnessos
(431-404 SM).
Perjanjian damai yang dilakukan antara Athena dan
Sparta tahun 421 tidak berarti bagi keduanya dan hanya bisa bertahan selama 1
tahun. Persekutuan Sparta dengan Persia berhasil menurunkan mental pasukan
Athena, dan berhasil mengubah kejayaan Athena menjadi kehancuran terutama
setelah kekalahan perang di Aegosopotami tahun 405 SM. Setahun kemudian
dilakukan perjanjian damai, Athena sebagai pihak yang kalah diharuskan
merobohkan benteng panjang dan menjadi bagian dari koloni Sparta.
6. Kerajaan Macedonia
Perang Athena dan Sparta tidak berhenti seketika,
namun berjalan sangat panjang dan lama hingga kedua polis tersebut sudah tidak
memiliki kekuatan pertahanan lagi. Keadaan buruk ini tidak hanya terjadi pada
Athena dan Sparta, namun merebak sampai ke seluruh Yunani. Sehingga dengan
sendirinya, Yunani pun menjadi lemah tidak sekuat saat menghadapi pasukan Raja
Darius dari Persia.
Tidak adanya persatuan dan melemahnya kekuatan di
Yunani, dimanfaatkan oleh Raja Philipus, raja Macedonia. Tahun 338 SM, Raja
Philipus menyerang Yunani di wilayah kota Chaerona, keberhasilannya meluas
hingga ke seluruh kota di Yunani. Raja Philip memiliki hasrat ingin menguasai
Persia, namun usaha tersebut tak dapat direalisasikannya karena terbunuh oleh
pengawal pribadinya.
Iskandar Zulkarnaen (Alexander Agung) putra Philip
melanjutkan cita-cita ayahnya untuk menguasai Persia. Perjalanannya ke Persia
dimulai dengan ditaklukannya negara Asia Kecil pada tahun 333 SM dan
dilanjutkan dengan menyerang Persia yang dipimpin Raja Darius III di daerah
Isos.
Kemenangan Macedonia atas Persia tidak membuat
Iskandar Zulkarnaen berhenti, namun ekspansinya dilanjutkan hingga ke
negara-negara di mesopotamia seperti Syria dan Palestina, lalu Mesir. Di Mesir,
Iskandar Zulkarnaen mendirikan sebuah kota yang dinamainya Iskandariyah
(Alexandria).
Tahun 330 SM, Iskandar Zulkarnaen terus maju hingga
ke India, namun karena ada penolakan dari pasukannya dengan alasan kelelahan
maka ekspansi dihentikan dan diputuskan kembali ke Susa, Persia. Dalam
perjalanan pulang Iskandar Zulkarnaen wafat di Babylonia, peristiwa ini terjadi
pada tahun 323 SM.
Penaklukan Kerajaan Macedonia ke Persia menimbulkan
terciptanya kebudayaan baru sebagai perpaduan kebudayaan Yunani (Hellas) dengan
Persia dan Mesir. Kebudayaan ini dinamakan dengan Hellenisme, pusat
kebudayaannya berada di kota Iskandariyah. Sepeninggalnya Iskandar Zulkarnaen,
Kerajaan Macedonia terbagi menjadi tiga negara kecil (diadochos) yang
masing-masing dipimpin oleh seorang jenderal. Ketiga kerajaan tersebut antara
lain:
(a) Kerajaan Mesir dipimpin oleh Ptolomeus, meliputi
Mesir Palestina dan Cyprus.
(b) Kerajaan Macedonia dipimpin oleh Antigonus,
meliputi Yunani, Balkan dan Asia Kecil.
(c) Kerajaan Syria dipimpin Seuleucos, meliputi
Syria, sebagian Asia Kecil, sebagian India.
Peninggalan Peradaban Yunani Kuno Di bidang Ilmu
Pengetahuan
Dalam bidang ilmu pengetahuan, orang Yunani yang
menjadikan konsep alam dan hidup keseharian manusia ke dalam bentuk filsafat.
Filsafat ini berisi penalaran dalam bentuk metode yang masuk akal (logis) dan
penyelidikan suatu objek pengamatan hingga ke bagian terkecil.
Tokoh-tokoh filsuf (ahli filsafat) asal Yunani yang
dikenal hingga sekarang di antaranya:
(a) Thales, adalah Bapak Pengetahuan Yunani yang
mengambil pelajaran astronomi dari Mesir dan Persia.
(b) Socrates, ahli etika dan kesusilaan.
(c) Plato, ahli bidang tata negara dan hukum.
(d) Pithagoras, ahli matematika dan ilmu ukur.
(e) Hippocrates, ahli kedokteran.
(f) Heraclitus, ahli ilmu pengetahuan alam.
Peninggalan Pearadaban Yunani Kuno dibidang Sastra
Karya sastra terkenal Yunani Kuno diantaranya adalah
llliyas dan Odysse, yang keduanya berisi cerita kepahlawanan dan ditulis oleh
Homerus pada sekitar abad ke-8 SM. Karya sastra yang ditulis lebih banyak
menceritakan tentang perjuangan (heroik), seperti Homerus yang mengarang Illyas
(penyerbuan ke Troya, sekitar tahun 11194 SM yang berlangsung selama 51 hari.
Perang ini disebabkan oleh penculikan yang dilakukan putra mahkota Troya yang
bernama Paris atau permaisuri Helena dari Sparta) dan Odyssea (pengembaraan
Odyssea setelah perang Troya), cerita perang Yunani dan Persia karya Herodotus
dan cerita tentang perang Sparta dan Athena karya Thuchydiades.
Tidak jarang pula ditemukan sastra yang berisi
cerita lucu karya Aristofane, dan cerita tragedi karya Aiskhilos dan Sofokles
Peninggalan Peradaban Yunani Kuno dibidang seni
Bangunan (Arsitektur)
Seni pahat dan bangunan menjadi salah satu
kebanggaan Yunani masa lalu dan sekarang. Peninggalan-peninggalanya dibangun
dengan gaya arsitektur yang tinggi juga kokoh, misalnya Acropolis yang dibangun
pada masa peradaban Mycenae, Epidaurus (gedung kesenian) Kuil Pathenon (Kuil
Dewi Athena), Kuil Erectheum