Saturday, April 21, 2018

Kardinah (perjuangannya yang terbayangi kebesaran Kartini)


Mungkin Kalian pernah mendengar Nama Kartini namun pernahkah kalian mendengar atau mengetahui sejarah adik Kartini bernama Kardinah?
Nama Kardinah nyaris berada di bawah bayang-bayang kebesaran nama kakaknya Kartini. Padahal perjuangannya dalam meninggikan derajat perempuan dan menolong kaum lemah tak Kalah dengan Kartini. Salah satu penyebabnya, Kardinah tak seerat Kartini dalam bersahabat dengan Nyonya Abendanon atau Nyonya Ovink-Soer.

Kardinah (perjuangannya yang terbayangi kebesaran Kartini)
Biografi
Kardinah Lahir di Jepara pada 1 Maret 1881, Kardinah merupakan anak ke-7 Bupati Jepara RM Sosroningrat. Dia anak pertama dari selir (garwa ampil) bupati bernama M.A. Ngasirah.

Ayahnya selalu menularkan kepekaan sosial kepada anak-anaknya Kartini, Kardinah dan Roekmini. Setelah sudah agak besar, kardinah, roekmini, dan kartini sering disuruh oleh rama (bapak) untuk ikut meninjau tempat-tempat penderitaan rakyat. Maksud rama supaya Kardinah melihat sendiri dari dekat bencana-bencana yang menimpa rakyat itu dan mendapat kesan bagaimana susahnya hidup mereka yang melarat dan hina itu,

Selain memberikan pendidikan formal seperti ELS (Europese Lagere School), ayah kardnah memanggilkan guru ke rumah. Bersama saudara-saudaranya, mereka membaca, belajar, dan berdiskusi. Mereka kemudian bercita-cita untuk memberikan pendidikan bagi anak-anak perempuan.
Setelah enam tahun bersama, akhirnya kakak-beradik ini harus berpisah Kardinah menikah dengan Patih Soejitno, anak Bupati Tegal Ario Reksonegoro, pada 24 Januari 1902, karena pernikahannya ini membuat kardinah tidak bisa lagi hidup bersama dengan kedua saudaranya. Mula-mula Kartini dan Roekmini tidak merasa sedih di dalam  Keramaian resepsi pernikahan itu membuat mereka tak sadar mereka akan berpisah. Bahkan tatkala pada 31 Januari 1902 Kardinah diboyong ke Pemalang oleh suaminya dan pada saat perpisahan yang sungguh-sungguh telah tiba, mereka tidak menunjukkan sesuatu emosi.

Sampai pada suatu malam, Kartini memainkan lagu kesayangan mereka dengan piano. Kartini pun harus merayakan kesedihannya karena “kehilangan adik si kecil.” Kardinah menghabiskan waktunya sebagai istri priyayi dengan mendidik anak-anak tirinya.

Dia pun kemudian membangun sekolahnya sendiri, Kardinah mulai mewujudkan cita-cita Het Klaverblad (daun semanggi) atau “Tiga Saudara” –julukan yang Nyonya Ovink-Soer, istri asisten residen Jepara, berikan kepada Kartini, Rukmini, dan Kardinah.

Kardinah yakin posisi sosialnya mewajibkannya untuk melakukan sesuatu bagi masyarakat –sebagai bentuk tanggung jawab itu, sebagaimana saudara perempuannya, Roekmini, dia berpikir bahwa tidak semestinya orang asing saja yang harus berbuat, meski jelas sekali mereka juga punya tanggung jawab dalam merefleksikan peran politik dalam komunitas politik Jawa secara umum,

Kepedulian Kardinah Terhadap Pendidikan
Kardinah tak puas terhadap kebijakan pemerintah kolonial yang membatasi akses pendidikan kaum bumiputera. Hanya anak bangsawan yang bisa mendapatkan pendidikan baik dengan bahasa Belanda sebagai bahasa pengantar. Kardinah tanpa ragu-ragu melakukan berbagai tindakan ke arah modernisasi. Dalam usaha itu, ia mendapat dukungan sepenuhnya dari suaminya yang progresif dan berkobar-kobar. Kardinah terbantu dengan statusnya sebagai Nyonya Bupati. Suami Kardinah menjadi Bupati Tegal sejak Juni 1908 saat Haryono menggantikan ayahnya. Namanya pun menjadi Raden Mas Adipati Ario Reksonegoro

Jika Kartini terkenal dengan buku Habis Gelap Terbtlah Terang, Kardinah Juga menulis buku. Kardinah setidaknya menulis dua buku soal masakan dan dua buku soal batik. Hasil penjualannya, ditambah sumbangan lain, digunakan Kardinah untuk membangun Sekolah Kepandaian Putri Wisma Pranowo pada 1 Maret 1916. Dia juga mendapat bantuan dana dari istri Asisten Residen Tegal HM de Stuers, istri kontrolir Tegal E. van den Bos, dan istri Patih Tegal Raden Ayu Soemodirdjo. Kardinah lalu mendirikan sekolah kepandaian putri Wismo Pranowo (WP) pada 1 Maret 1916. Biaya operasional ditanggung masyarakat yang mampu, selain dari hasil pasar amal dan sumbangan. Segala keperluan sekolah diberikan secara cuma-cuma. Tiap murid hanya dibebankan uang sekolah 50 sen. Residen Pekalongan juga mendukungnya. Tak lupa, Kardinah juga berhubungan dengan tokoh pendidikan lain macam Ki Hadjar Dewantara, yang memberinya banyak nasihat soal pendidikan
Kardinah menggunakan model pendidikan yang digariskan Kartini: ibu menjadi pusat kehidupan rumah tangga. Tak ada yang lebih baik daripada pendidikan seorang ibu yang telah tercerdaskan,

Mata pelajaran di WP antara lain bahasa Belanda, dasar pendidikan kebangsaan dan kebudayaan Jawa, Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K), mengaji Alquran, membatik, dan pendidikan watak. Kardinah ikut mengajar. Begitu pula Ki Hajar Dewantoro. Meski menggunakan sistem pendidikan yang ditetapkan Kartini, WP bukan Sekolah Kartini karena biaya operasional tak ditanggung gubernemen.

Awalnya sekolah itu hanya menempati bekas gedung kantor kabupaten, dengan murid 150 orang. Tapi tahun 1924 sudah terdapat 200 murid dan enam ruang belajar. Banyak pihak tertarik dengan model pendidikan WP. Dewi Sartika, tokoh pendidikan Priangan, salah satunya. Bersama adiknya, Sari Pamerat, dia berkunjung ke Tegal untuk mempelajari sistem pendidikan WP. Mereka juga ikut mengajar selama empat bulan. Pemerintah akhirnya mengambil-alih sekolah itu dan mengubahnya jadi Kopschool (sekolah kejuruan bagi kaum perempuan) dan Onderbouwschool (sekolah rendah)– pada 24 Oktober 1924 dengan kompensasi f 16.000.

Selain Sekolah Kardinah juga mendirikan sebuah perpustakaan yang diberi nama Panti Sastra. Dananya didapat secara swadaya. Bersama kakaknya, Sosro Kartono

Apresiasi Kolonial Belanda terhadap Kepedulian Kardinah di bidang Kesehatan
Kardinah juga prihatin dengan kondisi kesehatan rakyat di Tegal, terutama ketika tahu murid-muridnya melahirkan tanpa dukungan tenaga dan fasilitas memadai. “Orang sakit kok ditidurkan di tikar, bagaimana itu?” ujar Kardinah tak puas. Dia mencurahkan perhatiannya pada dunia kesehatan, dengan membangun fasilitas kesehatan dan memperbaiki pengetahuan medis masyarakat yang kala itu lebih percaya pada klenik.

Pada 1927 Kardinah mendirikan Kardinah Ziekenhuis atau Rumah Sakit Kardinah. Dana dari kompensasi WP dan hasil penjualan buku-bukunya serta keuntungan penjualan kerajinan tangan buatan murid-murid WP. Residen Pekalongan Schilling termasuk orang yang mendukung niatnya dengan membantu pendanaan. Schilling pula yang minta rumah sakit itu dinamai Kardinah. Pemerintah pusat dan daerah ikut mensubsidi. Rumah Sakit Kardinah, merupakan lambang pengabdian yang nyata dari Tiga Saudara kepada kemanusiaan, seperti yang mereka idam-idamkan bersama,

Tak lama kemudian Kardinah juga membangun sebuah rumah penampungan bagi orang-orang miskin di sekitar Kardinah Ziekenhuis. Pemerintah Hindia Belanda mengapresiasi jasa-jasa Kardinah dengan menganugerahkan bintang Ridder van Oranje Nassau –pemerintah Indonesia sendiri pada 21 Desember 1969 menganugerahkan Lencana Kebaktian Sosial Republik Indonesia.

Terluka oleh Kaum Sendiri
Pada 1930. Kesehatan Suami Kardinah semakin menurun. Setelahnya, mereka berdua menetap di kota kecil sejuk, Salatiga. Salah satu putrinya menikah dengan Raden Sunarjo, yang di tahun 1944-1945 menjabat Bupati Tegal.

Sekitar bulan Oktober 1945, Kardinah berada di Tegal lagi, bersama anak-mantu dan juga cucunya. Kala itu revolusi Indonesia mulai bergolak dan revolusi sosial mengikuti. Kosongnya kekuasaan dan tidak adanya otoritas memungkinkan kaum kromo membalas dendam. Kaum ini ratusan tahun tertindas Belanda, Jepang, dan tentu saja feodalisme Jawa.

Mereka bergerak dan menjadikan kaum priyayi yang pernah jadi alat kekuasaan Belanda juga Jepang sebagai sasaran, tak terkecuali keluarga bupati. Peristiwa semacam itu terjadi di daerah Brebes, Tegal, dan Pekalongan—dan dikenal sebagai Revolusi Tiga Daerah.

Gerombolan itu semula berusaha mencari Sunarjo yang tak mereka temukan. Kardinah, yang kala itu sudah berusia 64 tahun, kebetulan berada di Kadipaten. Hari itu tanggal 13 Oktober 1945, gerombolan menyerbu masuk. Pakaian kebesaran bupati, yang bagi mereka simbol feodalisme, mereka obrak-abrik. Sunarjo, Bupati Tegal menantu Kardinah itu, tak mereka tangkap. Tapi keluarganya, termasuk Kardinah, dijadikan bulan-bulanan.

Kardinah menjadi korban revolusi sosial pada Peristiwa Tiga Daerah,” tulis Anton Lucas dalam bukunya Peristiwa Tiga Daerah (1989). “Istri Bupati beserta ibunya, R.A. Kardinah (kakak kandung R.A. Kartini), dan cucu perempuannya beserta pembantu mereka diberi pakaian goni dan diarak keliling dan berhenti di depan rumah sakit yang didirikan RA Kardinah.

Kardinah yang tua renta itu lalu pura-pura sakit sehingga dia pun digotong ke rumah sakit dan akhirnya diselamatkan. Setelahnya, dia tinggal di Salatiga. Kardinah trauma dengan apa yang dialaminya di Tegal dan menjalani masa tuanya di Salatiga sampai meninggal dunia pada 5 Juli 1971 di usia 90 tahun. Kardinah dimakamkan di samping makam suaminya.di daerah Tegalarum, Tegal, daerah yang dia tinggali setelah terpisah dari Kartini.

Wednesday, April 18, 2018

Pengaruh Perkembangan Pendidikan Kebangsaan di Indonesia

Berkembangnya sistem pendidikan Barat melahirkan golongan terpelajar. Adanya diskriminasi dalam pendidikan kolonial dan tidak adanya kesempatan bagi penduduk pribumi untuk mengenyam pendidikan, mendorong kaum terpelajar untuk mendirikan sekolah untuk kaum pribumi. Sekolah ini juga dikenal sebagai sekolah kebangsaan sebab bertujuan untuk menanamkan rasa nasionalisme di kalangan rakyat dan mencetak generasi penerus yang terpelajar dan sadar akan nasib bangsanya. Selain itu sekolah tersebut terbuka bagi semua masyarakat pribumi dan tidak membedakan dari kalangan manapun. Berikut ini sekolah-sekolah kebangsaan yang terbentuk pada masa kolonial.

Taman Siswa
Pendiri Taman Siswa adalah Raden Mas Soewardi Soeryaningrat atau lebih dikenal dengan Ki Hajar Dewantara. Sekolah Taman Siswa didirikan pada tanggal 3 jJuli 1922, dan merupakan bentuk perjuangan dalam bidang kebudayaan serta pembangunan masyarakat yang beracuan pada pendidikan untuk mencapai cita-citanya. Tujuan didirikannya Taman Siswa bukan semata-mata hanya untuk penddikan tetapi mewujudkan manusia yang merdeka lahir dan batin. Merdeka lahir yang dimaksud disini adalah bebas dari penjajahan baik secara fisik, ekonomi, dan politik. Sedangkan kemerdekaan batin artinya mempunyai kemampuan untuk mengendalikan suatu keadaan.

Ki Hajar Dewantara merasa tidak puas dengan sistem pendidikan yang diajarkan oleh pemerintah kolonial. Pemerintah kolonial tidak memberikan fasilitas yang baik dan memadai dalam hal pendidikan terutama bagi daerah jajahannya. Oleh sebab itu, muncullah ide untuk memajukan pendidikan rakyat indonesia. Karena kemajuan dan kesejahteraan suatu negara tidak luput dari peran rakyatnya yang cerdas.

Prinsip dasar dalam pendidikan Taman Siswa yang menjadi pedoman bagi seorang guru dikenal sebagai Patrap Triloka. Konsep ini dikembangkan oleh Ki Hajar Dewantara setelah ia mempelajari sistem pendidikan progresif yang diperkenalkan oleh Maria Montessori (Italia) dan Rabindranath Tagore (India/Benggala). Patrap Triloka memiliki unsur-unsur (dalam bahasa Jawa) yaitu:
Ing ngarsa sung tuladha ( yang di depan yang memberi teladan/contoh)
Ing madya mangun karsa ( di tengah membangun perkasa/semanagat)
Tut wuri handayani (dari belakang mendukung)

Ketiga prinsip ini digabung menjadi satu ungkapan utuh: “Ing Ngarsa Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani” yang hingga saat ini masih tetap menjadi panduan dan pedoman dalam dunia pendidikan.

Sunday, April 15, 2018

Soal ULANGAN TENGAH SEMESTER GENAP sejarah peminatan Kelas XI IPS


ULANGAN TENGAH SEMESTER GENAP
SMA NEGERI 1 BREBES
TAHUN PELAJARAN 2017 / 2018
 MATA PELAJARAN           : SEJARAH PEMINATAN
 KELAS / PROGRAM           : XI IPS
 HARI, TANGGAL               : SELASA, 13 MARET 2018
 WAKTU                                : 09.00 – 10.00 (60 MENIT)  

Jawablah Pertanayaan dibawah ini dengan tepat !
1.      Bagaimana Pengaruh kolonialisme dan imperialisme barat dalam bidang sosial dan budaya !
2.      Sebutkan sebab khusus terjadinya peang dunia I !
3.      Jelaskan Ciri khusus pelaksanaan demokrasi terpimpin di indonesia !
4.      Jelaskan faktor-faktor yang melatar belakangi timbulnya nasionalisme di indonesia !
5.      Tujuan nasionalisme bung karno pada masa orde lama adalah....
6.      Jelaskan apa yang dimaksud dengan devide et impera !
7.      Perang dunia II berimbas pada terbentuknya negara super power. Jelaskan apa yang dimaksud dengan negara super power dan berikan contohnya !
8.      Secara garis besar pelaksanaan demokrasi di indonesia dibedakan menjadi 4 periode sebutkan 4 periode demokrasi di indonesia !
9.      Prinsip dasar dalam pendidikan taman siswa yang menjadi pedoman bagi seorang guru dikenal sebagai patrap triloka. Sebutkan unsur-unsur patrap triloka dalam dalam bahasa jawa beserta artinya......
10.  Jelaskan beberapa hambatan orang indonesia untuk masuk sekolah pada masa kolonial belanda !

-------Selamat mengerjakan--------

Tuesday, April 10, 2018

Organisasi Bentukan Jepang : Gerakan 3A

Dalam menjalankam aksinya, Jepang berusaha untuk bekerja sama dengan paea pemimpin bangsa Indonesia ( bersikap Kooperatif ). Cara ini digunakan agar para pemimpin nasional dapat merekrut massa dengan mudah dan pemerintahan jepang dapat mengawasi kinerja para pemimpin bangsa.
Tetapi gerakan Tiga A tidak bertahan lama, hal ini dikarenakan kurang mendapat simpati dikalangan masyarakat Indonesia. sebagai penggantinya, pemerintah Jepang menawarkan kerjasama kepada tokoh – tokoh nasional bangsa Indonesia. Dengan kerjasama ini pemimpin – pemimpin Indonesia yang ditahan dapat dibebaskan, diantaranya Ir. Soekarno, Drs. Moch. Hatta, Sutan Syahrir dan lain-lain.
Organisasi Bentukan Jepang : Gerakan 3A
Gerakan Tiga A Gerakan Tiga A yang memiliki tiga arti, yaitu Jepang Pelindung Asia, Jepang Pemimpin Asia, dan Jepang Cahaya Asia. Pada awal gerakan ini dikenalkan kepada masyarakat Indonesia, terlihat bahwa pemerintah Jepang berjanji bahwa saudara tua nya ini dapat mencium aroma kemerdekaan. Pada awal gerakannya, pemerintah militer Jepang bersikap baik terhadap bangsa Indonesia, tetapi akhirnya sikap baik itu berubah. Apa yang ditetapkan pemerintah Jepang sebenarnya bukan untuk mencapai kemakmuran dan kemerdekaan Indonesia, melainkan demi kepentingan pemerintahan Jepang yang pada saat itu sedang menghadapi perang. Tetapi setelah pemerintah Jepang mengetahui betapa besarnya pengharapan akan sebuah kemerdekaan, maka mulai dibuat propaganda-propaganda yang terlihat seolah-olah Jepang memihak kepentingan bangsa Indonesia. Dalam menjalankan aksinya, Jepang berusaha untuk bekerja sama dengan para pemimpin bangsa (bersikap kooperatif). Cara ini digunakan agar para pemimpin nasionalis dapat merekrut massa dengan mudah dan pemerintah Jepang dapat mengawasi kinerja para pemimpin bangsa. Tetapi gerakan ini tidak bertahan lama. Hal ini dikarenakan kurang mendapat simpati di kalangan masyarakat Indonesia. Sebagai penggantinya, pemerintah Jepang menawarkan kerja sama kepada tokoh-tokoh nasional Indonesia. Dengan kerja sama ini, pemimpin-pemimpin Indonesia yang ditahan dapat dibebaskan, di antaranya Ir. Soekarno, Drs. Moh. Hatta, Sutan Syahrir, dan lain-lain

Lihat juga Mind Mapping Gerakan 3A

Sunday, April 01, 2018

Naskah Drama (berdirinya) Kerajaan Siak Sri Indrapura

    Siak sri Indrapura adalah sebuah kota bekas pusat kerajaan yang terletak ditepi sungai siak. Kerajaan siak berdiri tahun 1823. Adapun sejarah berdirinya kerajaan siak adalah berawal dari timbulnya keretakan dalam kerajaan Johor Malaka. Keretakan berakhir dengan terbunuhnya Sultan Mahmud Syah oleh Datuk bendahara Tun Habib. Dalam pemberontakan hanya yang selamat Encik apung Istri Mahmud Syah yang sedang hamil tua. Encik Apung selamat bersama ayahnya. Setelah Encik Apung melahirkan seorang anak laki-laki yang diberi nama Raja Kecik.

“ Lima Belas tahun kemudian setelah terjadi pemberontakan besar-besaran di 
   Kerajaan Johor Malaka.”
Tun Habib            : Akhirnya ini adalah kali kelima belas penobatan ku sebagai sultan  
                               kerajaan johor malaka.
Tengku Tengah    : Selamat Ayah handa, engkau memang pantas menjadi raja Se Johor 
                               Malaka
Tengku Pamarih  : Akhiri semua ini ayah
Tun Habib           : ( Berbalik menghadap Pamarih) Apa maksudmu pamarih?????
Tengku tengah    : ( Mengejek ) Maksudku ayahanda kita tidak boleh bersenang” diatas 
                              penderitaan orang lain. Pasti itu yang akan dikatakan pamarih ayah.
Tengku pamarih : Tapi itu benar kan???? Kerajaan ini diambil paksa oleh ayah,   
                             ayahanda tak berhak memilikinya, ayahanda telah membunuh Syltan 
                             Mahmud Syah.
Tun habib          : ( Geram dan Marah ) Lancang dirimu pamarih!!!!! Kau ini anakku,
                             seharusnya kau mendukung ayahmu ini. ( Pergi meninggalkan
                             Tengku Pamarih )
Tengku tengah   : Jika kau tak ingin hidup sebagai putri raja, kau boleh angkat kaki dari
                             kerajaan Johor Malaka. ( Pergi meninggalkan Tengku pamarih).

“ sedangkan di istana pagaruyung,telah dibesarkan oleh ratu pagaruyung pewaris tunggal kerajaan johor malaka yg di titipkan oleh datuk laksamana untuk menghilangkan rasa cemas dari  tun habib yg ingin membunuh raja kecik.
Raja Kecil        :”(duduk bersimpuh lalu menyembah)”.ampun tuanku.....!!!!!! apakah
                               tuanku memanggil hamba????
Ratu pagaruyuang    : ada apa gerangan engkau Raja kecil, engkau bermenung seorang diri,
                              dibilik kamarmu?????
Raja kecik       : Maafkan hamba tuanku!!! Hamba bermenung karna hamba ingin
                                 mengamalkan ilmu dan budi pekerti luhur yang tuanku berikan, untuk
                                 membantu orang lain diluar sana.
Ratu Pagaruyuang    : jika itu yang kau inginkan, pergilah kau untuk membantu orang yang
                              lemah. Tapi kau harus ingat janganlah sombong.
Raja kecik        : Terimakasih tuanku!!! Jika hamba telah usai mengerjakan tugas ini, 
                               hamba akan segera kembali.
Ratu Pagaruyuang    : Pintu kerajaan Pagaruyuang terbuka lebar untuk mu.
Raja kecik        : Daulat Tuanku!!!! Hamba akan ingat semua pesan tuanku. ( Duduk
                               bersimpuh lalu menyembah ) hamba pamit tuanku.!! ( pergi keluar                    
                                      meninggalkan Ratu Pagaruyuang ).   


“ Setelah meminta izin kepada Ratu Pagaruyuang, Raja Kecil memutuskan untuk berkelana
ke Kerajaan Palembang melalui sungai Batang hari”. Ratu Palembang sangat senang dan
menyayangi raja kecik, dan Ratu Palembang, mengangkat Raja kecik sebagai Penjawat Tepak.

Ratu Palembang    : Raja kecik Kemarilah!!!
Raja kecik             : Daulat Tuanku
Ratu Palembang    : Sekarang ini kau sah sebagai Penjabat tepak Kerajaanku!!!
Raja kecik             : Terimakasih Tuanku
Ratu Palembang    : Bekerjalah dengan baik, dan jaga kepercayaanku ini
Raja kecik             : Daulat tuanku!!! Apa yang bisa hamba lakukan untuk tuanku???
Ratu pelembang    : Temani aku ke Johor Malaka, untuk meminang salah satu anak Tun
                               Habib. Sebagai istri anak sulungku.
Raja kecil              : Baik tuanku, hamba siap menemani tuanku!!!

“ Pergilah Ratu palembang bersama raja kecik. Untuk meminang Putri Tun Habib yang telah membunuh ayah Raja kecik. Setelah sampai di Johor tak seorangpun yang mengetahui bahwa tukang tepak adalah pewaris kerajaaan Johor Malaka. Rupanya Pinangan Ratu Palembang Ditolak oleh Tun Habib.
Tun habib               : ( Berdiri dan bertepuk tangan )” selamat datang Ratu palembang,
                               selamat datang dikerajaan ku. Mari silahkan duduk.
Ratu palembang    : terimakasih Tun habib
Tun habib              : Jika aku boleh tau apa maksud kedatanganmu kemari???
Ratu Palembang    : Langsung saja, ku ingin meminang salah satu anak perempuanmu.
Raja kecik              : Ini jawatan Tepak ratu Palembang, Datuk bendahara...!!
Tun habib              : ( Tertawa dan meremehkan ) ha..ha..ha... kalian sudah dengarkan
                               anakku bagaimana????
Tengku tengah        :  Dari jawatan tepaknya saja, sudah terlihat jika kerajaannya pasti
                               miskin dan tidak memiliki harta yang banyak.
Tun habib              : Jawaban yang bagus Tengku tengah.... bagaimana dengan kau
                              Pamarih???
Tengku Pamarih    : Aku terserah ayah saja..!!
Ratu Palembang    : Lalu Mahar apa yang harus aku berikan???
Tun habib              : Kerajaanmu Ratu Palembang??? Bagaimana???
Ratu Palembang    : Apa maksudmu Tun habib???
Tun habib              : Maksudku adalah angkat kakimu dari sini ( Berdiri dan membuang
                              Jawatan Tepak ) dan bawa ini jawatan tepak lusuh kerajaamu...
Raja kecik              : ( Ingin mengambail jawatan tapak )
Ratu palembang    : Sudah Raja Kecil, baiklah tun habib, ingat kejadian hari ini aku akan
                              datang untuk membalas perbuatanmu ..
“ dengan cara yang tidak terhormat, Ratu Palembang dan Raja Kecik kembali ke Palembang, sementara itu terjadi perdebatan di singgah sari kerajaan Johor.”


“ Dua tahun lamanya raja kecil meniggalkan Pagaruyuang. Dan ia memohon pamit kepada Ratu Palembang untuk pulang ke Paguruyuang.”

Raja kecik              : Ampun tuanku!!! Ada hal yang ingin hamba katakan!!
Ratu Palembang    : katakan saja Raja kecik!!!
Raja kecik              : Hamba ingin pulang ke Pagaruyuang karena hamba rasa tugas hamba
                              telah selesai.
Ratu pelembang    : baiklah, aku yang akan mengantar mu pulang ke Pagaruyuang.
Raja kecik             : Tidak usah Tuanku Hamba bisa pulang sendiri
Ratu Palembang    : Aku ingin tau bagaimana tuanmu Ratu Pagaruyang
Raja kecik              : Daulat Tuanku

“ Kembalilah Raja kecik pulang ke Pagaruyuang, ditemani Ratu Palembang”

Raja kecil                 : Mari tuanku!!
Ratu pagaruyuang    : Raja kecik kau sudah kembali, mari silahkan duduk ratu palembang
Ratu palembang       : sungguh aku senang bisa mampir dikerajaan Pagaruyuang
Ratu pagaruyuang    : sungguh aku pun demikian
Raja kecik                 : Baiklah Tuanku, sepertinya tuanku ingin melepas lelah. Biar hamba
                                   keluar
Ratu pagaruyuang    : baiklah terima kasih. Pergilah engkau beristirahat

“ biarpun Raja kecik telah pergi hingga ke palembang tapi dia belum mempunyai jawaban siapakah dirinya ini sebenanya.dengan rasa gundah dihatinya ia tanyakan kepada Ratu Pagaruyuang.”

Raja kecik                 : Ampun tuanku, ada hal yang ingin hamba tanyakan
Ratu pagaruyuang    : Pertanyaan apa???? Apakah pertanyaan siapa kau dan dimana kau
                                   berasal
Raja kecik                 : benar tuanku
Ratu pagaruyuang    : mungkin inilah saatnya, kau sebenarnya anak sultan Mahmud Syah,
                                   Sultan Kerajaan Johor. Tun habib telah membunuh ayahmu, lalu
                                   kakekmu Datuk Laksamana mengantarkan kau kepadaku untuk                 
                                   terhindar dari tun habib.
Raja kecik                : ( Berdiri dan Emosi ) Jadi Tun Habib lah yang telah membunuh
                                   ayahku???
Ratu palembang       : Dia telah menolak pinanganku kala itu
Ratu pagaruyuang    : Siapkan Pasukan, kita akan mengambil johor kembali ketanganmu
                                    raja kecik.
Raja kecik                 : Daulat Tuanku. ( Pergi )    

“ Dengan persiapan yang cukup, lengkap pada bulan Maret 1717 Raja kecik berangkat melalui sungan Jintan(Siak) menuju bengkalis dan sampai ke malaka.` untuk merebut Johor dari Tun Habib. Setelah sampai di Johor Raja Kecil Yang didampingi Ratu Pagaruyuang dan Ratu Palembang berhasil mengalahkan Tun Habib. Karena kebijaksanaan Raja kecil dan keluarga Tun Habib di maafkan.

Raja kecik                : Pasukanmu sudah aku kalahkan, sebaiknya kau menyerah Tun habib.
Tun Habib                : ( Berlutut ) Ampuni aku raja kecik, ampuni kesalahanku.
Raja kecik                : ( Ingin menusukkan pedang ke Tun Habib ) Laknat kau Tun Habib,
                                    kau pantas mati
Ratu pagaruyuang    : Sabar anakku, semua orang pantas dimaafkan, ingat Budi Pekerti yag
                                   telah aku ajarkan.
Tengku pamarih       : Ampuni ayahku Raja kecik, maaf kan dia
Tengku tengah         : Maafkan perlakuan kami yang telah seenaknya menolak pinanganmu
                                   kala itu
Raja kecik                : Baiklah kalian aku maafkan, tapi kau harus menikah denganku
                                  tengku tengah
Tengku tengah        : Baiklah jika itu yang kau inginkan

“ Awalnya raja kecik memang ingin menikahi Tengku tengah. Tapi setelah ia tinggal dikerajaannya ia lebih menyukai tengku pamarih. Dan akhirnya Raja kecik memutuskan untuk menikah dengan tengku pamarih.”

Tengku tengah       : ( Tiba” masuk dan mendobrak pintu ) Apa maksudmu Raja kecik???
                                 Kau malah menikahi adikku.
Raja kecik             : Tapi aku lebih menyukai adikmu restuilah pernikahan kami.
Tengku pamarih    : Maafkan aku kak, tapi ini semua atas persetujuan ayah dan raja kecik
Tengku tengah      : beraninya kalian melangkahkan ku, aku akan melakukan
                                pembrontakan terhadap pemerintahanmu. ( dengan amat marah 
                               Tengku tenagh meninggalkan mereka )
Tengku pamarih    : Sebaiknya kita pindahkan saja kerajaan ini ke Bintan, untuk
                                menghindari Perang saudara, karna ini tidak baik Raja kecik.
Raja kecik             : Kau benar Pamarih, aku akan memindahkan kerajaan ku agar
                                kakakmu dapat merestui pernikahan kita.

Raja kecik bersama keluarga dan pasukannya meninggalkan Johor lalu Raja kecik membangun kerajaan baru di Buton tepatnya ditepi sungai Jintan/ Sungai siak sekarang. Lalu kerajaan baru itu diberi nama Siak Sri Indrapura.
Raja kecik                  : Bagaimana keadaan Peerintahanku ibunda Ratu???
Ratu palembang        :  Pemerintahanmu baik dan Bijaksana
Ratu Pagaruyuang    :  Benar Sebaiknya kau tetap berpegang teguh pada budi pekerti luhur
                                     yang aku ajarkan
Raja kecil                  : Daulat Ibunda, aku akan selalu mengingatnya.( Berdiri lalu berkata )
                                    hari ini aku sahkan kerajaan baru ini ku beri nama “ Siak Sri
                                    Indrapura”

“ Kerajaan Siak menjadi kerajaan yng besar baik dalam wilayah maupun dalam melawan penjajah menuju Indonesia Merdeka. “
Night Mode