Showing posts with label kuliner. Show all posts
Showing posts with label kuliner. Show all posts

Thursday, March 08, 2018

Sejarah Tempe dan Perkembangannya hingga menjadi makanan kerakyatan

Mungkin kebanyakan orang pernah memakan tempe. Tempe merupakan makanan yang sering dijumpai di Indonesia bisa dibilang tempe adalah makanan yang merakyat. Tempe juga banyak dikonsumsi di Indonesia, tetapi sekarang telah mendunia. Kaum vegetarian di seluruh dunia banyak yang telah menggunakan tempe sebagai pengganti daging. Akibatnya sekarang tempe diproduksi di banyak tempat di dunia, tidak hanya di Indonesia. Berbagai penelitian di sejumlah negara, seperti Jerman, Jepang, dan Amerika Serikat. namun tahukah kalian tentang sejarah tempe???

Nah, untuk mengulas sejarah tempe maka kita harus tahu dulu pengertan dari tempe. Apa itu tempe???

Tempe adalah makanan yang dibuat dari fermentasi terhadap biji kedelai. Bahan utama tempe adalah kedelai maka dari itu kita harus menelusuri dahulu sikedelai ini. Awalnya kata kedelai yang ditulis kadele dalam bahasa Jawa ditemukan dalam Serat Sri Tanjung (abad ke-12 atau 13). Selain dalam serat legenda kota Banyuwangi itu, kata kedelai juga dijumpai dalam Serat Centhini, yang ditulis oleh juru tulis keraton Surakarta, R Ng Ronggo Sutrasno pada 1814. Pada jilid kedua Serat Centhini digambarkan perjalanan Cebolang dari Purbalingga menuju Mataram, kemudian singgah di rumah Ki Amongtrustha, yang menjamu makan malam dengan lauk bubuk dhele. Di Mataram, Cebolang diberitahu bahwa sesaji dalam kacar-kucur, yakni upacara persiapan menikahkan anak, terdapat kacang kawak (lama) dan kedelai kawak, beras kuning, bunga, dan uang logam.

Berdasarkan penelitian genetik, kedelai berasal dari Tiongkok, meski tidak ada keterangan apakah jenisnya kedelai hitam atau kuning.

Tanaman kedelai (de cadelie plant) dalam bahasa latin disebut phaseolus niger, kadele (Jawa), zwartee boontjes (Belanda), dan authau (Tiongkok). Hasil amatan Rumphius, orang Tionghoa tidak mengolah kedelai menjadi tempe. Tapi, mengolah biji kedelai hitam tersebut menjadi tepung, sebagai bahan tahu, dan laxa atau tautsjian, mie berbentuk pipih. Karena kacang dalam bahasa Tiongkok disebut duo (tao)/to, produk olahannya dinamai dengan awalan tau: tauchu (taoco), tau-hu (tahu), touya (toge), touzi (tauci), dan lain-lain.

Lalu apakah tempe berasal dari tiongkok???

Jika tempe berasal dari Tiongkok mengapa kedelai tidak pernah disebutkan dalam jenis-jenis komoditas yang diperdagangkan di Jawa???. Musafir Tiongkok, Ma Huan yang mengunjungi Majapahit sekira abad ke-13, mencatat bahwa di Majapahit terdapat koro podang berwarna kuning, tanpa menjelaskan kegunaan kacang tersebut. Dia tidak membandikan kacang itu dengan kacang yang ada di negerinya, seperti halnya membandingkan suhu udara di Majapahit dengan di Tiongkok. Ini menunjukkan, kacang yang ditemui Ma Huan belum ada di negerinya.

Diduga bahwa kedelai hitam sudah ditanam di Jawa sebelum China datang ke Tanah Jawa. Menurut anggapan orang Jawa zaman dulu kata dele berarti hitam. Ada kemungkinan kedelai hitam sudah ada di tanah Jawa sebelum orang Hindu datang dan kemungkinan dibawa orang Tamil.

Menurut arti bahasa Tempe bukan berasal dari bahasa Tiongkok, tapi bahasa Jawa kuno, yakni tumpi, makanan berwarna putih yang dibuat dari tepung sagu, dan tempe berwarna putih. Kata tempe juga ditemukan dalam Serat Centhini jilid ketiga, yang menggambarkan perjalanan Cebolang dari candi Prambanan menuju Pajang, mampir di dusun Tembayat wilayah Kabupaten Klaten dan dijamu makan siang oleh Pangeran Bayat dengan lauk seadanya: “…brambang jae santen tempe … asem sambel lethokan …” sambel lethok dibuat dengan bahan dasar tempe yang telah mengalami fermentasi lanjut. Pada jilid 12 kedelai dan tempe disebut bersamaan: “…kadhele tempe srundengan…”

Tempe berasal dari kata Nusantara tape, yang mengandung arti fermentasi, dan wadah besar tempat produk fermentasi disebut tempayan. Hal ini menandakan penemuan tempe adalah sumbangan Jawa pada seni masak dunia. Sayangnya, seperti halnya banyak penemuan makanan sebelum zaman paten, maka penemu tempe pun anonim

Perkembangan Tempe hingga menjadi makanan Kerakyatan
Perkembangan tempe berhuubungan dengan kepadatan penduduk, di Indonesia Khususnya dengan daerah Jawa. Pekarangan yang menyediakan bahan baku makanan seperti ayam, kambing, sayur-sayuran, pohon kelapa, dan lain-lain. Baru dalam abad ke-l9, menu hewani akhirnya berubah menjadi tempe. Ini akibat kenaikan jumlah penduduk yang amat tinggi pada abad ke-19, sehingga Pulau Jawa menjadi wilayah pertama yang sangat padat di Asia Tenggara,

Di sisi lain, meluasnya perkebunan kolonial membuat wilayah hutan menciut dan membuat para petani sebagai kulinya, mengurangi berburu, beternak maupun memancing. Dampaknya, menu makanan orang Jawa yang tanpa daging. Tanam paksa makin membuat bahan makanan seperti tempe menjadi sangat vital sebagai penyelamat kesehatan penduduk

Tempe disebut makanan kerakyatan karena tempe diciptakan oleh rakyat, bukan istana. Karena itu, muncul istilah ‘bangsa tempe”, sebagai bentuk stigmatisasi dari kalangan priyayi.. Sekarang tempe tidak lagi sebagai makanan rakyat, Pamor tempe semakin terangkat ketika gairah kuliner meningkat, sehingga tempe manjadi makanan kita semua. Tempe telah banyak dikonsumsi di Indonesia, tetapi sekarang telah mendunia. Kaum vegetarian di seluruh dunia banyak yang telah menggunakan tempe sebagai pengganti daging. Akibatnya sekarang tempe diproduksi di banyak tempat di dunia, tidak hanya di Indonesia. Berbagai penelitian di sejumlah negara, seperti Jerman, Jepang, dan Amerika Serikat.

Nah, sudah tahukan asal- usul tempe dan perkembangannya hingga menjadi makanan kerakyatan. Tidak seperti makanan kedelai tradisional lain yang biasanya berasal dari Cina atau Jepang, tempe berasal ASLI dari Indonesia. Maka, Mari dan budayakan memakan tempe

Asal - Usul Sejarah Kue PAI (Pie) dari zaman dahulu hingga masa Sekarang

Asal - Usul Kue PAI (Pie) dari zman dahulu hingga masa Sekarang

PAI, atau pie dalam bahasa Inggris, merupakan sebutan bagi kue dengan adonan pastry yang diberi isian. Pai bisa disajikan dengan bentuk adonan isi yang tertutup maupun terbuka, kecil, besar, gurih, ataupun manis. Pai pertama dibuat secara sederhana dan umumnya dengan rasa gurih yang terdiri dari keju dan daging.

Kamus The Oxford English Dictionary melacak penggunaan kata “pie” pertama yang dikorelasikan dengan makanan pada 1303. Tercatat kata itu menjadi terkenal dan kian populer pada 1362. Namun di balik itu, rupanya tradisi membuat panganan serupa sudah populer sejak masa yang jauh lebih tua.

Galettes

Awal-mula pai dijadikan sebagai menu pencuci mulut berasal dari periode Neolitik yang dimulai pada 9500 SM. Pai masa ini dikenal dengan sebutan galettes. Ia berisi biji-bijian yang berbeda dengan madu. Galettes dibuat dengan dipanggang di atas bara panas. 

Pai Ramses II

Pastry dibuat tukang roti dengan menambahkan buah, kacang, dan madu di dalam adonan rotinya. Pai ini disajikan bagi Ramses II (1304-1237 SM), raja Mesir Kuno. Bukti dari praktik ini menghiasi dinding makan sang raja. Pada dinding makam Ramses III yang memerintah pada 1186-1155 SM juga ditemukan lukisan pai dengan bentuk spiral.

Pai bangsa Romawi

Setelah mengalahkan Yunani, bangsa Romawi mengadopsi tradisi kulinernya. Termasuk galettes. Galettes ala Yunani terbuat dari daging yang dibungkus campuran tempung dan air. Pembungkus dari tepung ini berfungsi menjaga supaya lemak, yang biasanya menetes dari daging ketika dipanggang, tidak hilang. Orang Romawi lebih bervariasi dalam menggunakan jenis daging dan berbagai jenis sajian hidangan penutup. Itu termasuk makanan yang disebut dengan secunda mensa, yang merupakan pastry manis terdiri dari buah-buahan.

Pai Raja Hanry VI

Kebiasaan membuat pai menyebar ke seluruh Eropa. Partridge pie atau pai dengan isian daging ayam hutan diketahui menjadi salah satu makanan yang disajikan saat perayaan penobatan Raja Inggris, Henry VI pada 1429.

Pai Apel

Sekira abad pertengahan, resep pai apel (apple pie) menyebar ke Inggris, Prancis, Italia, sampai Jerman.

Pai Kaum Pilgrim

Para perempuan dari kaum pilgrim (musafir) membawa resep pai favorit keluarga mereka ke Amerika pada 1620 untuk dijadikan menu makanan penutup. Mereka menggunakan tambalan kue tradisional dan memasukkan buah-buahan, seperti buah berry, ke dalamnya. Resep ini kemudian diadaptasi di era Dunia Baru.

Pai Labu

Resep pai labu (pumpkin pie) pertama yang pernah diketahui muncul di dalam resep masakan British pada 1675.

American Pie

Perempuan kolonial di Amerika memulai tradisi menggunakan panci bulat untuk membuat pai. Adonan pai yang sudah dipipihkan ditutup dengan adonan pai lainnya yang juga sudah dipipihkan lalu dipotong tepiannya. Pai kemudian menjadi bagian dari budaya Amerika pada 1700-an.

Pai George Washington

Resep pai favorit George Washington, presiden pertama Amerika Serikat, adalah pie of sweetbreads. Resep ini diambil dari Martha’s Historic Cookbook, a Possession of the Pennsylvania Historical Society. Martha Washington, istri persiden, dikenal pandai memasak. Bahan untuk membuat pai ini di antaranya telur, krim, tepung, margarin, roti manis, dan kerang.

Pai Mark Twain

Pada 1880, sastrawan Samuel Clemens atau yang dikenal dengan Mark Twain memasukan pai sebagai salah satu makanan favoritnya dalam bukunya A Tramp Abroad. Pengurus rumah sekaligus temannya, Katy Leary, memanggang huckleberry pie sebagai menu makan siang tuannya. Hal ini dimuat dalam buku The American Heritage Cookbook.

Ensiklopedia resep masakan modern

Pada 1947, sebanyak 65 resep pai manis yang berbeda terdaftar dalam Modern Encyclopedia of Cooking.

Pai era modern

Pai saat ini beragam. Bukan hanya soal ukuran dan bentuk, namun juga variasi isi. Isian pai disesuaikan dengan kekhasan daerah tertentu. Di India, lumrah ditemui pai dengan isian berbumbu kari. Di Indonesia, pai lebih dikenal dengan nama pastel, dengan isian buah, sayuran, atau daging cincang. Namun, hingga kini, di Amerika khususnya, kata “pie” identik dengan hidangan penutup yang sering disajikan dengan berbagai topping, seperti krim kocok maupun es krim.

Diambil dari Historia.id
Night Mode